SurabayaPagi, Surabaya - Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olahraga serta Pariwisata (Kadisbudparpora) Surabaya bersama Anggota DPR RI Komisi XI Indah Kurnia kembali menggelar Festival Pop Singer Mandarin di Convention Hall ITC Mega Grosir Surabaya, Minggu malam, (10/12/2023).
Festival yang berlangsung mulai 8-10 Desember 2023 itu mengambil tema 'Keberagaman Itu Indah' yang diikuti oleh ratusan peserta dari seluruh Indonesia.
Pada acara ini, para peserta berlomba untuk unjuk kebolehan dalam tarik suara untuk memperebutkan Piala Walikota Surabaya dengan membawakan lagu berbahasa Mandarin.
DPR RI Komisi XI Indah Kurnia yang juga kordinator acara Festival Pop Singer Mandarin dalam sambutannya mengungkapkan bahwa acara ini merupakan gelaran yang ke-11 yang diadakan di Kota Surabaya.
Indah menjelaskan bahwa meski sempat vakum selama empat tahun akibat pandemi covid-19, Festival Pop Singer Mandarin masih didambakan para pecinta musik mandarin.
"Dan kita kembali ditempat dimana sudah tidak pernah digunakan kembali selama empat tahun dengan kondisi apa adanya dan tetap seperti ini," Ujar Indah.
Indah menyebut sebanyak 207 peserta yang tersebar dari penjuru Indonesia seperti, Jogja, Bali, Pontianak, Medan, Jakarta, dan sebagainya masih sangat antusias meramaikan kegiatan tahunan tersebut.
Pada kesempatan ini, Indah mengucapkan terima kasih kepada dewan juri yang bertugas. Menurutnya, tanpa juri yang kredibel dan profesional, Festival Pop Singer Mandarin tidak dapat menghasilkan peserta yang berkualitas.
"Dan inilah kerinduan kita untuk bersama-sama, karena kita sepakat bahwa kebersamaan dan keberagaman yang ada itu sangat indah. Acara ini merupakan acara gotong royong, yang semuanya berasal dari kita, dikelola oleh kita, dan dikembalikan lagi oleh kita," tandasnya
Tak ketinggalan, Walikota Surabaya Eri Cahyadi yang hadir juga turut meramaikan gelaran yang tidak hanya diikuti oleh warga keturunan Tionghoa, namun juga dipenuhi oleh warga dari suku lainnya.
Eri mengungkapkan bahwa nantinya gelaran Festival Pop Singer Mandarin kedepannya akan di buat menjadi kalender tahunan Kota Surabaya.
"Insyaallah, nantinya acara ini menjadi bagian dari memeriahkan HUT Kota Surabaya. Yang untuk kedepannya, siapapun yang nantinya akan menjadi walikota, gelaran ini akan tetap terus berlanjut," Ujarnya.
Dalam sambutannya, Eri menyebut bahwa Kota Surabaya merupakan kota yang penuh akan rasa toleransi yang tinggi.
"Ketika kita merebut kemerdekaan, bukan dari suku ras jawa saja, melainkan juga dari suku, agama, dan banyak yang lainnya. Dan ini menunjukan bahwa dengan adanya suku mandarin ini, maka disinilah kota Surabaya ini merupakan kota yang terbuka, dan toleran," Ungkap Eri Cahyadi.
Eri berharap, dengan adanya piala walikota pada gelaran Festival Pop Singer Mandarin ini, maka keberagaman ini yang akan membawa Kota Surabaya menyongsong perubahan untuk Indonesia.
"Dan gelaran ini diharapkan dapat memupuk tali persaudaraan kita tanpa melihat suku dan agama kita.Karena saya yakin semua yang hadir disini, hanya satu kekuatan kita, yaitu NKRI harga mati," Pungkasnya.
Festival Pop Singer Mandarin ini menjadi gelaran penting dalam menjaga keberagaman Indonesia dan mempererat persatuan antara masyarakat Indonesia dari berbagai latar belakang budaya.
Di tempat terpisah, Direktur Utama PT Indal Alumunium Industry sekaligus bos Maspion Group Alim Markus memberikan apresiasinya pada gelaran Festival Pop Singer Mandarin.
"Semoga acara ini bisa menjadi wadah bagi generasi bangsa untuk meraih prestasi di bidang seni suara dengan apresiasi Walikota Surabaya," Ujar Alim.
Tak lupa di akhir sambutannya, Alim Markus juga memberikan jargon yang terkenal dari maspion, yaitu Cintailah Produk Produk Indonesia. Byb
Editor : Redaksi