Wakil Ketua DPRD Surabaya AH Thony Desak Pemkot Evaluasi Penyebab Over Supply Sampah di Surabaya

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Aktivitas pengelolaan sampah di Surabaya 
Aktivitas pengelolaan sampah di Surabaya 

i

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Permasalahan lingkungan khususnya pengolahan sampah menjadi perhatian Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Surabaya. Penumpukan sampah di lingkungan TPS-TPS masih belum juga teratasi,Lebih lebih menggunung melebihi kapasitas di TPA Benowo. 

Wakil Ketua DPRD Surabaya A Hermas Thony mendesak agar Pemkot Surabaya serius dalam pengelolaan sampah. Ia juga mendorong agar pengelolaan sampah di kota sekelas Surabaya harus terus memperhatikan lingkungan. 

"Diklaim bahwa sampah plastik menurun. Tapi disisi lain, sampah organik naik berlipat. Harus segera dilakukan langkah terukur dalam pengelolaan sampah ini," kata AH Thony, Selasa (25/7) kemarin. 

Menurut AH Thony, persoalan sampah yang seperti ini mestinya sudah selesai untuk ukuran Surabaya. Meskipun indeks  kualitas lingkungan hidup dalam Laporan Pertanggungjawaban wali kota 2022 kemarin dinyatakan baik. "Kenyataannya sampah masih menumpuk di TPA Benowo," katanya. 

Kenyataanya, setiap hari akan ada 1.600 ton sampah yang dikirim ke TPA Benowo. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) mengklaim bahwa ada penurunan sampah plastik hingga 2 ton per hari. Salah satunya karena diterapkannya aturan bebas kantong plastik di toko modern dan supermarket. 

Sementara dari total 1.600 ton sampah di TPA Benowo, 60 persennya adalah sampah organik dan sisa-sisa makanan. Melimpahnya sampah ini akan menjadi masalah serius jika sistem pengelolaannya manual, tidak maksimal dan tidak uptodate.  Jangan heran jika masih ada penumpukan sampah di lingkungan sekitar. 

Hingga siang, sampah di TPS tidak segera terangkut. Akibatnya, lingkungan dipertaruhkan karena kotor dan bau. Belum lagi masih ditemukan truk pengangkut sampah yang hanya ditutup terpal. Tidak kedap bau dan jorok melintas di sepanjang jalan hingga menuju TPA Benowo. 

AH. Thony mendesak agar Pemkot  segera mengkaji dengan serius pengelolaan sampah di Surabaya. Harus dilakukan evaluasi penyebab over supply sampah di kota Pahlawan. 

Menurutnya penumpukan sampah itu bukan fenomena biasa. Spirit mitigasi lingkungan harus dilakukan setiap saat. Tidak boleh hanya selesai pada tingkat seremoni publik.

Pimpinan DPRD ini mengingatkan bahwa Surabaya tidak boleh terjebak oleh zona nyaman dan merasa puas dengan  penghargaan-penghargaan pusat atas capaian lingkungan di kota ini. Pemkot harus meningkatkan ekspektasi dan target yang jauh lebih baik. 

"Pemkot harus punya data yang konkrit akan pengelolaan sampah dan penumpukannya. Harus uptodate dan terpercaya berdasarkan hasil identifikasi yg faktual tentang sumber, jenis, volume sampah dengan detail," tandas Thony. 

Alumnus UGM ini mendorong agar data detail sampah bisa diketahui. Mulai sampah itu milik siapa, dimana, hingga petugas dan DLH melakukan apa. Bahkan  jenis sampah hingga jumlahnya berapa harus detail agar bisa diambil langkah untuk kemanfaatannya. 

Pria asal Bojonegoro ini menyinggung bahwa kerapkali kita sering melihat keberhasilan usaha seseorang itu hanya dari keuntungannya. Tidak memasukkan variabel biaya untuk penghancuran limbah dan sampahnya. "Kalau biaya penghancuran dan hasilnya tak sebanding harus dievaluasi," kata Thony yang mulai mengembangkan teknologi sederhana penghancur sampah. 

Misalnya Surabaya saat ini telah mengadopsi pengelolaan sampah mutakhir. Namun hasilnya tak signifikan harus ditinjau ulang. Dia juga ingin memastikan pengelolaan sampah dengan mengembangkan pemberdayaan 600 bank sampah yang tersebar di seluruh pelosok kampung harus optimal. 

Sejauh ini, keberadaan bank-bank sampah tersebut mampu secara berkelanjutan terus menopang pengelolaan sampah. Thony berharap bank-bank sampah ini makin berdaya dan tidak malah mandek. "Intinya kalau sistem yang dipilih antara hasil dan biaya penghancuran limbahnya tidak sebanding, ya perlu di evaluasi. 

Yang tercanggih adalah Pemkot Surabaya bersama pihak ketiga telah mengembangkan pengelolaan sampah di TPA Benowo untuk diolah menjadi listrik. Ribuan ton sampah itu diubah menjadi listrik. Inilah Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTS) yang dikembangkan di Surabaya. 

