Pejabat Terkait Saling Lempar Tanggungjawab

Bupati Lamongan PHP Guru Madin, Tahun 2023 Sudah Lewat, Dana Insentif Belum Dicairkan

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Para Guru Madin saat mengikuti Bimbingan teknis yang digelar pada Rabu, (15/11/2023) di Gedung Budi Luhur Convention Hall lalu 

FOTO:SP/MUHAJIRIN
Para Guru Madin saat mengikuti Bimbingan teknis yang digelar pada Rabu, (15/11/2023) di Gedung Budi Luhur Convention Hall lalu FOTO:SP/MUHAJIRIN

i

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Ribuan guru Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT) Kabupaten Lamongan harus gigit jari. Harapan bantuan dana insentif cair akhir tahun hanya isapan jempol. Bahkan sampai ganti tahun pun bantuan itu tak kunjung dicairkan. Kondisi yang demikian ini menguatkan kalau bupati Yuhronur Efendi selama ini terkesan PHP (Pemberian Harapan Palsu) kepada guru Madin sampai hari ini.

Dana insentif senilai Rp 900 ribu sekali dalam setahun, yang hingga tutup tahun tak kunjung dicairkan tersebut, seyogyanya akan diberikan untuk 6.600 guru Madin Pondok Pesantren dan TPQ -TPQ yang tersebar di 27 Kecamatan.

Abdul Ghoni Bendahara Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) Kabupaten Lamongan, saat dihubungi surabayapagi.com, Minggu, (7/1/2024) membenarkan kalau bantuan itu belum cair. Hanya saja kata Gus Ghoni panggilan akrabnya, usai adanya pemberitaan itu syarat-syarat berkas pencairan diminta untuk segera dilengkapi."Iya mas memang belum cair, tapi oleh Dinas Pendidikan kami sudah diminta untuk melengkapi berkas persyaratan pencairan, dan saat ini masih dalam proses,"ujarnya.

Disebutkan olehnya, kalau berkas persyaratan pencairan sudah dipenuhi oleh guru Madin, infonya tidak lama lagi dan insentif itu akan dicairkan. "Info yang saya terima seperti itu, kalau berkas pencairan sudah dilengkapi tidak lama lagi akan cair," ujar Ghoni sambil menyebutkan kalau dirinya tidak bisa memastikan insentif itu cairnya kapan.

Namun anehnya, dalam hal ini ada ketidaksinkronan dan tidak kompaknya statemen yang disampaikan oleh pejabat terkait progres rencana pencairan dana insentif, antara FKDT, kepala Dinas Pendidikan selaku leding sector hingga BPKAD selaku bendahara kabupaten.

Pihak FKDT menyebutkan persyaratan baru diproses dan dilengkapi para guru usai diberitakan surabayapagi.com. "Masih proses melengkapi persyaratan pencairan usai ada perintah dari Dinas Pendidikan usai adanya pemberitaan," terangnya.

Di sisi lain, Kepala Dinas Pendidikan Munif Syarif mengaku berkas persyaratan untuk pencairan bantuan dana insentif sudah di meja Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD). "Kemarin sudah saya ajukan, terkait kendala apa sebaiknya konfirmasi ke pak Khusnul ae bos," kata Munif Panggilan Akrab Kadis Pendidikan melalui WhatsApp yang diterima surabayapagi.com.

Terpisah Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), Khusnul Yaqin dihubungi mengaku sampai saat ini belum ada berkas pengajuan untuk guru Madin ke mejanya, meskipun uang daerah juga belum ada. "Belum ada berkas yang masuk, dan uang juga belum ada," terangnya.

Saat didesak kalau berkas sudah lengkap, apa dana insentif itu akan dicairkan, Khusnul menjawab dengan diplomatis kalau itu sudah direncanakan bahkan dijanjikan idealnya harus dicairkan, itupun kalau uangnya ada. "Sampai sekarang uangnya tidak ada," akunya tegas tanpa menyebutkan dan menjanjikan kapan dan itu akan dicairkan.

