Testimoni Finalis Miss Universe Soal Pelecehan Seksual

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

Finalis Miss Universe Lapor ke Polda Metro Jaya

 

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Sheren Simamora, salah satu finalis Miss Universe Indonesia memberi pengakuan mengejutkan. Ia mengakui, saat body check dengan kondisi telanjang, sebagian peserta memang ada yang difoto. Selain itu, Sheren juga mengaku bahwa di ruangan body check itu juga ada pria.

 "Dan kenapa t*l**j*ng? karna habis body check kita fitting evening gown buat final kena sensor atau nggak," tambah finalis yang masuk Top 15 itu.

Soal pria yang berada di ruangan yang sama, Sheren menyebut mereka adalah desainer dan asisten yang membantu pengepasan gaun di tubuhnya.

Sheren juga menyertakan sebuah pernyataan dari orang lain soal pengambilan foto saat pengecekan tubuh.

"Ini pengalaman dari temen aku. iya difoto, kenapa? Karna punya bekas jahitan dan di beberapa titik ada tatonya," ucapnya.

Untuk itu, kuasa hukum finalis Miss Universe Mellisa Anggraeni pada Senin (7/8/2023) kemarin melaporkan perbuatan dugaan adanya pelecehan terhadap para Finalis Miss Universe Indonesia.

"Kami akhirnya melaporkan perbuatan dugaan adanya pelecehan yang dilakukan terhadap klien kami," kata Mellisa Anggraeni, kuasa hukum korban di Polda Metro Jaya, Senin (7/8/2023). 

Mulanya Lakukan fitting Busana

Mellisa, mengatakan body checking dilakukan di sebuah ballroom hotel. Prosesnya, hanya tertutup banner dan juga gantungan baju.

"Ballroom, bisa kebayang kan ya gede, ada CCTV hanya dibuat sekat dari banner dan gantungan baju. Jadi mereka yang dari dalam bisa melihat dari luar," tambah Mellisa.

Mellisa menambahkan mulanya para finalis hanya diberi tahu akan melakukan fitting busana. Namun tanpa pemberitahuan, mereka justru melakukan pengecekan badan.

"Sebenarnya agendanya fitting, tetapi ada agenda yang mereka buat. Fitting-nya memang iya, tapi di luar itu ada tiba-tiba tanpa diagendakan," ujarnya.

Mellisa menyebut korban tertekan dalam proses pengecekan badan dengan kondisi tanpa busana dan disaksikan lawan jenis. Dia juga khawatir CCTV di ballroom hotel menangkap momen tersebut dan tersebar. 

Finalis Merasa Tertekan

"Kita bisa bayangkan bagaimana teman-teman kontestan mereka tertekan dalam situasi seperti itu," kata dia.

"Sejauh ini kita sih buktinya sudah sempat lihat tapi tersebarnya sejauh mana, biar pihak kepolisian yang menilai. Karena di dalam ballroom itu kan ada CCTV," imbuhnya.

Salah seorang finalis Miss Universe Indonesia 2023 buka suara soal dugaan skandal yang terjadi di kontes kecantikan itu. Di mana para finalis disebut difoto telanjang saat body check atau pemeriksaan tubuh.

Sheren Simaora, finalis yang mewakili Kaimantan Selatan itu mencoba mengklarifikasi isu yang beredar melalui Instagram Story akun pribadinya @sherensimamoraa

"Aku masuk body check disuruh muter (tanpa difoto). Katanya beberapa titik ada stretch mark aku udah tau, terus aku punya varises di kaki kanan... Itu semua dicatet di buku oleh kakak LO cwe," tulis Sheren soal prosedur yang dijalaninya jelang grand final Miss Universe Indonesia 2023, Kamis (3/8/2023). 

Pengalaman Temen Sheren

Sheren juga menyertakan sebuah pernyataan dari orang lain soal pengambilan foto saat pengecekan tubuh.

"Ini pengalaman dari temen aku. iya difoto, kenapa? Karna punya bekas jahitan dan di beberapa titik ada tatonya.

"Kami akhirnya melaporkan perbuatan dugaan adanya pelecehan yang dilakukan terhadap klien kami," kata Mellisa Anggraeni, kuasa hukum korban di Polda Metro Jaya, Senin (7/8/2023) kuasa hukum korban di Polda Metro Jaya, Senin (7/8/2023). 

Pelecehan Seksual

Laporan tersebut sudah teregister dengan nomor LP/B/4598/VII/2023 SPKT POLDA METRO JAYA. Terlapor dalam hal PT Capella Swastika Karya. Korban melaporkan atas Pasal 4, 5, dan 6 Undang-undang TPKS. Mereka juga menyertakan Pasal 14 dan Pasal 15 Undang-undang TPKS.

