Teror Pocong Misterius Hantui Warga Rembang, Diduga Pesugihan, Polisi Sampai Turun Tangan

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Anggota Polsek Lasem patroli terkait teror penampakan pocong di Lasem, Rembang, Kamis (6/7/2023) malam. SP/ Kapolsek Lasem AKP Arief Kristiawan.
Anggota Polsek Lasem patroli terkait teror penampakan pocong di Lasem, Rembang, Kamis (6/7/2023) malam. SP/ Kapolsek Lasem AKP Arief Kristiawan.

i

SURABAYAPAGI.com, Rembang - Teror penampakan pocong di Kecamatan Lasem, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah (Jateng) membuat heboh warga hingga media sosial. Pasalnya salah satu rumah milik warga diketuk secara misterius pada malam hari.

Salah satu warga RT 02 RW 06, Dukuh Kranggan, Desa Sumbergirang dan Dukuh Demungan, Desa Jolotundo yang bernama Widodo mengaku dirinya melihat penampakan pocong di depan rumah tetangganya, dekat pohon jeruk. Selain dirinya, satu orang warga yang lainnya sebelumnya juga melihat teror yang sama di desanya.

"Yang melihat saya sama warga yang lain itu. Saya itu pas malam Rabu, sekitar jam 12 atau 1 malam. Pocongnya di dekat pohon jeruk ini, depan rumah tetangga saya ini. Lah saya lihatnya dari rumah saya kebetulan dekat. Saya ya kaget, terus saya panggil anak saya," kata Widodo, Senin (10/07/2023).

"Tapi setelah dikejar anak saya, itu pocongnya melompat ke arah situ (barat) di sekitar pohon-pohon pisang. Kalau satunya (warga satunya yang melihat) kelihatannya, itu sebelum saya," imbuh Widodo.

Widodo menduga penampakan pocong tersebut merupakan ulah oleh orang yang iseng. Sebab dari yang ia lihat, gerak-gerik penampakan pocong seperti orang yang menakut-nakuti.

"Kalau yang dari saya lihat itu sepertinya bukan asli. Orang iseng. Orang pocongnya itu kayak nakut-nakuti. Badannya digoyang-goyangkan ke kanan-kiri. Pas dikejar anak saya terus melompat-lompat ke sekitar pohon pisang. Pas dicari-cari terus nggak ada," jelasnya.

Pohon Pisang Warga Ditebang dan Dibakar

Akibat hebohnya teror penampakan pocong, Teguh mengatakan beberapa pohon pisang milik warga yang berada di lokasi menghilangnya penampakan pocong ditebang dan dibakar.

"Ini pohon pisangnya pada ditebang. Kan katanya kalau penampakan pocong itu kan kalau menempel pohon pisang 'kluthuk' itu dia langsung menghilang. Jadi pada ditebang ini," papar Teguh.

Muntiatun pemilik rumah yang dekat dengan lokasi munculnya penampakan pocong mengaku tidak bisa tidur nyenyak, semenjak ada teror penampakan pocong di desanya.

Ya takut nggak bisa tidur nyenyak. Ditambah yang rumahnya diketuk itu, jadi tambah takut kalau malam. Ini pohon pisang saya juga mau ditebang. Punya tetangga sudah ditebang. Gara-gara pocong pesugihan itu," terang Muntiatun.

Curiga, Teror Pocong Merupakan Pesugihan?

Selain itu, menurut Teguh Mardiono, tetangga Widodo, semenjak terjadinya teror penampakan pocong empat hari yang lalu, warga desa menjadi resah.

Pasalnya, kepercayaan warga tentang mitos yang meyakini kalau ada penampakan pocong biasanya adalah ulah oleh orang-orang yang mencari pesugihan.

"Ya jelas resah. Warga sini sampai berjaga-jaga. Sudah empat malam. Soalnya warga kan juga percaya mitos ya, kalau ada penampakan pocong, biasanya untuk menakut-nakuti, kalau ada yang kaget, itu yang jadi pocong hartanya bertambah," imbuhnya.

"Kalau mitosnya itu kan kalau orang ambil pesugihan macam-macam. Salah satunya teror pocong. Orangnya jadi pocong, menakut-nakuti orang. Nanti kalau ada yang kaget atau gimana itu yang jadi pocong hartanya bertambah," tambah Teguh.

Sementara itu, saat dimintai konfirmasi terkait sejumlah video yang merekam penampakan pocong yang beredar di pesan berantai dan medsos yang dinarasikan lokasinya di Desa Kranggan, Teguh menerangkan lokasi yang ada di video tidak identik dengan lokasi kejadian yang di desanya.

"Sepertinya kalau video yang viral itu, itu bukan di sini. Kemungkinan video lama. Ya itu (video) kan muncul setelah ramai kejadian yang penampakan pocong di sini," papar Teguh.

Sedangkan rumah yang diketuk misterius milik Tarmini, warga RT 04 RW 06 Dukuh Kranggan.