Seperti diberitakan sebelumnya, ribuan guru Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT) Kabupaten Lamongan menagih janji bupati Yuhronur Efendi atas komitmen untuk mencairkan dana insentif senilai Rp 900 ribu sekali dalam setahun, yang hingga tutup tahun dana tersebut tak kunjung dicairkan.

Padahal dana itu sangat diharapkan oleh guru Madin bisa cair sebelum tutup tahun yang kurang hitungan hari ini. "Tentu kami di pihak guru Madin sangat berharap dana insentif itu bisa cair akhir tahun ini," harapnya.

Bahkan sebelumnya Abdul Shomad ketua Komisi D, DPRD Kabupaten Lamongan juga mendesak kepada bupati agar segera mencairkan dana insentif itu tepat waktu, setidaknya pada akhir tahun 2023, namun desakan itu teryata tidak hiraukan oleh Pemerintah Daerah dalam hal ini bupati, nyatanya dana insentif itu hingga saat ini masih belum cair.jir

Tag :

Berita Terbaru

Ormas Gerakan Lingkungan Dukung Kortastipidkor Polri Tegakkan Hukum Tanpa Pandang Bulu

Ormas Gerakan Lingkungan Dukung Kortastipidkor Polri Tegakkan Hukum Tanpa Pandang Bulu

Jumat, 10 Jul 2026 21:13 WIB

Jumat, 10 Jul 2026 21:13 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Gerakan untuk Lingkungan, Rusdi Legowo, menyatakan dukungan penuh terhadap langkah Korps Pemberantasan…

Di Tengah Efisiensi Anggaran, Fraksi DPRD Pertanyakan SILPA Rp154,7 Miliar

Di Tengah Efisiensi Anggaran, Fraksi DPRD Pertanyakan SILPA Rp154,7 Miliar

Jumat, 10 Jul 2026 19:50 WIB

Jumat, 10 Jul 2026 19:50 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Besarnya Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SILPA) Tahun Anggaran 2025 sebesar Rp154,79 miliar di tengah kebijakan efisiensi anggaran …

Sidang Kasus Maidi: Sekda Soeko Akui Minta Rp.50 Juta ke Thariq Megah 

Sidang Kasus Maidi: Sekda Soeko Akui Minta Rp.50 Juta ke Thariq Megah 

Jumat, 10 Jul 2026 19:11 WIB

Jumat, 10 Jul 2026 19:11 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Madiun Soeko Dwi Handiarto mengakui pernah meminta uang sebesar Rp50 juta kepada mantan Kepala Dinas …

APROKI Ungkap Tantangan Sektor Konstruksi Jatim Serap hingga 210 Ribu Pekerja

APROKI Ungkap Tantangan Sektor Konstruksi Jatim Serap hingga 210 Ribu Pekerja

Jumat, 10 Jul 2026 18:47 WIB

Jumat, 10 Jul 2026 18:47 WIB

SurabayaPagi, Surabaya - Industri konstruksi di Jawa Timur tak hanya menjadi penggerak pembangunan infrastruktur, tetapi juga berperan besar dalam menciptakan…

APCI Tolak Kemasan Rokok Seragam, Sebut Ancam Nasib 1,5 Juta Petani Cengkeh

APCI Tolak Kemasan Rokok Seragam, Sebut Ancam Nasib 1,5 Juta Petani Cengkeh

Jumat, 10 Jul 2026 18:44 WIB

Jumat, 10 Jul 2026 18:44 WIB

SurabayaPagi, Surabaya - Rencana pemerintah menerapkan kebijakan penyeragaman kemasan rokok kembali menuai penolakan. Kali ini, keberatan datang dari Asosiasi…

Reputasi Digital Tak Boleh Jadi Alasan Menghapus Karya Jurnalistik

Reputasi Digital Tak Boleh Jadi Alasan Menghapus Karya Jurnalistik

Jumat, 10 Jul 2026 18:42 WIB

Jumat, 10 Jul 2026 18:42 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Upaya menjaga reputasi digital semakin marak dilakukan di tengah mudahnya informasi ditemukan melalui mesin pencari. Namun, permintaan …