Bupati Jember Minta Pasar Modern Bisa Terima Produk Lokal

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Bupati Jember Hendy Siswanto. Foto: Pemkab Jember.
Bupati Jember Hendy Siswanto. Foto: Pemkab Jember.

i

SURABAYAPAGI.COM, Jember – Bupati Jember Hendy Siswanto berkomitmen untuk terus menggiatkan pertumbuhan ekonomi Kabupaten Jember. Salah satu langkah yang dilakukan yakni dengan memperluas pasar Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Pasalnya, menurutnya kunci kebangkitan ekonomi berada di sektor yang paling bawah. Maka dari itu, Hendy gencar menggelar event yang dapat mendatangkan banyak masyarakat cukup. Tentu saja dengan melibatkan pelaku UMKM sebagai pelaku usaha kecil yang menyiapkan jajanan atau pernak-pernik lainnya.

"Kita terus libatkan UMKM dalam kegiatan apa pun yang ada di Jember," kata Hendy, Minggu (1/7/2023).

Di samping itu, Bupati bersama Camat dan Kepala Desa (Kades) se-Jember juga turut berperan aktif dalam menyelenggarakan event yang melibatkan UMKM. Sehingga program pemberdayaan ekonomi melalui UMKM bisa meluas, tidak hanya mencakup daerah perkotaan.

Selain event, orang nomor satu di Kabupaten Jember itu juga bakal menyediakan tempat khusus untuk pelaku UMKM bisa memiliki peluang pasar yang besar. Salah satunya yakni rencana JSG sebagai tempat car free day (CFD).

"Kami sudah rencanakan JSG sebagai tempat CFD. Jadi, nanti di sana bisa menjadi sentra UMKM juga, tidak terpusat di alun-alun," ujarnya.

Kendati demikian, keberadaan pasar modern di Kabupaten Jember cukup mengancam pasar tradisional maupun UMKM yang saat ini tengah diperjuangkan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember.

Hal itu disebabkan karena keberadaan pasar modern berupa toko ritel berjejaring hingga pusat-pusat perbelanjaan tumbuh subur di tengah-tengah pasar tradisional dan toko-toko kelontong serta UMKM milik pemodal kecil.

Kondisi tersebut menyebabkan adanya persaingan yang tidak sehat dan memangkas peluang pasar tradisional dan toko kecil hingga kesulitan berkembang karena kalah saing.

"Jember itu sudah memiliki Perda Nomor 9 Tahun 2016 yang mengatur jarak antartoko atau pasar tradisional dan modern," ungkapnya.

Melalui perda tersebut, lanjutnya, Pemkab Jember bakal terus mengupayakan dan melindungi keberadaan usaha-usaha bermodal kecil. Seperti pemberlakuan jarak dan barang yang dijual tetap akan ada pengetatan untuk toko-toko modern. Hal itu bertujuan untuk melindungi keberlanjutan pelaku usaha bermodal kecil.

Tak hanya itu, pihaknya juga mendorong keberadaan produk UMKM agar bisa masuk ke toko berjejaring. Ia pun telah memberi imbauan kepada pasar modern agar bisa menerima produk lokal. Namun, perjanjian dalam pemasaran produk di toko modern tetap ada dalam wewenang pemilik toko modern.

"Pemilik toko modern sudah kami imbau untuk menerima produk UMKM Jember. Tapi, aturan perjanjian pemasaran produk tetap ada pada pemilik toko dengan tidak memberatkan pelaku UMKM," tutupnya. jbr

Berita Terbaru

Jurnalis Mojokerto Gelar Doa Bersama untuk 5 Wartawan Hilang Saat Liput Anak Krakatau

Jurnalis Mojokerto Gelar Doa Bersama untuk 5 Wartawan Hilang Saat Liput Anak Krakatau

Senin, 14 Sep 2026 16:46 WIB

Senin, 14 Sep 2026 16:46 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto – Keprihatinan mendalam atas belum ditemukannya lima wartawan dan tiga kru ekspedisi Anak Krakatau menggugah solidaritas insan pers …

Lawan Persiba di Surajaya, Kans Persela Amankan 3 Poin Cukup Terbuka

Lawan Persiba di Surajaya, Kans Persela Amankan 3 Poin Cukup Terbuka

Senin, 14 Sep 2026 16:45 WIB

Senin, 14 Sep 2026 16:45 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Skuad Persela Lamongan terus mematangkan persiapan, dan menjaga asa dalam lanjutan laga Penggadaian Championship 2026/2027, saat…

Unit Reskrim Polsek Kepanjenkidul Polres Blitar Berhasil Bekuk pelaku Curanmor

Unit Reskrim Polsek Kepanjenkidul Polres Blitar Berhasil Bekuk pelaku Curanmor

Senin, 14 Sep 2026 15:25 WIB

Senin, 14 Sep 2026 15:25 WIB

SURABAYAPAGI com, Blitar - Polsek Kepanjenkidul Wilayah Hukum Polres Blitar Kota, berhasil ungkap dan tangkap pelaku pencurian motor jenis Honda ADV warna…

Lamongan Night Carnival Tanpa Sound Horeg,  Mampu Menghibur  Masyarakat

Lamongan Night Carnival Tanpa Sound Horeg,  Mampu Menghibur  Masyarakat

Senin, 14 Sep 2026 15:23 WIB

Senin, 14 Sep 2026 15:23 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Lamongan Night Carnival (LNC) tahun kedua tanpa sound horeg kembali menyedot animo masyarakat. Bahkan ribuan warga merasa terhibur…

Refleksi Kejadian 5 Wartawan Hilang Kontak, PWI dan IJTI Ingatkan "Tidak ada Berita Seharga Nyawa"

Refleksi Kejadian 5 Wartawan Hilang Kontak, PWI dan IJTI Ingatkan "Tidak ada Berita Seharga Nyawa"

Senin, 14 Sep 2026 15:18 WIB

Senin, 14 Sep 2026 15:18 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Bertempat di Pendopo Alun-alun Lamongan, pada Senin (14/9/2026) pagi, sejumlah jurnalis yang tergabung di Persatuan Wartawan…

Bendera Hitam Kampung Pancasila, DPRD Surabaya: Harus Ada Indikator yang Objektif

Bendera Hitam Kampung Pancasila, DPRD Surabaya: Harus Ada Indikator yang Objektif

Senin, 14 Sep 2026 15:17 WIB

Senin, 14 Sep 2026 15:17 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyiapkan langkah tegas untuk mengawal keberhasilan program Kampung Pancasila. Perangkat daerah…