Polisi Siap Mengusut Penggelapan Dana Infaq Masjid Annur Sekarkurung Rp 189 Juta

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Masjid Annur di komplek Perumahan Green Hill Desa Sekarkurung, Kecamatan Kebomas, Gresik. SP/Grs
Masjid Annur di komplek Perumahan Green Hill Desa Sekarkurung, Kecamatan Kebomas, Gresik. SP/Grs

i

SURABAYAPAGI.com, gresik - Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polres Gresik AKP Aldhino Prima Wirdan mengaku siap memproses kasus penggelapan dana infaq Masjid Annur, Perum Green Hill RW 4 Desa Sekarkurung, Kecamatan Kebomas sebesar Rp 189 juta. Pelaporan kasus penggelapan dana umat itu hanya dibutuhkan pelapor satu dua orang warga saja.

"Silahkan perwakilan warga melapor. Satu dua orang saja cukup perwakilan warga," kata Aldhino saat dikonfirmasi wartawan di acara Hari Pers Nasional (HPN) di Balai Wartawan Jl Basuki Rahmad Gresik beberapa waktu yang lalu, Jumat (15/03/2024).

Aldhino sempat kaget saat dikonfirmasi terkait kasus penggelapan dana infaq masjid yang justru dicuri oleh pengurus takmir sendiri. Ia juga heran bagaimana bisa pengurus takmir bukan malah memakmurkan masjid tetapi justru menilep dana milik umat.

"Masak takmir sendiri yang mencuri hasil infaq masjid. Ini kebangetan. Mereka (takmir) mestinya kan harus menjadi teladan masyarakat. Wah ini baru dengar saya. Biasanya kotak amal dicuri orang lain, maksudnya bukan takmir," imbuh Aldhino yang mengaku ikut gemes dengan perilaku pelaku.

Ditegaskan Aldhino, kalau laporan masuk pihaknya akan segera ditindaklanjuti. Dan kasus ini kata dia bisa menjadi pengingat bagi takmir. "Biar menjadi pengingat para takmir. Tetapi terus terang baru kali ini saya mendengar dana infaq dicuri oleh oknum pengurus takmir sendiri," tandas Aldhino sambil tersenyum.

Pengakuan salah satu warga menjelaskan, bahwa penggelapan dana infaq ini sebenarnya sudah ada oknum takmir yang mengaku sengaja menggelapkan dana infaq Masjid Annur. Oknum ini mengaku membawa dana sekitar Rp 179 juta kepada tim pencari fakta atau tim enam (6 orang) bentukan takmir masjid yang baru. 

"Saat itu dia bilang, kebetulan pas dirinya yang melakukan, ketahuan. Jadi yang saya pahami pernyataan oknum ini seolah dia memberi tanda bahwa pencurinya bukan hanya dirinya. Yang diakuinya Rp179 juta," ungkap Imam Ma'ruf yang juga anggota tim 6 yang bertugas menggali data terkait raibnya dana infaq Masjid Annur, Jumat (15/03/2024).

Meskipun tidak ada pernyataan tertulis tetapi pengakuannya itu disampaikan ke kami yang jumlahnya 6 orang. Saat itu di rumah mantan ketua takmir," ungkap Imam Ma'ruf anggota tim 6 yang bertugas menggali data terkait raibnya dana infaq Masjid Annur.

Menurut tokoh idealis di Green Hill ini, temuan itu kata dia perlu ditindaklanjuti oleh pengurus RW dan pengurus takmir yang baru. Bukan justru sebaliknya takmir baru dan RW meminta agar mantan takmir melaporkan dirinya sendiri ke polisi. 

"Itu kan perintah yang menurut saya cacat logika. Karena meskipun ada oknum yang mengaku secara lisan tetapi kasus ini menjadi tanggung jawab para mantan pengurus. Tentu mantan Ketua Takmir dan seluruh jajaranya saat itu," tandas Imam.

Sejumlah warga mengungkapkan, ketakmiran Masjid Annur sudah sejak lama menjadi gunjingan warga karena pengelolaan keuangan tidak transparan. 

Sementara itu, kejanggalan mulai menguat setelah takmir pengurus takmir hendak memindah trafo listrik dengan dalih akan dibangun menara. Anggaran dari infaq saat itu sebesar Rp 40 juta. 

"Anehnya saat itu ada warga yang hendak membantu mendanai dengan uang pribadi untuk pemindahan trafo. Tetapi ditolak dan pengurus takmir memilih membayar menggunakan dana infaq. Dan sampai hari ini menara juga tidak dibangun,” jelas Mulyono warga RT 4 Perum Green Hill.

“Setelah berjalan tiga tahun lebih baru terbongkar. Banyak kejanggalan-kejanggalan sebelumnya. Hanya saja kami tetap memegang etika dan praduga tak bersalah," imbuhnya. grs

Berita Terbaru

30 Penyedia Mamin Melakukan Penandatangan Kontrak Payung Harga Konsolidasi

30 Penyedia Mamin Melakukan Penandatangan Kontrak Payung Harga Konsolidasi

Selasa, 30 Jun 2026 06:11 WIB

Selasa, 30 Jun 2026 06:11 WIB

  SURABAYA PAGI.COM, Mojokerto - Sebanyak 30 penyedia makan minum melakukan penandatanganan kontrak payung harga konsolidasi bersama Pemerintah Kota …

Prabowo, Terbuka Masukan Lewat TikTok

Prabowo, Terbuka Masukan Lewat TikTok

Senin, 29 Jun 2026 20:38 WIB

Senin, 29 Jun 2026 20:38 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Presiden Prabowo Subianto menegaskan terbuka dengan masukan apa pun, termasuk dari anak-anak di desa. Bahkan, yang disampaikan…

Jokowi Injak Kepala Kerbau, Tokoh PDIP Malah Remehkan

Jokowi Injak Kepala Kerbau, Tokoh PDIP Malah Remehkan

Senin, 29 Jun 2026 20:35 WIB

Senin, 29 Jun 2026 20:35 WIB

Jokowi, hanya tengah menunjukkan ambisi kekuasaan tanpa batas." Guntur RomliJuru Bicara PDIP SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Kejadian kepala kerbau diinjak…

Pendukung Eks Bupati Pati, Tarik Seragam Petugas KPK

Pendukung Eks Bupati Pati, Tarik Seragam Petugas KPK

Senin, 29 Jun 2026 20:31 WIB

Senin, 29 Jun 2026 20:31 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Sidang dugaan korupsi yang menjerat eks Bupati Pati, Sudewo, di Pengadilan Tipikor Semarang berakhir ricuh. Ini usai majelis hakim…

PB IDI "Kejar" Menkes yang Tebar Kesenjangan Gaji Dokter

PB IDI "Kejar" Menkes yang Tebar Kesenjangan Gaji Dokter

Senin, 29 Jun 2026 20:28 WIB

Senin, 29 Jun 2026 20:28 WIB

"Memang teman-teman variasi besaran penghasilan berbeda, dan jauh sekali. Saya nggak enak menyampaikan di Jakarta, ada yang dapatnya, orderan sebulan…

Pelaku Pelanggaran Privasi Grup K-Pop Dihukum Rp 350 Juta

Pelaku Pelanggaran Privasi Grup K-Pop Dihukum Rp 350 Juta

Senin, 29 Jun 2026 20:25 WIB

Senin, 29 Jun 2026 20:25 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Pelaku pelanggaran privasi terhadap grup K-Pop paling populer sedunia itu kini dihukum penjara. Pelaku pelanggaran privasi grup…