SURABAYAPAGI.com, Madiun - Menindaklanjuti fenomena keterbatasan lahan makam umum di sejumlah wilayah Kota Madiun mulai menipis, Pemerintah Kota (Pemkot) Madiun kini mulai memetakan sejumlah lokasi yang berpotensi digunakan sebagai area pemakaman baru. Salah satu alternatifnya, memanfaatkan tanah bengkok maupun aset kelurahan yang memungkinkan untuk dialihfungsikan menjadi lahan makam.
Adanya pemetaan lahan saat ini tengah dilakukan tim dari Sekretariat Daerah bersama Badan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD). Pasalnya, tanah bengkok menjadi salah satu aset yang dipertimbangkan untuk mengatasi kebutuhan lahan pemakaman. Sejumlah lokasi kini tengah dikaji sebelum ditetapkan sebagai area makam baru.
"Tentunya lahan-lahan hari ini sedang dilakukan mapping oleh tim dari Sekretariat Daerah dan juga BPKAD untuk penambahan beberapa titik lahan makam," jelas Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Madiun F. Bagus Panuntun, Minggu (06/09/2026).
Sehingga, dengan kebijakan penambahan lahan pemakaman tersebut dinilai mendesak. Sebab, kapasitas tempat pemakaman umum di beberapa kelurahan mulai terbatas.
Salah satu lokasi yang mulai dibidik berada di Kelurahan Manisrejo. Tepatnya di kawasan sekitar makam Pagu. Lokasi tersebut masuk dalam daftar titik yang direncanakan untuk mendapat tambahan area pemakaman. "Yang kemarin di Manisrejo, di wilayah makam Pagu, itu salah satu yang nanti akan ditambah," ujarnya.
Meski demikian, Bagus belum merinci luas lahan yang akan ditambahkan. Pemkot masih melakukan pemetaan dan kajian terhadap aset-aset yang berpotensi dimanfaatkan sebagai lokasi pemakaman baru. md-02/dsy
Editor : Redaksi