Pemkab Banyuwangi Gelar Operasi Pasar Secara Bergilir

author surabayapagi.com

- Pewarta

Rabu, 21 Feb 2024 19:39 WIB

Pemkab Banyuwangi Gelar Operasi Pasar Secara Bergilir

SURABAYAPAGI.COM, Banyuwangi - Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, menggelar operasi pasar khusus beras di 25 kecamatan secara bergiliran dan terjadwal sebagai respons terhadap kenaikan harga beras di pasaran.

Pada Rabu (21/2), operasi pasar atau pasar murah kolaborasi Pemkab Banyuwangi dan Bulog tersebut digelar di dua lokasi, yakni kawasan Pasar Banyuwangi dan Pasar Sempu (Kecamatan Sempu).

Baca Juga: Operasi Pasar Murah Efektif Turunkan Harga Bapok

"Ini merupakan inisiasi dan kolaborasi antara Bulog dan Pemkab, menghadapi naiknya harga beras di pasaran. Semoga membantu warga untuk bisa membeli beras dengan harga yang terjangkau," ujar Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani di sela meninjau pelaksanaan operasi pasar di Pasar Banyuwangi, Jawa Timur. 

Ia menyebutkan, di Pasar Banyuwangi selain disiapkan  3,5 ton beras juga tersedia 400 kilogram gula pasir, 200 liter minyak goreng, dan 40 kilogram tepung terigu dengan harga lebih murah dari pasaran.

Dalam operasi pasar tersebut beras kualitas medium dijual seharga Rp51.000 kemasan 5 kilogram atau Rp10.200 per kilogram. Di pasaran saat ini, harga beras medium telah menyentuh angka Rp12.000 per kilogram.

Baca Juga: Pasar Murah Kejari Bojonegoro Diserbu Warga

Untuk mengantisipasi penimbunan beras dalam operasi pasar itu, kata Ipuk, tiap warga dibatasi membeli beras maksimal 2 kemasan atau 10 kilogram.

Selain beras, warga juga bisa membeli bahan pokok lain yang harganya lebih terjangkau dibanding harga di pasaran, seperti minyak goreng Rp14.000 per kilogram, gula pasir Rp15.000 per kilogram dan tepung terigu Rp10.000 per kilogram.

Baca Juga: Bupati Banyuwangi Luncurkan Program Pengentasan Kemiskinan

Bupati Ipuk menyampaikan, kenaikan harga beras terjadi di seluruh Indonesia, dan salah satu penyebabnya adalah jadwal tanam padi yang mundur dampak El Nino.

"Luas tanam padi Banyuwangi berkurang di akhir tahun kemarin. Insya-Allah pada Maret minggu kedua beberapa petani sudah mulai panen. Mudah-mudahan sejalan dengan panennya petani, harga beras pun bisa ikut tertekan," kata Ipuk. Bn-01/ham

Editor : Moch Ilham

BERITA TERBARU