Proyek Kereta Api Surabaya Bakal Hubungkan Kawasan Industri Jatim

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur Nyono.
Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur Nyono.

i

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) bakal mengaktifkan kembali rel kereta api lama yang tidak terpakai untuk kereta api listrik di Surabaya atau Surabaya Regional Railways Lines (SRRL).

Keberadaan SRRL itu akan berperan penting dalam membangun konektivitas transportasi publik di wilayah Gerbangkertosusila (Gresik, Bangkalan, Mojokerto, Surabaya, Sidoarjo, dan Lamongan).

Rencana pembangunan jalur kereta api SRRL ini sejalan dengan mandat Perpres Nomor 80 Tahun 2019. Di mana salah satu poinnya ialah membangun konektivitas transportasi publik di wilayah Gerbangkertosusila.

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur, Nyono mengatakan bahwa pembangunan jalur kereta api SRRL ini bertujuan untuk mempercepat konektivitas antar daerah serta mendorong pertumbuhan ekonomi.

“Pembangunannya di wilayah Gresik, Bangkalan, Mojokerto, Surabaya, Sidoarjo, dan Lamongan (Gerbangkertosusila) untuk mempercepat konektivitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi,” kata Nyono, Rabu (29/3/2023).

Nyono pun menjelaskan bahwa akan ada dua fase pembangunan SRRL. Fase pertama terdiri dari stasiun Pasar Turi-Gubeng-Wonokromo-Sidoarjo dengan panjang rute 27 kilometer. Fase pertama diprediksi akan selesai pada tahun 2026.

Selanjutnya, Fase kedua terdiri dari Surabaya-Pasuruan hingga ke Stasiun Babat. Stasiun Babat akan menjadi stasiun hub karena digunakan untuk stasiun ke arah Jakarta atau luar kota Surabaya. Dari stasiun hub Babat akan diteruskan ke arah Tuban untuk menghubungkan kilang Rusia, Rosneft.

“Nanti ada hubnya ke arah Rosneft. Kan sekarang ada investasi besar Rp 9 triliun refinery punya Rusia di Tuban. Ini mengaktifkan 50 km jalan kereta api. Yang 50 persen revitalisasi, yang 50 persen bangun baru. Ini untuk menghubungkan 25 ribu pekerja Rosneft,” ujarnya.

Tidak berhenti di Tuban, jalur rel dari hub Babat akan terus sampai ke Lamongan dengan mengaktifkan kembali jalur rel mati dari Babat, Jombang, hingga Madiun. Jalur ini akan menghubungkan kawasan industri di Mojokerto, Jombang, dan Madiun.

“Nanti kumpulnya di hub Babat supaya menyambung area industri yang ada di Mojokerto, Jombang, dan Madiun,” tuturnya.

Ia menuturkan bahwa proyek kereta api SRLL tersebut merupakan salah satu proyek nasional dimana disetiap kota metropolis harus ada jenis kereta SRLL tersebut.

Sebetulnya, lanjut Nyono, konsep SRRL ini persis dengan KRL (Kereta Rel Listrik) yang sudah dibangun di sekitar sembilan kota-kota besar di Indonesia. Transportasi akan menggunakan tenaga listrik sehingga tentu saja bakal lebih efisien dan ramah lingkungan.

Nyono menyampaikan, untuk realisasinya rencananya akan dilakukan penandatangan kontrak ditahun 2025 dan ditargetkan tuntas pada 2027.

”Tahun tersebut ditandatangani dan pembangunannya akan selesai pada tahun 2027 mendatang,” ucapnya.

Lebih lanjut, ia menambahkan, sebagian besar dari nilai proyek SRRL fase 1 akan menggunakan dana pinjaman (loan) nol persen dari bank Pembangunan Jerman yang bernama KfW (Kreditanstalt Fur Wiederaufbau) sebesar USD 250 juta atau Rp 3,6 triliun dari total proyek USD 338 juta atau setara Rp 4,9 triliun. Hanya USD 88 juta atau Rp 1,3 triliun yang menggunakan anggaran negara.

