Mudik Lebaran 2024, Fenomena Tilang Elektronik Alami Peningkatan 15,9%

author surabayapagi.com

- Pewarta

Rabu, 17 Apr 2024 10:26 WIB

Mudik Lebaran 2024, Fenomena Tilang Elektronik Alami Peningkatan 15,9%

i

Ilustrasi. Tilang elektronik terpantau di sepanjang ruas jalan saat mudik lebaran 2024 yang dipadati banyak kendaraan pribadi. SP/ JKT

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Kebijakan tilang elektronik atau electronic traffic law enforcement (ETLE) yang diterapkan selama momen mudik lebaran 2024 mengalami peningkatan pelanggaran sebesar 15,9% dibandingkan tahun 2023. Peningkatan ini disinyalir berkat perluasan kamera ETLE yang sudah tersebar di Kota/Provinsi se-Indonesia.

“Dari data kami itu ETLE statis itu hampir naik 91 persen dibanding tahun lalu kemudian ETLE mobile itu naik 13 persen. Sehingga total pelanggaran yang kita tindak itu naik 15,9 persen,” ujar Dirgakkum Korlantas Polri Brigjen Pol Raden Slamet Santoso, dikutip dari laman resmi Polri, Rabu (17/04/2024). 

Baca Juga: Inflasi April 2024 Lebih Rendah, Dibanding Lebaran 3 Tahun Sebelumnya

Maka tak heran kini makin banyak lagi pelanggaran lalu lintas yang terdeteksi dan mendapatkan tilang elektronik. 

“Peralatan ETLE kami tahun ini sudah semakin banyak hampir di tiap kota sudah ada di setiap provinsi sudah ada,” ucap Slamet. 

Selain itu, masih banyak masyarakat yang abai akan akan kebijakan ganjil genap pada saat arus mudik 2024.

“Banyak masyarakat yang sedikit abai terhadap sosialisasi kita tentang pelaksanaan penggunaan ganjil genap. Sehingga itu yang perlu kita evaluasi mudah-mudahan pada saat harus balik itu bisa ditaati,” ujarnya.

Sementara itu, disisi lain Dirgakkum mengungkapkan angka kecelakaan lalu lintas saat arus mudik Lebaran 2024 menurun dibanding arus mudik Lebaran 2023 sebesar sampai 15% dan korban meninggal dunia turun menjadi 3%.

Baca Juga: Imigrasi Surabaya: 3.245 TKI Mudik Lebaran ke Indonesia Lewat Bandara Juanda

“Selama operasi dari mulai tanggal 4 sampai tanggal 11 kemarin itu dibandingkan kecelakaan tahun lalu itu terjadi penurunan penurunan sampai 15% , korban meninggal dunia turun menjadi 3%,” terang Brigjen Pol. Raden Slamet di Gedung NTMC Korlantas Polri, Jumat (12/4/2024).

Kemudian faktor penyebab kecelakaan lalu lintas selama arus mudik seperti tidak jaga jarak aman 32%, saat berbelok 16%, ceroboh berubah arus 13%, dan ceroboh dan saat menyalip itu 11%.

“Penyebab faktor kecelakaan yang ada selama ini itu jaga jarak aman itu 32% kemudian saat berbelok itu 16%, ceroboh dalam saat belok, kemudian berubah arus itu 13% ceroboh dan saat menyalip itu 11%,” jelasnya.

Lebih lanjut, Kasatgas III Kamseltibcarlantas menjelaskan jenis kecelakaan laka tunggal mengalami kenaikan 14% dari 79 kejadian, sedangkan antara depan-depan itu 92 kejadian naik 3%.

Baca Juga: Antisipasi Maraknya TNKB Palsu, Kendaraan Bakal Terapkan Pelat Nomor RFID

“Jenis-jenis kecelakaannya yang ada itu antara depan-depan itu 92 kejadian atau naik dibandingkan tahun lalu itu 3%, depan belakang itu 79 kejadian atau naik 1%, tabrakan beruntun itu turun 9% dan laka tunggal ini hampir 79 kejadian atau naik 14%,” ungkap Dirgakkum Korlantas Polri.

Lebih lanjut, Dirgakkum juga mengimbau kepada masyarakat yang akan melakukan perjalan arus balik dipastikan kesehatan fisik dan kesehatan kendaraannya, istirahat di rest area apabila sudah lelah dan mengikuti arahan petugas di lapangan.

“Kepada seluruh masyarakat yang akan melaksanakan arus balik lebaran tahun ini yang pertama tetap jaga kesehatan, kesehatan kendaraan maupun kesehatan, silahkan istirahat di rest area yang sudah ada petugas, tetap patuhi patuhi aturan berlalu lintas dan petugas kami yang ada di lapangan,” tutupnya. jk-01/dsy

Editor : Desy Ayu

BERITA TERBARU