Tenun Maumere Dibanderol Rp 8 Juta per Kain, Primadona Pasar Domestik dan Asing

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Pengrajin sedang menenun kain warisan leluhur Maumere yang nantinya akan dipasarkan. SP/ NTT
Pengrajin sedang menenun kain warisan leluhur Maumere yang nantinya akan dipasarkan. SP/ NTT

i

SURABAYAPAGI.com, NTT - Doka Tawa Tana adalah sebuah sanggar tenun berlokasi di Desa Wisata Umauta Kabupaten Sikka, Maumere, Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) yang hasil tenunannya bisa dibanderol hingga Rp 8 juta per kain.

Kain warisan leluhur Maumere tersebut dibanderol mahal karena sarat akan sejarah. Kain tenun ini bahkan sudah ada jauh sebelum Indonesia merdeka. Filosofi motif kain tenun ini menggambarkan kehidupan manusia bak lautan.

"Ini turun-temurun, sudah lama jauh sebelum kemerdekaan 1945. Saya ini kurang lebih generasi ke-10," kata Ketua Sanggar Doka Tawa Tana, Cletus, Jumat (08/12/2023).

Tak hanya dilihat dari filosofi dan sejarahnya, kain tenun Doka Tawa Tana ini juga memanfaatkan kesuburan sumber daya alam di Flores untuk mendapatkan bahan pewarna kain ini. Para pengrajin melakukan proses pengerjaan secara manual, dari benang kemudian ditenun menggunakan tenun gendong menjadi kain hingga dijahit menjadi pakaian jadi.

Diketahui, terdapat kiranya 380 pengrajin kain tenun yang terlibat dalam pengerjaan tenun di Doka Tawa Tana. Selain sebagai sumber pendapatan, kegiatan menenun kain di Umauta telah menjadi budaya yang mendarah daging dan merupakan kegiatan yang bernilai mulia.

"Adat kita, perempuan wajib menenun, kalau hitungan mapannya seorang perempuan dilamar itu terhitung juga dari kemampuan untuk menenun. Motifnya teratur, tenunannya rapi, itu menjadi satu ukuran bagi seorang gadis untuk bisa dilamar. Pekerjaan ini turun temurun sampai sekarang kita masih menenun," kata Cletus.

Tak hanya kain, produk Doka Tawa Tana juga ada yang pakaian jadi. Untuk pakaian jadi bisa dibanderol Rp 1,5 sampai Rp 2,5 juta. Sedangkan untuk kain, ada yang dijual Rp 1 juta, dan paling mahal Kain Utan Welak dijual Rp 8 juta.

"Kami satu bulan untuk omzet kalau kondisi seperti sekarang bisa Rp 150-200 juta. Paling banyak bisa lebih dari itu, sebelum pandemi bisa sampai Rp 300-400 juta. Ini kita mulai lagi dari awal," kata Cletus.

Sementara itu, lebih lanjut, untuk pasar domestik, kain produksi Doka Tana Tawa sudah hampir ditemukan di seluruh daerah. Produk UMKM ini juga sudah menjamah pasar luar negeri, seperti Malaysia, Singapura, sampai Australia.

"Kami jualan online juga, tapi lebih ramai offline karena kampung kita jadi tujuan wisata. Domestik atau mancanegara banyak pengunjung yang datang juga kesana," pungkasnya. ntt-01/dsy

Berita Terbaru

Resmikan Landfill Mining TPA Ngipik, Bupati Gresik Dorong Transformasi Pengelolaan Sampah

Resmikan Landfill Mining TPA Ngipik, Bupati Gresik Dorong Transformasi Pengelolaan Sampah

Selasa, 24 Feb 2026 21:28 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 21:28 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Gresik – Upaya serius mengatasi persoalan sampah terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Gresik. Salah satu langkah konkret diwujudkan melalui p…

Menlu Jelaskan 8.000 Personel TNI Jaga Perdamaian

Menlu Jelaskan 8.000 Personel TNI Jaga Perdamaian

Selasa, 24 Feb 2026 19:40 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 19:40 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Pemerintah Indonesia menegaskan komitmennya untuk berkontribusi aktif dalam menjaga stabilitas dan perdamaian global melalui…

SBY Pesan, Indonesia Jangan Lugu

SBY Pesan, Indonesia Jangan Lugu

Selasa, 24 Feb 2026 19:38 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 19:38 WIB

Sejarah Perang Dunia II, Indonesia Tidak Terlibat Langsung Perang tapi Tetap Terdampak   SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Presiden RI ke-6 Susilo Bambang …

Yaqut Klaim Pembagian Kuota Jaga Keselamatan Jemaah

Yaqut Klaim Pembagian Kuota Jaga Keselamatan Jemaah

Selasa, 24 Feb 2026 19:36 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 19:36 WIB

Sidang Praperadilannya Dikawal Puluhan Banser. KPK tak Hadir, Ditunda 3 Maret      SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Eks Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas atau Gu…

Jaksa Tuding Penjualan Laptop Chromebook era Nadiem, Kayak Sedekah

Jaksa Tuding Penjualan Laptop Chromebook era Nadiem, Kayak Sedekah

Selasa, 24 Feb 2026 19:34 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 19:34 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Jaksa Penuntut Umum (JPU) heran dengan harga jual laptop Chromebook dari PT Hewlett-Packard Indonesia (HP) lebih murah daripada…

KPK Bahas Mitigasi Potensi Risiko Korupsi Program MBG dan Kopdes

KPK Bahas Mitigasi Potensi Risiko Korupsi Program MBG dan Kopdes

Selasa, 24 Feb 2026 19:33 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 19:33 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Mitigasi potensi risiko korupsi pada program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih, mulai dibahas Tim…