Pemerintah Indonesia, melalui Kementerian Keuangan, akan menggelontorkan USD 88 juta dengan rincian USD 35 juta untuk pembebasan lahan dan kompensasi permukiman kembali. Kemudian USD 28 juta untuk kontijensi, USD 10,4 juta untuk pajak dan bea masuk, dan USD 14,6 juta untuk biaya pendanaan.

“KfW nanti membangun SRRL. Nanti itu akan upgrade memanfaatkan rel milik kereta api sebelahnya semacam double-track,” tandasnya.

Nyono menyebut, saat ini Pemprov Jatim sedang membahas apakah memakai rel layang (elevated) atau tidak. Namun, ia mengatakan Pemprov kemungkinan mempertimbangkan jalur layang untuk SRRL karena banyak perlintasan sebidang ke arah Sidoarjo. sb

Berita Terbaru

Karyawan PT SPS di 5 Pabrik Gelar Doa Bersama Untuk para Korban Kecelakaan Kerja

Karyawan PT SPS di 5 Pabrik Gelar Doa Bersama Untuk para Korban Kecelakaan Kerja

Jumat, 25 Sep 2026 19:42 WIB

Jumat, 25 Sep 2026 19:42 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Sebagai bagian dari duka atas tragedi kecelakaan pekerjaan yang menewaskan 4 karyawan dan 3 lainya masih perawatan, semua karyawan…

Empat Raperda Masuk DPRD, Aturan CSR Juga Ikut Diubah 

Empat Raperda Masuk DPRD, Aturan CSR Juga Ikut Diubah 

Jumat, 25 Sep 2026 19:21 WIB

Jumat, 25 Sep 2026 19:21 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Pemkot Madiun ingin memperjelas peran forum yang mengoordinasikan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR). Untuk itu, Pemkot m…

Dibangun Fasilitas Lengkap, Progres Pembangunan RSUD Sedati Melebihi Target

Dibangun Fasilitas Lengkap, Progres Pembangunan RSUD Sedati Melebihi Target

Jumat, 25 Sep 2026 17:22 WIB

Jumat, 25 Sep 2026 17:22 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Demi meningkatkan pelayanan kesehatan di Kabupaten Sidoarjo, khususnya di wilayah Sedati dan sekitarnya, pembangunan RSUD Sedati…

Kakek 81 Tahun di Blitar Ditemukan Tewas Terbakar di Lahan Bambu

Kakek 81 Tahun di Blitar Ditemukan Tewas Terbakar di Lahan Bambu

Jumat, 25 Sep 2026 16:37 WIB

Jumat, 25 Sep 2026 16:37 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Jumat 25 September 2026 sekitar pukul 10.00, warga desa Tuwuhrejo Kec.Kesamben Kab.Blitarvdi kejutkan temuan Mi 81 seorang Kakek…

Peringati HKGB ke-74, Kapolres Blitar Ikuti Lomba UMKM hingga Gelar Olah Raga

Peringati HKGB ke-74, Kapolres Blitar Ikuti Lomba UMKM hingga Gelar Olah Raga

Jumat, 25 Sep 2026 16:34 WIB

Jumat, 25 Sep 2026 16:34 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Dalam rangka memperingati Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari (HKGB) ke-74 Tahun 2026, Polres Blitar bersama Bhayangkari menggelar…

Tumbal Loyalitas Buta, Membongkar Rantai Korupsi di Balik Pledoi Thariq Megah

Tumbal Loyalitas Buta, Membongkar Rantai Korupsi di Balik Pledoi Thariq Megah

Jumat, 25 Sep 2026 09:59 WIB

Jumat, 25 Sep 2026 09:59 WIB

Oleh: Putut Kristiawan Dalam birokrasi kita, ada satu "aturan tak tertulis" yang kerap lebih ditakuti ketimbang undang-undang: titah atasan. Ketika loyalitas…