Mellisa mengatakan pelecehan seksual terjadi pada 1 Agustus yang lalu. Mellisa menjelaskan kliennya saat itu diminta menjalani pengecekan badan tanpa busana. Padahal, hal tersebut tidak ada dalam rangkaian acara.

"Sudah terjadi peristiwa yang sudah dibenarkan klien kami di mana mereka tanpa sepengetahuan, tidak ada informasi tidak ada dalam rundown tidak dikasih tahu body checking," ujarnya. 

Bukti Foto

"Body check tidak ada di rundown mereka ditodong, cukup membuat klien kami terpukul.

Ajang kompetisi yang harusnya meninggikan value perempuan justru diperlakukan sebagai objek," imbuhnya.

Mellisa mengatakan, dalam pelaporan tersebut, pihaknya turut menyertakan beberapa barang bukti yang berkaitan dengan pelaporan yang ada.

"Bukti dokumen surat foto dan video kami cukup terkaget melihat foto yang diambil mereka," imbuhnya.

Kini, finalis Miss Universe Indonesia (MUID) resmi laporkan PT Capella Swastika Karya atas dugaan pelecehan seksual di ajang MUID pada 1 Agustus lalu. Setidaknya ada 10 finalis yang melaporkan kejadian tersebut ke Polda Metro Jaya. n jk/erc/rmc

Berita Terbaru

DBMCKTR: Menunggu Penghitungan Retribusi, Izin PBG Perum Grand Zam-Zam Segera Terbit

DBMCKTR: Menunggu Penghitungan Retribusi, Izin PBG Perum Grand Zam-Zam Segera Terbit

Senin, 13 Apr 2026 15:40 WIB

Senin, 13 Apr 2026 15:40 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Bandeng Lele melontarkan kritik keras terhadap kinerja pihak-pihak terkait, dalam penanganan dugaan…

Siap Tampung 1000 Siswa, Progres Pembangunan Sekolah Rakyat Surabaya Tahap II Capai 45 Persen

Siap Tampung 1000 Siswa, Progres Pembangunan Sekolah Rakyat Surabaya Tahap II Capai 45 Persen

Senin, 13 Apr 2026 15:31 WIB

Senin, 13 Apr 2026 15:31 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Menindaklanjuti program terbaru Presiden Prabowo Subianto terkait Sekolah Rakyat (SR), saat ini untuk progres pembangunan Sekolah…

Hari Pertama Penerapan WFH, Pemkot Surabaya Tegaskan Pantau ASN Lewat Aplikasi ‘Kantorku’

Hari Pertama Penerapan WFH, Pemkot Surabaya Tegaskan Pantau ASN Lewat Aplikasi ‘Kantorku’

Senin, 13 Apr 2026 15:22 WIB

Senin, 13 Apr 2026 15:22 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Di hari pertama penerapan  work from home (WFH) pada Jumat (10/04/2026), Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menegaskan tetap …

Satgas MBG Trenggalek Bakal Beri Sanksi Suspend, Jika SPPG Abaikan Standar Standar Kualitas

Satgas MBG Trenggalek Bakal Beri Sanksi Suspend, Jika SPPG Abaikan Standar Standar Kualitas

Senin, 13 Apr 2026 15:04 WIB

Senin, 13 Apr 2026 15:04 WIB

SURABAYAPAGI.com, Trenggalek - Satuan Tugas (Satgas) Makan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Trenggalek dengan tegas menyatakan bahwa seluruh Satuan Pelayanan…

Satreskrim Polres Blitar Kota Bekuk Pengedar Uang Palsu Lembaran Rp100 Ribuan

Satreskrim Polres Blitar Kota Bekuk Pengedar Uang Palsu Lembaran Rp100 Ribuan

Senin, 13 Apr 2026 15:00 WIB

Senin, 13 Apr 2026 15:00 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Akhirnya Satreskrim berhasil bekuk pria berusia 50 tahun yang di duga pengedar uang palsu. Ditangkapnya seorang Pria setengah baya…

Bupati Subandi Sidoarjo Sidak RTLH, Serta Beri Bantuan Kursi Roda Warga Tak Mampu

Bupati Subandi Sidoarjo Sidak RTLH, Serta Beri Bantuan Kursi Roda Warga Tak Mampu

Senin, 13 Apr 2026 14:56 WIB

Senin, 13 Apr 2026 14:56 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo – Bupati Sidoarjo, H. Subandi, didampingi Dinas Sosial berkunjung ke Kecamatan Taman, untuk melihat secara langsung keberadaan warga …