Khofifah-Emil Ingin Tanduk Pilgub Lagi

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Khofifah Indar Parawansa dan Emil Elestianto Dardak menghadiri zikir dan doa sambut 2024 di Masjid Al-Akbar Surabaya. SP/Aini
Khofifah Indar Parawansa dan Emil Elestianto Dardak menghadiri zikir dan doa sambut 2024 di Masjid Al-Akbar Surabaya. SP/Aini

i

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Masa jabatan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak yang awalnya berakhir 31 Desember 2023, kini mundur hingga 13 Februari 2024. Ini setelah adanya putusan Mahkamah Konstitusi pada 15 Desember 2023 lalu. Meski begitu, pada malam menjelang tahun baru 2024, Khofifah meminta doa restu untuk bisa maju kembali di Pilgub Jatim 2024 bersama Emil Dardak.

"Seharusnya, saya dan Pak Wagub, pada 31 Desember 2023 mengakhiri masa jabatan kami. Tapi kemudian, 15 Desember kemarin, ada Putusan MK, yang menyebut kalau masa jabatan Gubernur dan Wagub Jatim berakhir 13 Februari 2024. Untuk itu, kami mohon doa dan pangestu panjenengan, kami inshaAllah, berdua akan maju kembali di proses Pilgub tahun depan. Semoga semuanya berseiring ridho dan barokah Allah," kata Khofifah Indar Parawansa saat menghadiri Dzikir, Doa, dan Sholawat Bersama menyambut Tahun Baru 2024, di Masjid Al-Akbar Surabaya, ditemani Emil Dardak.

Wagub Jatim Emil Dardak sendiri dalam refleksinya menyatakan kekaguman atas 2 kunci kesejahteraan Jatim yang dipegang Gubernur Khofifah, yaitu bekerja dan berdoa.

"Sejak 2019 sampai akhir 2023 di pergantian tahun ini saya mendampingi bu Khofifah saya bisa berkata hampir tidak ada istirahatnya beliau dalam dua hal, bekerja dan berdoa untuk kita semua," ujar pria yang juga Ketua DPD Partai Demokrat Jatim ini.

Emil menyatakan bahwa bekerja dan berdoa menjadi kunci Jatim dalam melewati berbagai tantangan dalam periode kepemimpinan Khofifah-Emil. Karena itu, dia pun sekaligus mengharapkan doa serta dukungan segenap masyarakat Jatim untuk kepemimpinan Khofifah-Emil jilid II kelak.

"Ini yang Alhamdulillah membantu kita lewati berbagai cobaan, pandemi COVID-19 hingga cuaca sulit. Tapi berkat doa dari kesulitan itu ada banyak keberkahan untuk masyarakat Jatim. Saya sebagai pendamping beliau (Khofifah) merasa bersyukur bisa menyaksikan dari dekat ikhtiar beliau dan semoga kami dapat terus mengupayakan yang terbaik untuk Jawa Timur selanjutnya," harap Emil.

Ia pun melanjutkan bahwa ikhtiar kerja cerdas bersama Gubernur Khofifah senantiasa diiringi oleh bukti nyata. "Beliau memberseiringinya dengan tidak henti-hentinya mendoakan kita. Wayahe anak-anak ujian beliau mendoakan, dan tirakad dari seorang pemimpin itu hasilnya luar biasa. Jatim selalu menjadi yang paling unggul diterima di PTN, memenangkan olimpiade, bahkan juara MTQ. Bahkan tidak hentinya beliau menyemangati segenap insan Pemprov bahwa tidak ada ikhtiar lengkap tanpa doa. Semoga Bu Khofifah selalu diberi kesehatan dan keberkahan," ucapnya.

 

Khofifah Terlalu Kuat

Pernyataan Khofifah dan Emil untuk maju Pilgub Jatim 2024 mendatang, pun dinilai keunggulan nama sosok Khofifah yang masih terlalu kuat dari calon-calon lain, yang hingga kini masih belum muncul.

Apalagi, Khofifah sendiri hingga 1 Januari 2024, secara resmi sudah ada empat partai politik yang mengusung Khofifah dan Emil untuk maju di Pilgub Jatim 2024. Yakni Partai Gerindra, Partai Amanat Nasional, Partai Demokrat, dan Partai Golkar. Sementara, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang pada Pilgub Jatim 2018 juga mengusung Khofifah, tetap memberikan sinyal mendukung Khofifah.

Menurut hasil survei terbaru dari lembaga survei Accurate Research and Consulting Indonesia (ARCI), bahwa elektabilitas Khofifah masing yang tertinggi dan terlalu kuat untuk cagub Jatim 2024.

"Khofifah tertinggi, dan unggul sangat jauh dari nama-nama lain," kata Direktur ARCI, Baihaki Sirajt, kepada Surabaya Pagi, Senin (1/1/2024).

Baihaki menyebut, tren elektabilitas Khofifah semakin naik usai menerima rekomendasi Cagub Jatim 2024 dari empat partai politik besar. "Dari awalnya di angka 30 sampai 35 persen. Kini naik di angka 38 persen dan sudah mendekat 40 persen," beber Baihaki.

