Krisis Beras Hantui Jawa Timur

Di Kota Pasuruan, Sandal dan Helm pun Ikut Antre

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Penampakan sandal dan helm milik warga ditempatkan dalam antrean di GOR Untung Suropati Pasuruan agar bisa mendapatkan beras murah.
Penampakan sandal dan helm milik warga ditempatkan dalam antrean di GOR Untung Suropati Pasuruan agar bisa mendapatkan beras murah.

i

SURABAYAPAGI.COM, Pasuruan - Antrian untuk sekedar membeli beras terus terjadi di wilayah Jawa Timur. Terbaru, antrian panjang dialami warga Kota Pasuruan.

Operasi pasar beras murah di GOR Untung Suropati Kota Pasuruan berbeda seperti hari biasanya. Warga tidak tampak antre berdiri dan berdesakan seperti biasanya. Namun mereka menandai antrean dengan sandal dan helm. Hal itu dilakukan karena beras yang ditunggu tidak kunjung datang, sehingga mereka berteduh di bawah pohon.

Pantauan kontributor Surabaya Pagi di lokasi, ratusan warga sudah antre sejak pukul 06.30 wib hanya untuk membeli beras di bawa harga HET.

Kholila, warga Jalan Diponegoro, Kota Pasuruan ini mengatakan, ia sudah datang di Gor Untung Suropati Pasuruan ini sejak pukul 06.30 wib. Ia mendapat antrean nomor dua dengan menggunakan helm miliknya. “Sudah tiga jam saya menunggu, itu helm saya di depan nomor dua,” kata Kholila, saat dimintai keterangan, Kamis (16/2/2023).

"Saya antre dari pukul 08.00 WIB, sampai saat ini belum datang berasnya," kata Satufa (50), warga Jagalan, Kota Pasuruan saat dikonfirmasi, Kamis (15/2/2023).

Satufa mengaku selama ini biasanya beli beras eceran seharga Rp 12.500/kg. "Ini ada 5 kilo harga Rp 43 ribu," jelasnya.

Ia menyebut jika rela antre karena harga beras di pasaran masih tinggi. Perlima kilogramnya harga beras masih berkisar Rp60 ribu. Sedangkan untuk beras murah ini dijual dengan harga Rp44 ribu perlima kilogramnya.

 

Antre Menunggu Beras

Sementara Yanita Dwi Hartanti, pengawas perdagangan Disperindag Kota Pasuruan mengatakan pihaknya masih menunggu beras murah datang. Setelah beras datang, pihaknya akan langsung menyalurkan ke warga dengan harga Rp 43.000/kg. "Kita juga masih menunggu berasnya," ujar Yanita.

Hingga pukul 11.00 WIB, beras murah yang ditunggu belum datang. Warga yang antre masih bersabar menunggu.

Diketahui sebelumnya operasi pasar beras murah digelar di sejumlah wilayah di Jatim untuk menindaklanjuti langkanya beras stok premium di pasaran.

 

Stok Blitar, Kosong

Sebelumnya, di Kota Blitar, sehari pasca operasi pasar beras, stok beras premium di Pasar Legi Kota Blitar langka. Bahkan beberapa pedagang justru tidak memilik stok beras untuk dijual.

Para pedagang pun kebingungan karena kondisi ini sudah terjadi selama beberapa pekan terakhir. Mereka mengaku telah memesan beras ke sejumlah distributor namun hingga kini belum juga dikirim.

Salah satu pedagang yang mengeluhkan kelangkaan beras adalah Wati. Pedagang beras tersebut mengaku sudah sepekan lebih tidak menerima kiriman pasokan beras dari distributor. Akibatnya kini stok beras di kios miliknya yang berada di Pasar Legi kosong.

 

Mojokerto Diserbu

Sementara di Mojokerto, operasi pasar yang digelar pemerintah setempat tak hanya diburu warga setempat. Bahkan warga dari daerah lain juga turut antre membeli sembako dengan harga murah.

