SURABAYAPAGI.com, Trenggalek - Sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan nilai tambah dari limbah peternakan yang sebelumnya kurang termanfaatkan secara optimal, Balai Ternak Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) di Desa Pringapus, Kecamatan Dongko, Kabupaten Trenggalek berhasil mengolah 50 kg kohe (kotoran hewan) menjadi pupuk organik berkualitas yang siap dipasarkan.
Sehingga, pengolahan kohe menjadi pupuk ini merupakan selain menghasilkan produk yang memiliki nilai jual, kegiatan ini juga memberikan dampak positif terhadap kondisi kandang ternak.
Pengelolaan kohe secara teratur mampu membantu mengurangi kadar amonia yang berasal dari kotoran hewan serta menekan tingkat kelembaban di area kandang. Manfaat lain yang dirasakan oleh para peternak binaan, yakni berkurangnya beban biaya operasional usaha ternak.
Sementara itu, untuk hasil penjualan pupuk organik dapat menjadi sumber pendapatan tambahan yang mendukung kebutuhan pemeliharaan ternak, termasuk membantu menutupi sebagian biaya pakan domba.
Perlu diketahui, Kohe atau kotoran hewan kambing dapat menjadi pupuk melalui tahap fermentasi terlebih dahulu karena kohe yang masih segar mengandung amoniak yang tinggi, sehingga bersifat panas.
Hal tersebut bisa membuat tanaman terbakar dan selama proses fermentasi juga berguna untuk mematikan biji gulma maupun patogen penyebab penyakit tanaman yang mungkin masih terdapat di dalam kohe tersebut. tr-02/dsy
Editor : Redaksi