Demo PMII Tolak Pertambangan Liar di Depan Kantor DPRD Jatim Sempat Ricuh

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) meminta DPRD Jatim untuk menindak tegas tambang liar. SP/Aini
Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) meminta DPRD Jatim untuk menindak tegas tambang liar. SP/Aini

i

 
SURABAYAPAGI, Surabaya - Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) gelar aksi penolakan terhadap pertambangan yang marak terjadi di Jawa Timur (Jatim), di depan kantor DPRD Provinsi Jatim, Surabaya, Rabu, (8/11/2023).
 
Aksi yang dihadiri perwakilan mahasiswa se-jatim itu datang dengan berbagai tuntutan untuk DPRD Prov Jatim beserta dinas terkait. 
 
Hasil pantauan Surabaya Pagi di lapangan, para mahasiswa dari berbagai kampus se-Jatim itu tiba di depan kantor DPRD tepat pukul 14.00. 
 
Ditengah cuaca panas kota Surabaya, tidak menyurutkan semangat kurang lebih ada 200 massa yang tergabung PMII Jatim itu suarakan kepeduliannya terhadap lingkungan dan ekosistem makhluk hidup lainnya.
 
"Kami berdiri disini meminta dengan tegas anggota DPRD khususnya komisi D untuk menolak segala aktivitas pertambangan liar yang bisa merusak lingkungan serta ekosistem keberlangsungan makhluk hidup," teriak penuh semangat membara, perwakilan dari PMII Jatim, di Surabaya, Rabu, (8/11/2023).
 
"Kami juga memohon kepada komisi D untuk menindak tegas tambang ilegal sesuai peraturan yang berlaku, dan lebih pro terhadap kehendak rakyat atas penolakan aktivitas pertambangan yang merugikan itu," imbuhnya. 
 
Tak hanya itu, PMII juga menuntut Komisi D untuk mengevaluasi kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jatim serta berkoordinasi kepada Kapolda Jatim untuk membrantas aktivitas tambang ilegal yang masih merajalela hingga merugikan banyak pihak terutama masyarakat sekitar area pertambangan.
 
Aksi PMII itu sempat ricuh, para mahasiswa menuntup lalu lintas area jalan Indrapura menuju perak kurang lebih hampir 20 menitan. 
 
Mereka juga mengelar aksi bakar-bakar sampai ditengah jalan Indrapura tersebut. Hal itu dipicu karena belum ada perwakilan dari DPRD yang menyambut aksi tersebut.
 
Para mahasiswa juga merusak pagar barikade kawat berduri yang dipasang oleh pihak kepolisian di depan pintu masuk kantor anggota dewan itu.
 
Aksi saling dorong itu, akhirnya bisa diredam ketika perwakilan komisi D dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Nur Azis. 
 
Azis pun menyambut positif aksi PMII dan dihadapan para mahasiswa, ia berusaha membantu sebagai penyambung lidah untuk penolakan aktivitas tambang liar demi kepentingan masyarakat dan lingkungan. 
 
"Aksi mereka positif, tentunya untuk koreksi kita bersama. Dalam rangka penyelamatan alam. Memang harus ada koreksi-koreksi dari elemen masyarakat mahasiswa ini supaya kita bisa menjadikan alam Indonesia seperti di UUD 1945 pasal 33 ayat 3. Itu alam bumi dan air itu adalah menjadi tanggung jawab pemerintah," kata Azis, kepada Surabaya Pagi, usai menemui para demostran. 
 
Azis membenarkan bahwa di Jatim masih marak pertambangan liar atau ilegal ini dan masih menjadi pekerjaan rumah (PR) beberapa elemen pemerintahan.
 
"Memang ada problem pertambangan (Ilegal). Tapi tidak semuanya begitu. Sampai hari ini saya juga masih menunggu hasil dari kepolisian karena itu unsur pidana. Jadi yang berhak menyidik itu pihak aparat kepolisian," terangnya.
 
Selain itu, pihaknya juga sudah berdiskusi dengan anggota komisi D permasalahan ini.
 