Pengelolaan sampah bersama pihak ketiga itu akan menghasilkan listrik dengan kapasitas besar. Hingga saat ini, Wakil Ketua DPRD ini menantikan nilai manfaat dari PLTS di Benowo ini. "Masyarakat tentu akan menantikan inovasi yang luar biasa ini," katanya. 

Namun AH Thony seperti mendapat fakta berkebalikan. Pengembangan PLTS di TPA Benowo terpengaruh dengan jumlah sampah Surabaya disebut defisit sampah. Tapi sekarang kenyataanya sampah menumpuk. Logikanya ada proses penghancuran yang belum maksimal. 

Khusus untuk penghancuran sampah ini, Pemkot telah melibatkan masyarakat untuk untuk membantu proses pengolahan dan penghancuran sampah. Masyarakat dilibatkan dalam pembuatan kompos. Semua harus bergerak menanggulangi sampah. 

Khusus TPA Benowo, Thony masih ingat penumpukan sampah di Benowo menjadi polemik karena menimbulkan bau. Bahkan tuan rumah piala dunia kelompok usia menjadi pertaruhan juga. Sebab bau itu disebut sampai Gelora Bung Tomo (GBT). Tidak perlu saling menyalahkan. Saat ini sudah  berhasil dilakukan langkah antisipatif. 

AH Thony terus mendesak agar Perda sampah benar benar diterapkan. Agar semua persoalan sampah menjadi jelas.  Hal terkait sampah mulai dimana, seberapa, oleh siapa sampah-sampah itu bisa dihancurkan dan dimanfaatkan. Semua terkait pengelolaan sampah ini harus terukur. Alq

Berita Terbaru

Viral! 15 Rusa di Pendapa Kongas Arum Kusumaning Bangsa Terpantau Kurus, Diduga Alami Stress

Viral! 15 Rusa di Pendapa Kongas Arum Kusumaning Bangsa Terpantau Kurus, Diduga Alami Stress

Senin, 06 Apr 2026 13:53 WIB

Senin, 06 Apr 2026 13:53 WIB

SURABAYAPAGI.com, Tulungagung - Baru-baru ini area kebun binatang mini Pendapa Kongas Arum Kusumaning Bangsa Tulungagung mendapat sorotan tajam terkait…

Tekan Risiko Pergaulan Menyimpang, Kemenag Trenggalek Sigap Upayakan Literasi Gender

Tekan Risiko Pergaulan Menyimpang, Kemenag Trenggalek Sigap Upayakan Literasi Gender

Senin, 06 Apr 2026 13:26 WIB

Senin, 06 Apr 2026 13:26 WIB

SURABAYAPAGI.com, Trenggalek - Dalam rangka menekan pergaulan bebas yang menyimpang bagi remaja, Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Trenggalek…

Maraknya Kebijakan WFH, Pemkab Tulungagung Tetap Terapkan Wajib Masuk Kantor

Maraknya Kebijakan WFH, Pemkab Tulungagung Tetap Terapkan Wajib Masuk Kantor

Senin, 06 Apr 2026 13:24 WIB

Senin, 06 Apr 2026 13:24 WIB

SURABAYAPAGI.com, Tulungagung - Menindaklanjuti kebijakan Pemerintah Pusat terkait pelaksanaan Work From Home (WFH) untuk menghemat BBM imbas perang antara…

Heboh! Gelombang Keresahan Iklan Videotron 'Aku Harus Mati' di Surabaya, Kini Dicopot

Heboh! Gelombang Keresahan Iklan Videotron 'Aku Harus Mati' di Surabaya, Kini Dicopot

Senin, 06 Apr 2026 12:19 WIB

Senin, 06 Apr 2026 12:19 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Baru-baru ini warga Kota Pahlawan, Surabaya, Jawa Timur juga diresahkan dengan adanya videotron (iklan) promosi film horor…

Selama Angkutan Lebaran, KAI Daop 7 Madiun Berhasil Amankan Barang Tertinggal Senilai Puluhan Juta Rupiah

Selama Angkutan Lebaran, KAI Daop 7 Madiun Berhasil Amankan Barang Tertinggal Senilai Puluhan Juta Rupiah

Senin, 06 Apr 2026 12:03 WIB

Senin, 06 Apr 2026 12:03 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Sebagai wujud komitmen KAI Daop 7 Madiun kepada penumpang KA, tidak perlu khawatir jika barang barang miliknya tertinggal di kereta…

Talud Dermaga Telaga Ngebel Ambles hingga 15 Meter, Kerugian Ditaksir Capai Rp 20 Juta

Talud Dermaga Telaga Ngebel Ambles hingga 15 Meter, Kerugian Ditaksir Capai Rp 20 Juta

Senin, 06 Apr 2026 12:00 WIB

Senin, 06 Apr 2026 12:00 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ponorogo - Baru-baru ini hujan deras disertai angin kerap melanda daerah Jawa Timur, tak terkecuali di Kabupaten Ponorogo yang mengakibatkan…