"Itu yang rumah saya ditotok itu pada malam Kamis, jam 12 atau satu itu. Karena kan sebelumnya ada kabar pocong itu. Terus ada yang totok pintu rumah saya, saya dan anak saya nggak berani keluar. Takut. Kalau notoknya cuman sekali saja, tapi suaranya jelas, itu pintu rumah saya," ungkap Tarmini.

Polisi Sampai Turun Tangan, Ikut Patroli Malam

Kapolsek Lasem AKP Arief Kristiawan mengatakan pihaknya sudah melakukan patroli di dua lokasi kejadian.

"Isu itu berawal dari berita yang kami peroleh dari masyarakat tanggal 6 Juli kemarin sekitar pukul 21.30 mendapat kabar bahwasannya di wilayah hukum kami tepatnya di Kranggan, Sumbergirang dan Demungan ikutnya Jolotundo. Kami langsung turun ke lapangan bersama rekan-rekan dan warga melaksanakan patroli yang ada informasi penampakan hantu pocong tersebut," ujar Arief.

Sementara terkait video penampakan pocong yang beredar dan dinarasikan lokasi kejadiannya di Dukuh Kranggan dan Demungan, kata Arief itu tidak benar. Sebab lokasi pengambilan video dengan lokasi kejadian penampakan pocong di dua desa di Lasem tidak sama.

"Berbekal video yang kami dapat kami cek dan kami cocokkan satu per satu, ternyata tempat yang kami dapati di Kranggan dan Demungan itu tidak identik dengan video yang beredar," tegas Arief.

Pihaknya mengimbau warga tidak perlu panik. Sebab dari kepanikan yang berlebihan itu nanti dikhawatirkan akan memicu para pelaku-pelaku kejahatan berbuat tindak pidana. dsy

Berita Terbaru

Genjot Pemeliharaan Jalan, Pemkot Surabaya Gelontor Anggaran Rp 40 M

Genjot Pemeliharaan Jalan, Pemkot Surabaya Gelontor Anggaran Rp 40 M

Minggu, 22 Feb 2026 18:31 WIB

Minggu, 22 Feb 2026 18:31 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus mempercepat penanganan jalan berlubang dengan mengerahkan sembilan tim Satuan Tugas…

DPRD Sidoarjo: Pedagang Kecil Sebagai Urat Nadi Ekonomi Kerakyatan Wajib Dihidupkan

DPRD Sidoarjo: Pedagang Kecil Sebagai Urat Nadi Ekonomi Kerakyatan Wajib Dihidupkan

Minggu, 22 Feb 2026 17:24 WIB

Minggu, 22 Feb 2026 17:24 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Sidoarjo - Penataan pedagang kaki lima (PKL) di ruas jalan momentum Car Free Day (CFD) alun alun Sidoarjo ke lapangan Mall Pelayanan Publik…

Hilang Sejak Rabu, Nenek di Blitar Ditemukan Membusuk di Sungai

Hilang Sejak Rabu, Nenek di Blitar Ditemukan Membusuk di Sungai

Minggu, 22 Feb 2026 16:39 WIB

Minggu, 22 Feb 2026 16:39 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Blitar - Ks (40) warga Desa Bululawang Kec Bakung Kabupaten Blitar dikejutkan dengan penemuan sesosok jasad wanita yang mengambang di alirang…

Forum Konsultasi Publik Ranwal RKPD Kota Mojokerto Tahun 2027, Wali Kota Tekankan Pentingnya Aspirasi Bottom-Up

Forum Konsultasi Publik Ranwal RKPD Kota Mojokerto Tahun 2027, Wali Kota Tekankan Pentingnya Aspirasi Bottom-Up

Minggu, 22 Feb 2026 16:18 WIB

Minggu, 22 Feb 2026 16:18 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Mojokerto - Pemerintah Kota Mojokerto menggelar Forum Konsultasi Publik Rancangan Awal (Ranwal) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun…

Ayo Ramaikan! Pasar Takjil Ramadhan 2026 Kembali Hadir di Pasar Ketidur Kota Mojokerto

Ayo Ramaikan! Pasar Takjil Ramadhan 2026 Kembali Hadir di Pasar Ketidur Kota Mojokerto

Minggu, 22 Feb 2026 16:16 WIB

Minggu, 22 Feb 2026 16:16 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Mojokerto - Pasar Takjil Ramadhan kembali hadir menyemarakkan bulan suci Ramadhan 1447 H/2026 di Pasar Rakyat Ketidur, Kecamatan Prajurit…

Pesona Sumber Takir, Destinasi Wisata di Tempeh yang Dikelilingi Pepohonan Hijau

Pesona Sumber Takir, Destinasi Wisata di Tempeh yang Dikelilingi Pepohonan Hijau

Minggu, 22 Feb 2026 15:03 WIB

Minggu, 22 Feb 2026 15:03 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lumajang - Destinasi wisata Sumber Takir, yang merupakan sebuah pemandian alami yang terletak di Dusun Krajan Barat, Desa Jokarto, Kecamatan…