"Sudah dibicarakan di komisi D. Kita sudah berbicara dengan komisi D untuk berkomunikasi dengan pihak Polda maupun Polres untuk melakukan penertiban terkait ilegal," tandas Azis.
 
Ia juga sering melakukan koordinasi bersama dengan Dinas ESDM maupun pihak kepolisian tapi belum ada titik terang yang pasti.
 
"Sudah sering kita rapat koordinasi, secara umum kita rapat koordinasi dengan Dinas SDM, pernah kita bahas juga dan ini memang harus dilakukan penertiban penertiban ya. Misalnya ada orang lapak jualan, itu menyalahkan aturan," papar Azis.
 
"Kami berharap kepolisian segera lakukan penertiban penertiban yang ilegal itu," harapnya.
 
Sementara itu, pada aksi yang berlangsung hingga 2 jam itu, perwakilan PMII juga meminta kepastiaan dari pihak DPRD Jatim untuk menuntaskan permasalahan itu 7x24 jam. Yang mana dengan konsekuensi, pihak terkait yang menandatangi perjanjian yang dibuat PMII siap mundur dari jabatan, jika tidak ada titik terangnya.
 
"Oh ya, mekanisme tetap Harus jalan. Kita tanggapi positif saja lah mahasiswa itu," pungkas Azis dengan santai. ain/ana
Tag :

Berita Terbaru

PLN UID Jatim Gelar Senam Sehat Bersama di Darmo Free Day

PLN UID Jatim Gelar Senam Sehat Bersama di Darmo Free Day

Senin, 20 Jul 2026 20:35 WIB

Senin, 20 Jul 2026 20:35 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Dalam rangka menyemarakkan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke 81 tahun, PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Timur m…

Permintaan Rp100 Juta dari Polisi dan Rp150 Juta dari Kejaksaan Muncul di Sidang Tipikor Madiun

Permintaan Rp100 Juta dari Polisi dan Rp150 Juta dari Kejaksaan Muncul di Sidang Tipikor Madiun

Senin, 20 Jul 2026 19:42 WIB

Senin, 20 Jul 2026 19:42 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Kepala Dinas Pendidikan Kota Madiun Lismawati mengaku berutang Rp250 juta ke koperasi untuk memenuhi permintaan uang yang menurut k…

Memeriahkan HJL dan Bhayangkara, Lamongan Gelar Vespa Day 2026

Memeriahkan HJL dan Bhayangkara, Lamongan Gelar Vespa Day 2026

Senin, 20 Jul 2026 19:28 WIB

Senin, 20 Jul 2026 19:28 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Masih dalam rangkaian Hari Jadi Lamongan ke-457 serta Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026, PSLB (Paguyuban Scooterist Lamongan…

Maksimalkan Volume Irigasi, Waduk Gondang Akan Dikeruk

Maksimalkan Volume Irigasi, Waduk Gondang Akan Dikeruk

Senin, 20 Jul 2026 19:26 WIB

Senin, 20 Jul 2026 19:26 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Dalam rangka mendukung pemaksimalan volume irigasi untuk pertanian, Pemerintah Kabupaten Lamongan bersama Balai Besar Wilayah…

Peserta Walikota Cup 2026 Kolaps di Lapangan lalu Meninggal 

Peserta Walikota Cup 2026 Kolaps di Lapangan lalu Meninggal 

Senin, 20 Jul 2026 17:20 WIB

Senin, 20 Jul 2026 17:20 WIB

Diduga Serangan Jantung dan Lambatnya Penanganan Medis…

Buntut Limbah SPPG Grogol, Satgas MBG Ponorogo Ancam Panggil Yayasan dan Mitra

Buntut Limbah SPPG Grogol, Satgas MBG Ponorogo Ancam Panggil Yayasan dan Mitra

Senin, 20 Jul 2026 17:17 WIB

Senin, 20 Jul 2026 17:17 WIB

SURABAYA PAGI, Ponorogo– Satuan tugas (Satgas) Menu Bergizi Gratis ( MBG) Kabupaten Ponorogo bergerak cepat pasca terungkapnya praktik dugaan pembuangan limbah …