SURABAYA PAGI, Ponorogo– Satuan tugas (Satgas) Menu Bergizi Gratis ( MBG) Kabupaten Ponorogo bergerak cepat pasca terungkapnya praktik dugaan pembuangan limbah sembarangan yang terjadi di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi ( SPPG) Grogol Kecamatan Sawo yang dinaungi Yayasan Damadika Jawa Timur tersebut.
Sekretaris Satgas MBG Ponorogo Luhur Apidianto mengatakan, pihak telah menerima laporan terkait limbah lindi SPPG Grogol yang mencemari lingkungan warga setempat. Hal ini juga diperkuat dengan hasil sidak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Ponorogo beberapa waktu lalu yang menemukan pengelolaan IPAL di dapur MBG tersebut tidak sesuai standar.
“ Kami baru mengetahui informasi tersebut dari media sosial dan segera berkoordinasi dengan Ketua Harian dan Ketua Satgas,” ujarnya, Senin (20/07/2026).
Luhur megaku, pihaknya dalam waktu dekat akan melakukan pemanggilan terhadap yayasan Damidika Jawa Timur dan mitra SPPG Grogol terkait masalah ini. Pun terkait agenda Sidak untuk melihat proses pengelolaan IPAL di SPPG tersebut.
“ Langkah selanjutnya, kami panggil Kepala SPPG-nya, yayasannya. Kami jadwalkan untuk turun melakukan sidak langsung ke lapangan,” ungkapnya.
Diketahui sebelumnya, SPPG Grogol, Kecamatan Sawoo, mendadak jadi sorotan publik. Pasalnya, fasilitas penyokong program MBG yang belum genap sepekan beroperasi tersebut diduga membuang limbah cair sisa produksi secara sembarangan ke selokan warga.
Dugaan pencemaran lingkungan ini bermula dari unggahan viral di media sosial TikTok yang memperlihatkan air berwarna hitam pekat dan berbau menyengat mengalir dari dapur SPPG menuju drainase pemukiman.
Tak hanya menuai keluhan warga, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Ponorogo yang turun ke lokasi saat inspeksi mendadak (sidak) juga menemukan IPAL di lokasi tersebut belum memenuhi standar. roh
Editor : Redaksi