Diteror Preman dan Oknum TNI, Nindy Ayunda Minta Perlindungan LPSK

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Nindy Ayunda dan kuasa hukumnya, Abu Said Pelu saat mendatangi kantor LPSK terkait teror preman dan oknum TNI. SP/ SBY
Nindy Ayunda dan kuasa hukumnya, Abu Said Pelu saat mendatangi kantor LPSK terkait teror preman dan oknum TNI. SP/ SBY

i

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Nindy Ayunda mengaku mendapat ancaman dari preman dan oknum TNI pada Minggu (02/04/2023) lalu yang menggeruduk rumahnya. Akhirnya dirinya melaporkan hal tersebut dengan didampingi tim kuasa hukumnya mendatangi kantor Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK).

Kuasa hukum Nindy Ayunda, Abu Said Pelu menjelaskan maksud kliennya datang ke LPSK untuk melaporkan adanya ancaman yang terjadi kepada ibu dua anak tersebut. Sehingga LPSK dapat memberikan perlindungan untuk Nindy Ayunda yang kali ini hanya sebagai korban dugaan ancaman.

"Harapan kami tentu LPSK dapat memberikan perlindungan kepada klien kami. Nah kalo terkait kasus nanti kami akan jelaskan lebih lanjut lagi karena kami sendiri sampaikan tidak tahu ini terkait kasus apa, sehingga mendapatkan ancaman teror intimidasi," pungkas Abu Said Pelu, dikutip Jumat (07/04/2023).

Kejadian teror tersebut dialami Nindy Ayunda ketika dirinya melakukan perjalanan ke Palembang, Sumatera Selatan. Ia berencana bertemu seseorang di Palembang.

Akan tetapi, saat tiba di sana, pelantun lagu Buktikan tersebut justru diintimidasi oleh beberapa orang.

“Saya datang kesana tanpa ada niat sesuatu yang buruk, setibanya disana saya langsung ke rumahnya. Ternyata saya diadang 10 preman, 10 preman ini mengintimidasi saya,” jelas Nindy.

Beruntung, Nindy Ayunda bisa pergi dari Palembang.  Ia memutuskan untuk langsung pulang ke Jakarta.

Sesampainya di Jakarta, Nindy pulang ke rumah dan bertemu adiknya. Namun, tiba-tiba rumahnya disambangi oleh orang tak dikenal yang mencari Dito Mahendra.

"Pembantu saya naik, bilang, 'Ibu ada orang yang mencari Pak Dito.' Nah, orang ini siapa gitu loh? Saya enggak tahu siapa, tiba-tiba datang. Saya langsung suruh ART saya kunci rumah. Tiba-tiba ramai, awalnya tiga sampai lima orang, sampai 10 bahkan 30 orang dari TNI," jelasnya.

Nindy Ayunda menyebut, oknum TNI itu memiliki pangkat Letkol Infanteri. Karena itu, ia pun melaporkan teror tersebut ke Pusat Polisi Militer Tentara Nasional Indonesia (Puspom- TNI), sebelum minta perlindungan ke LPSK.

"Jika tidak salah mereka saya yang menekan saya saat itu adalah orang-orang berbadan tegap. Dan dipimpin oleh oknum anggota TNI AD. Inisialnya HS pangkatnya Letkol. Satuannya Infanteri," terang Nindy.

"Saya bingung, saya kan warga sipil. Kalau saya melakukan tindakan kriminal, yang harusnya menjalankan (penangkapan) itu polisi, bukan oknum TNI. Saya merasa tak nyaman, tak tenang, dan saya juga sulit bertemu anak-anak karena saya tak ingin orang-orang itu tahu pergerakan saya," pungkasnya.

Meski demikian penyanyi Nindy Ayunda ini memastikan kejadian yang tengah dialaminya tersebut tidak memiliki keterkaitan dengan kasus Dito Mahendra.

"Tadi saya juga mau mengklarifikasi sebentar kan ada yang tadi postingan dari berita online ini terkait dengan isu (ini pengalihan isu Dito Mahendra), itu tidak benar” kata Nindy Ayunda di Gedung LPSK, Cijantung, Jakarta Timur. 

Tak hanya itu, sebelumnya Nikita Mirzani juga pernah menyebut tentang karma yang bakal bekerja. Dirinya menyebutkan soal banyak orang yang mendoakan Nindy Ayunda susah.

Salah satunya ialah Askara Parasady Harsono sang mantan suami. Askara Parasady Harsono sendiri ditunding Nikita Mirzani bisa masuk penjara karena ulah Nindy Ayunda.

"Karma is real ya, Nindy Ayunda. Si muka kotak. Banyak yang doain lu susah, tau nggak? Termasuk mantan laki lu yang lu kerjain sampai masuk penjara," tuturnya. dsy/kl/sr/dc/kmp

Berita Terbaru

Melebihi Batas Tinggi Muatan, Sebuah Truk Menabrak Gapura di Blitar

Melebihi Batas Tinggi Muatan, Sebuah Truk Menabrak Gapura di Blitar

Jumat, 02 Okt 2026 12:53 WIB

Jumat, 02 Okt 2026 12:53 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Suara benturan keras di Gapuro pintu masuk Desa Silukosewu Kec.Gandusari Kabupaten Blitar, kagetkan warga sekitar dan pengguna jalan…

Kapolri Suyudi Larang Polisi Rekayasa Kasus

Kapolri Suyudi Larang Polisi Rekayasa Kasus

Jumat, 02 Okt 2026 08:18 WIB

Jumat, 02 Okt 2026 08:18 WIB

Gelisah dengan Fenomena No Viral No Justice…

Bank Syariah Lakukan Transaksi Digital

Bank Syariah Lakukan Transaksi Digital

Jumat, 02 Okt 2026 07:22 WIB

Jumat, 02 Okt 2026 07:22 WIB

SURABAYAPAGI.com – Bank syariah memperluas layanan perbankan digital bagi nasabah. Hal ini dilakukan untuk memudahkan nasabah dalam melakukan transaksi d…

Ojol akan Dimasukan Kategori Transportasi

Ojol akan Dimasukan Kategori Transportasi

Jumat, 02 Okt 2026 07:20 WIB

Jumat, 02 Okt 2026 07:20 WIB

SURABAYAPAGI.com – Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi menargetkan revisi aturan tersebut rampung tahun ini dan mulai berlaku pada 2027. Dalam r…

WIKA, Senang Keluar dari Whoosh

WIKA, Senang Keluar dari Whoosh

Jumat, 02 Okt 2026 07:14 WIB

Jumat, 02 Okt 2026 07:14 WIB

SURABAYAPAGI.com – PT Wijaya Karya (Persero) Tbk atau WIKA menyambut baik rencana pemerintah untuk mengambil alih seluruh saham PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia …

Wuling Aira ev Ditawarkan Rp 155 juta

Wuling Aira ev Ditawarkan Rp 155 juta

Jumat, 02 Okt 2026 07:12 WIB

Jumat, 02 Okt 2026 07:12 WIB

SURABAYAPAGI.com – Wuling bikin kejutan saat meluncurkan Aira ev. Sebab, harga jual Aira ev terbilang murmer! Wuling Aira ev ditawarkan dalam dua varian. Harga …