SURABAYAPAGI.com, Meksiko - Anak jenius asal Meksiko bernama Adhara Pérez Sánchez tengah viral di usianya yang menginjak 11 tahun lantaran memiliki IQ melebihi Einstein dan sudah melanjutkan studi ke jenjang S2 dengan mengambil prodi Matematika. Adhara yang datang dari keluarga sederhana itu pun kini jadi sosok terkenal.
Sebelum dikenal sebagai gadis jenius, anak tersebut pernah didiagnosa mengalami disabilitas perkembangan di usia tiga tahun. Saat sekolah pun, Adhara mengalami kesulitan karena guru dan teman-temannya sebelum akhirnya diketahui bisa belajar aljabar sendiri. Dirinya tidak ingin bermain dengan teman-teman sekelasnya, dia merasa aneh, berbeda,"
"Dia kadang bisa ke sekolah beberapa waktu lalu dia tidak mau, dia tertidur, dia tidak ingin melakukan apa-apa lagi. Dia jadi sangat depresi, orang-orang tidak punya empati, mereka meledeknya," kata ibu Adhara, Nayeli Sánchez, dikutip Rabu (10/05/2023).
Meski mengalami kesulitan bergaul dan belajar di sekolah, tapi kemudian Nayeli menemukan anaknya bisa menghafal tabel periodik dan menghitung aljabar. Awalnya Nayeli menganggap Adhara hanya bosan sampai akhirnya ia dimasukkan ke sekolah khusus untuk terapi.
Di situ, Adhara yang tinggal di kawasan keluarga berpenghasilan rendah di Tláhau, Kota Meksiko dites dan ternyata IQ-nya mencapai 162, lebih tinggi dari idolanya, Stephen Hawking.
Dengan pendidikan yang tepat, Adhara akhirnya lulus SD di usia lima tahun. Ia kemudian menyelesaikan SMP dan SMA dalam waktu setahun. Lalu pada usia 11 tahun, anak tersebut sudah menerima gelar S1 dari jurusan teknik di CNCI University. Kini ia tengah kuliah S2 jurusan matematika di Technological University di Meksiko.
Adhara sendiri bertekad untuk menyelesaikan studinya lalu bekerja di NASA. "Namaku diambil dari bintang dari rasi bintang Canis Major. Wezen persis di atas Adhara. Aludra tepat di bawah Adhara. Aku ingin pergi ke ruang angkasa dan menjajah Mars. Jia kamu tidak suka di mana kamu berada, bayangkan di mana kamu ingin berada. Aku melihat diriku sendiri di NASA, Jadi pantas dicoba," katanya.
Diketahui, kini Adhara tampil jadi model sampul majalah Marie Claire Meksiko. Dalam kesempatan itu keluarga menceritakan suka duka gadis tersebut menjadi anak yang pintar.
Adhara juga bercita-cita meneruskan kuliah di Universitas Arizona untuk belajar astrofisika. Sayangnya ia masih memiliki masalah dengan visa padahal sudah ditawarkan beasiswa di sana. Selagi dirinya belajar, gadis itu juga bekerja sama dengan Agensi Ruang Angkasa Meksiko untuk mempromosikan pendidikan matematika dan ruang angkasa kepada anak-anak perempuan. Ia pun mempersiapkan diri untuk menjadi orang autistik pertama yang bisa terbang ke luar angkasa. dsy/wlp
Editor : Desy Ayu