Srining (62), warga Desa Curahmalang, Kecamatan Sumobito, Kabupaten Jombang mengaku antre demi bisa membeli beras di operasi pasar karena harganya murah. "Di sini perkilo dijual Rp9.450. Kalau di Jombang harganya bisa Rp11 ribu atau bahkan Rp12 ribu per kilogramnya,"tutur Srining. Ia juga mengaku membeli minyak goreng dengan harga Rp17 ribu per kilogram dan gula pasir yang harganya Rp13 ribu.

Sementara Kepala Diskoperindag Kota Mojokerto, Ani Wijaya menjelaskan, pihaknya tidak mempermasalahkan jika operasi pasar murah yang digelarnya diserbu pembeli dari luar Kota Mojokerto.

"Tidak papa, stok kita aman. Di dalam pasar tradisional dan koperasi di 18 kelurahan ada distributor dengan harga yang sama. Karena kita sudah mendorong pedagang dan koperasi untuk menjadi Rumah Pangan Kita (RPK) Bulog," terang dia. ris/dwy/ham/ril

Berita Terbaru

Pasar Properti Bergeser ke Hunian Produktif, CitraLand Driyorejo Kenalkan Konsep Evander

Pasar Properti Bergeser ke Hunian Produktif, CitraLand Driyorejo Kenalkan Konsep Evander

Minggu, 23 Agu 2026 14:44 WIB

Minggu, 23 Agu 2026 14:44 WIB

SurabayaPagi, Gresik – Pengembang properti mulai menawarkan konsep hunian yang tidak hanya berfungsi sebagai tempat tinggal, tetapi juga dapat dimanfaatkan u…

Gerakan Gebyar Jaminan Sosial BPJS Ketenagakerjaan Di Ponorogo Banjir Antusias Warga

Gerakan Gebyar Jaminan Sosial BPJS Ketenagakerjaan Di Ponorogo Banjir Antusias Warga

Minggu, 23 Agu 2026 14:23 WIB

Minggu, 23 Agu 2026 14:23 WIB

SURABAYA PAGI, Ponorogo- BPJS Ketenagakerjaan Cabang Ponorogo terus mendorong kesadaran masyarakat terhadap pentingnya perlindungan jaminan sosial bagi pekerja…

Wujudkan Koperasi Sehat, DiskopUKMPerindag Kota Mojokerto Tingkatkan Pengawasan dan Pembinaan

Wujudkan Koperasi Sehat, DiskopUKMPerindag Kota Mojokerto Tingkatkan Pengawasan dan Pembinaan

Minggu, 23 Agu 2026 14:09 WIB

Minggu, 23 Agu 2026 14:09 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto - Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Perindustrian Perdagangan (DiskopUKMPerindag) Kota Mojokerto terus meningkatkan…

Meski Sudah Lampaui Target,  Bulog Cabang Bojonegoro Terus Gencarkan Distribusi Beras SPHP

Meski Sudah Lampaui Target, Bulog Cabang Bojonegoro Terus Gencarkan Distribusi Beras SPHP

Minggu, 23 Agu 2026 14:00 WIB

Minggu, 23 Agu 2026 14:00 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Meski sudah memenuhi target diatas 101,10 persen, Perum Bulog Cabang Bojonegoro terus mempercepat penyaluran bantuan pangan beras,…

Dipadati UMKM, Lonjakan Sampah saat Pasar Rakyat Hari Jadi Trenggalek Jadi Perhatian DLH

Dipadati UMKM, Lonjakan Sampah saat Pasar Rakyat Hari Jadi Trenggalek Jadi Perhatian DLH

Minggu, 23 Agu 2026 13:53 WIB

Minggu, 23 Agu 2026 13:53 WIB

SURABAYAPAGI.com, Trenggalek - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Trenggalek kini fokus mengantisipasi lonjakan sampah selama kegiatan berlangsung, pasca…

Bulan Bakti ke-190, Pemkab Malang Perkuat Potensi Peternakan Daerah

Bulan Bakti ke-190, Pemkab Malang Perkuat Potensi Peternakan Daerah

Minggu, 23 Agu 2026 13:42 WIB

Minggu, 23 Agu 2026 13:42 WIB

SURABAYAPAGI.com, Malang - Menyambut Bulan Bakti Peternakan dan Kesehatan Hewan ke-190 Tahun 2026, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang memperkuat sinergi…