Baihaki mengatakan, figur yang memiliki elektabilitas terdekat dengan Khofifah ialah Emil Dardak. Namun, dalam beberapa kesempatan, kata Baihaki, Emil cenderung siap menjadi Cawagub Jatim 2024 mendampingi Khofifah.

"Emil sudah jelas sikapnya ingin menjadi wakil dari Khofifah. Praktis yang terdekat selanjutnya adalah kader-kader dari PDIP yang masuk jajaran 5 besar," jelasnya.

 

Risma Digadang-gadang Lawan Khofifah

Ada 3 nama kader PDIP yang berpotensi menjadi lawan Khofifah di Pilgub Jatim 2024. Yakni Ahmad Fauzi, Eri Cahyadi hingga Tri Rismaharini.

"Tren Risma cukup menarik karena mulai muncul kembali akhir-akhir ini. Fauzi juga terus bergerak untuk menjaga peluang di Pilgub Jatim 2024. Ada juga Eri Cahyadi yang masuk radar," jelasnya.

"Ketiga nama dari PDIP ini berpotensi menjadi lawan dari Khofifah di Pilgub Jatim 2024. Apalagi, PDIP juga belum menentukan sikap di Pilgub Jatim 2024, bersama dengan PKB yang notabene dua partai terbesar di Jatim saat ini," tambahnya.

Selain itu, muncul nama-nama ketua partai di Jatim seperti Ketua Gerindra Jatim Anwar Sadad, Ketua Golkar Jatim Sarmuji hingga Ketua PKB Jatim Abdul Halim Iskandar.

"Kalau Gerindra dan Golkar kan sudah jelas memberi rekom ke Khofifah, tinggal bagaimana PKB. Mungkin saja jika nanti PKB bisa satu perahu penuh akan menurunkan gaco sendiri di Pilgub Jatim 2024," tandasnya.

 

Dukungan Jaringan Kiai dan Santri

Jaringan Kiai dan Santri Nasional (JKSN) menyatakan dukungannya terhadap pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Jawa Timur Khofifah-Emil. Dukungan ini dipanjatkan lewat doa dalam Konsolidasi JKSN 2023 pada Sabtu (30/12/2023) lalu, di Ponpes Unggulan Ammanatul Ummah Surabaya.

Doa bersama yang dipimpin pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah sekaligus Dewan Pemimpin JKSN KH Asep Saifuddin Chalim itu berlangsung dengan khidmat.

Atas dukungan ini, Wagub Jatim, Emil Elestianto Dardak menunjukkan apresiasinya kepada JKSN. Terutama untuk Khofifah-Emil yang akan melanjutkan kepemimpinannya di Jawa Timur. "Suatu kehormatan bahwa Kyai Asep mendoakan pasangan Khofifah-Emil agar diberi keberhasilan di pemilihan mendatang," ujar Emil. ain/rko/rmc

Berita Terbaru

Thom Haye Curhat Diteror

Thom Haye Curhat Diteror

Senin, 12 Jan 2026 19:48 WIB

Senin, 12 Jan 2026 19:48 WIB

Digaji Persib Rp 750 Juta per Bulan      SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Thom Haye curhat di media sosial, usai membantu Persib Bandung mengalahkan Persija Ja…

Pemerintah Iran Anggap Pendemo Ayatollah "Musuh Tuhan”

Pemerintah Iran Anggap Pendemo Ayatollah "Musuh Tuhan”

Senin, 12 Jan 2026 19:43 WIB

Senin, 12 Jan 2026 19:43 WIB

Mata Uang Rial Iran Turun 40 Persen Dorong Inflasi Harga Pangan hingga 70 Persen    SURABAYAPAGI.COM, Teheran - Militer Iran menegaskan bakal membela k…

Prabowo Saksikan Seorang Siswa Beri Aba-aba Makan MBG

Prabowo Saksikan Seorang Siswa Beri Aba-aba Makan MBG

Senin, 12 Jan 2026 19:38 WIB

Senin, 12 Jan 2026 19:38 WIB

Saat Peresmian 166 Sekolah Rakyat Secara Serentak di Banjarbaru, Kalsel      SURABAYAPAGI.COM, Banjarbaru - Presiden Prabowo Subianto tiba di Sekolah Rakyat …

Bulog tak Percaya Harga Beras Naik Jelang Lebaran

Bulog tak Percaya Harga Beras Naik Jelang Lebaran

Senin, 12 Jan 2026 19:36 WIB

Senin, 12 Jan 2026 19:36 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, mengklaim harga beras di lapangan tetap stabil dan sesuai Harga Eceran Tertinggi…

Direktur Jenderal Pajak Malu

Direktur Jenderal Pajak Malu

Senin, 12 Jan 2026 19:29 WIB

Senin, 12 Jan 2026 19:29 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Dampak tiga Pegawai Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Madya Jakarta Utara ditangkap oleh KPK, langsung menampar Direktorat Jenderal…

Hakim Minta JPU Serahkan Hasil Audit, Jaksa Ngeyel

Hakim Minta JPU Serahkan Hasil Audit, Jaksa Ngeyel

Senin, 12 Jan 2026 19:26 WIB

Senin, 12 Jan 2026 19:26 WIB

Eksepsi terdakwa eks Mendikbudristek Nadiem Makarim Ditolak     SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Majelis hakim Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat meminta jaksa m…