Badai Matahari Dilaporkan Kian Memburuk, Bisa Berdampak ke Jaringan Internet dan Listrik

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Illustrasi badai matahari yang kian menguat hingga mencapai bumi. SP/ SBY
Illustrasi badai matahari yang kian menguat hingga mencapai bumi. SP/ SBY

i

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Badai Matahari dilaporkan semakin menguat dalam beberapa tahun terakhir. Selama ini, jumlah bintik matahari dan semburan matahari meningkat tajam karena medan magnet matahari semakin tidak stabil.

Bahkan, aktivitas Matahari terkini memang sedang mengalami peningkatan menuju puncak siklus Matahari yang memiliki periode 11 tahunan atau disebut siklus 11 tahunan Matahari (solar cycle). 

Siklus Matahari yang sekarang berlangsung adalah siklus ke-25 yang terjadi sejak Desember 2019 dan diperkirakan mencapai puncaknya pada Juli 2025. Peningkatan aktivitas Matahari itu ditandai dengan munculnya banyak bintik Matahari di permukaan Matahari atau sunspot. 

Jika diamati dari teleskop dengan filter khusus atau memakai kacamata Matahari, bintik Matahari itu akan terlihat seperti bintik-bintik hitam yang menggerombol di sejumlah tempat.

Jika peristiwa dahsyat seperti 1859 terjadi hari ini, maka akan menjadi bencana besar bagi manusia meski tak akan membunuh atau menghancurkan peradaban kita. 

Faktanya, peristiwa badai geomagnetik dahsyat tergolong cukup langka, dan cuaca antariksa mestinya bisa melindungi kita pada resiko terburuk.

Berkat magnetosfer, efek badai Matahari yang dirasakan tidak akan terlalu parah. Bahkan, badai radiasi Matahari yang paling parah pada Skala Cuaca Luar Angkasa NOAA hanya akan mempengaruhi astronot yang berada di luar angkasa, dan orang-orang yang berada di pesawat atau di garis lintang akan terpapar radiasi lebih tinggi.

Dr Ryan French peneliti dari National Solar Observatory mengatakan, badai Matahari sendiri disebabkan oleh lontaran massa koronal dan jilatan api Matahari, tetapi hanya yang paling kuat (di kelas X) yang dapat mencapai tingkat keparahan untuk menempatkannya dalam skala NOAA.

Fakta lainnya adalah sebagian besar suar sebenarnya tidak berbahaya bagi manusia. Suar Matahari hanya akan berdampak pada teknologi yang ada di Bumi dan luar angkasa.

Mereka dapat secara langsung mempengaruhi satelit, mengubah bentuk atmosfer, dan mengacaukan komunikasi. Orang-orang menyebutnya sebagai ‘kiamat internet’. Bahkan, suar yang lebih rendah, kelas-M, bisa mengacaukan teknologi komunikasi di Bumi.

“Dengan suar kelas M, yang saat ini kami hadapi beberapa kali dalam seminggu, Anda bisa mengalami pemadaman radio kecil, yang berarti bahwa di wilayah tertentu di belahan Bumi, komunikasi radio akan bekerja secara aneh,” jelasnya, dikutip Rabu (09/08/2023).

Akibatnya, badai Matahari yang memancarkan gelombang geomagnetik ini juga dapat menciptakan fenomena langit yang cantik, yakni yang dikenal dengan cahaya aurora di daerah kutub Bumi. 

Akan tetapi, fenomena badai Matahari juga dapat sangat merusak dan berbahaya, yakni dapat menyebabkan cuaca antariksa yang merusak, terutama menyebabkan gangguan satelit hingga jaringan internet. dsy

Berita Terbaru

Wujudkan Ketahanan Pangan Dampak Dinamika Global, Bupati Tulungagung Gatut Sunu Salurkan Bantuan CPP

Wujudkan Ketahanan Pangan Dampak Dinamika Global, Bupati Tulungagung Gatut Sunu Salurkan Bantuan CPP

Jumat, 10 Apr 2026 16:52 WIB

Jumat, 10 Apr 2026 16:52 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Tulungagung - Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo menyalurkan bantuan pangan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) kepada ribuan warga di…

Khofifah Dorong Percepatan Sertifikasi Tanah Wakaf, Cegah Sengketa dan Penyusutan Aset

Khofifah Dorong Percepatan Sertifikasi Tanah Wakaf, Cegah Sengketa dan Penyusutan Aset

Jumat, 10 Apr 2026 14:45 WIB

Jumat, 10 Apr 2026 14:45 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Jawa Timur memperkuat kolaborasi dengan pesantren, perguruan tinggi, dan masyarakat u…

Libatkan 56 Bidang Lomba, LKS Dikmen Jatim 2026 Perluas Kompetisi Lintas Jenjang

Libatkan 56 Bidang Lomba, LKS Dikmen Jatim 2026 Perluas Kompetisi Lintas Jenjang

Jumat, 10 Apr 2026 14:38 WIB

Jumat, 10 Apr 2026 14:38 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menutup Lomba Kompetensi Siswa (LKS) Pendidikan Menengah (Dikmen) Tingkat Provinsi Jawa …

Investasi Raksasa US$600 Juta di JIIPE Gresik, Industri Melamin Siap Dorong Ekonomi dan Efisiensi Energi

Investasi Raksasa US$600 Juta di JIIPE Gresik, Industri Melamin Siap Dorong Ekonomi dan Efisiensi Energi

Jumat, 10 Apr 2026 13:34 WIB

Jumat, 10 Apr 2026 13:34 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Gresik — Arus investasi besar kembali mengalir ke sektor industri kimia nasional. Pembangunan pabrik melamin senilai sekitar US$600 juta di J…

Kantor Imigrasi Klas II Non TPI Lakukan Operasi Wirawaspada

Kantor Imigrasi Klas II Non TPI Lakukan Operasi Wirawaspada

Jumat, 10 Apr 2026 13:30 WIB

Jumat, 10 Apr 2026 13:30 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Blitar-  Operasi Wirawaspada yang di gelar Kantor Imigrasi Blitar di wilayah kerjanya, mengawasi dengan sasaran  keberadaan dan aktivitas o…

Masinis KA 270B Malioboro dan Petugas KAI Gagalkan Upaya Bunuh Diri di Jalur KA Kertosono

Masinis KA 270B Malioboro dan Petugas KAI Gagalkan Upaya Bunuh Diri di Jalur KA Kertosono

Jumat, 10 Apr 2026 13:27 WIB

Jumat, 10 Apr 2026 13:27 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Blitar- PT Kereta Api Indonesia Daop  7 Madiun berhasil menggagalkan upaya Hara Kiri  yang dilakukan oleh seorang perempuan di jalur kereta a…