SURABAYAPAGI.COM, Surabaya – Sekretaris Jenderal Pimpinan Pusat Angkatan Muda Partai Golkar (PP AMPG), Ubaidillah, menilai pelaksanaan Pendidikan dan Pelatihan Daerah (Diklatda) PD AMPG Jawa Timur dapat menjadi proyek percontohan kaderisasi anak muda di lingkungan Partai Golkar. Hal itu disampaikan Ubaidillah saat menutup Diklatda PD AMPG Jawa Timur yang diikuti kader muda dari 38 kabupaten dan kota, Minggu 6/9/2026.
Menurut Ubaidillah, pelaksanaan diklat tidak hanya ditentukan oleh kualitas materi, tetapi juga kesiapan perangkat kerja, tata administrasi, serta metode pendidikan dan pelatihan yang diterapkan.
“Perangkat yang bekerja di sini, alhamdulillah, dapat bekerja dengan baik. Mulai dari tata administrasi sampai dengan pengelolaan diklat,” kata Ubaidillah.
Ia menjelaskan, pengelolaan diklat yang baik diperlukan untuk menciptakan suasana belajar yang nyaman. Dengan demikian, para peserta dapat memahami dan menginternalisasi materi yang diberikan selama kegiatan.
Materi tersebut selanjutnya diharapkan dapat diwujudkan dalam kerja nyata di tengah masyarakat sebagai bagian dari penerapan doktrin karya dan kekaryaan Partai Golkar.
“Teman-teman dapat menginternalisasi seluruh materi yang diberikan. Materi itu kemudian dapat diaktualisasikan dalam kerja-kerja nyata sebagai tindak lanjut dari doktrin karya dan kekaryaan,” ujar politisi asli Madura ini.
Ubaidillah optimistis Diklatda dapat meningkatkan kapasitas kader AMPG. Peningkatan kapasitas tersebut diyakini akan berpengaruh terhadap kemampuan, keterampilan, serta kualitas gagasan yang dihasilkan para kader muda. Bahkan ada peserta yang tidak lolos, lalu peserta terbaik sebagai bukti Diklatda ini tidak main-main dalam membangun kekuatan generasi muda Partai Golkar.
“Ketika kapasitas seseorang semakin meningkat, kemampuan dan keterampilannya juga akan meningkat. Inisiatif serta gagasan yang cemerlang akan lebih mudah kita jaring dan munculkan,” jelasnya.
Anak Muda Punya Posisi Strategis
Ubaidillah menegaskan, Partai Golkar menyadari besarnya potensi anak muda dan pemilih pemula dalam kehidupan demokrasi Indonesia. Jumlah pemilih muda yang mencapai sekitar 68 juta orang dinilai menjadi bonus demokrasi sekaligus kekuatan politik yang harus dirangkul.
Karena itu, Golkar disebut terus membuka ruang bagi keterlibatan generasi muda, baik dalam struktur kepengurusan maupun pencalonan pada kontestasi politik mendatang.
“Golkar sangat inklusif terhadap anak-anak muda. Saya yakin seluruh pimpinan partai memahami hal tersebut,” katanya.
Menurut Ubaidillah, generasi muda saat ini memiliki posisi strategis dan daya tawar yang kuat. Kondisi tersebut akan menjadi salah satu pertimbangan partai dalam menentukan kader yang akan mendapat kesempatan tampil pada Pemilu 2029.
Ia menyebut Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, telah memberikan arahan agar keterlibatan anak muda dalam struktur partai mencapai 40 persen.
“Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, telah memerintahkan agar 40 persen posisi diisi oleh anak-anak muda. Itu merupakan bentuk kesadaran struktural dari pimpinan partai,” tegasnya.
Ubaidillah mengakui masih terdapat tantangan berupa sikap apatis sebagian generasi muda terhadap politik. Namun, kondisi tersebut justru menjadi alasan AMPG memperkuat pendidikan politik melalui kegiatan diklat.
“Justru itulah yang menjadi tantangan. Mengapa kita mengadakan diklat? Diklat ini dilaksanakan untuk menjawab persoalan-persoalan tersebut,” ujarnya. rko
Editor : Redaksi