Akhir April, Harga Garam di Tingkat Petani se-Pulau Madura Merosot

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Ilustrasi petani garam di Pulau Madura alami kemerosotan harga jual. SP/ MDR
Ilustrasi petani garam di Pulau Madura alami kemerosotan harga jual. SP/ MDR

i

SURABAYAPAGI.com, Madura - Banyaknya stok garam milik petani yang merupakan hasil panen musim produksi tahun 2023 membuat harga garam di tingkat petani se-Pulau Madura mengalami penurunan signifikan pada akhir April ini.

"Iya memang turun. Kalau di bulan sama pada 2023, harga garam saat itu di angka Rp 4.000 per kilogramnya, jauh dengan harga yang beredar sekarang, ungkap Ketua Forum Petani Garam Madura (FKGM) Ubaid, Kamis (02/05/2024).

Sedangkan saat ini, harga jual garam di tingkat pabrik berkisar antara Rp 800 hingga Rp 1.400 per kilogram.

“Kami tambah khawatir juga, karena pemerintah juga mengimpor garam 3,4 juta ton tahun 2024 ini. Otomatis harga garam rakyat akan ikut merosot pastinya," imbuhnya lagi.

Menurut Ubaid, kondisi merosotnya harga garam saat ini juga diperparah dengan minimnya pabrik yang membeli garam di Pulau Madura.

"Harga garam merosot, jualnya juga sulit kalau di sini. Mau tidak mau, harus dikirim ke Pulau Jawa. Harganya lebih bagus, tetapi ya tetap saja kami mengeluarkan biaya transportasi tambahan. Kalau mengandalkan perusahaan BUMN PT Garam Persero untuk membeli, mereka juga terbatas stok pembeliannya," imbuh Ubaid.

Sementara itu, menurut penuturan salah satu petani garam lainnya, Syamsuri, sejak puluhan tahun alur jual beli garam di Pulau Madura dinilainya kurang sehat. Sebab PT Garam Persero sebagai perusahaan pemerintah yang bertugas menstabilkan garam kurang dapat menjalankan perannya.

"Tiap panen garam, hanya sedikit petani yang jual ke PT Garam Persero. Karena mereka juga punya hasil panen sendiri dari lahan-lahan peggaraman mereka. Nah kami ke mana jualnya, ya pasti ke gudang swasta di Gresik, Sidoarjo, Surabaya. Ini saya sampaikan agar pemerintah pusat tahu," kata Syamsuri.

Sedangkan menurut, Humas PT Garam Persero Miftahul Arifin mengatakan jika harga garam di pasaran tidak semata-mata ditentukan oleh PT Garam Persero saja.

"Kalau kami stok garam di gudang memang banyak dari hasil panen tahun lalu. Ya pasti penyerapan garam rakyat harus melalui pertimbangan stok di internal kami dulu," kata Miftah. mdr-01/dsy

Berita Terbaru

19 Sekolah Muhammadiyah di Gresik Raih Penghargaan atas Kenaikan Jumlah Murid

19 Sekolah Muhammadiyah di Gresik Raih Penghargaan atas Kenaikan Jumlah Murid

Minggu, 05 Apr 2026 16:27 WIB

Minggu, 05 Apr 2026 16:27 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik - Sebanyak 19 sekolah Muhammadiyah di Kabupaten Gresik menerima penghargaan atas keberhasilan meningkatkan jumlah peserta didik secara…

Daop 7 Madiun Catat Enam Gangguan Perjalanan KA Selama Angkutan Lebaran 2026

Daop 7 Madiun Catat Enam Gangguan Perjalanan KA Selama Angkutan Lebaran 2026

Minggu, 05 Apr 2026 15:00 WIB

Minggu, 05 Apr 2026 15:00 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Selama masa Angkutan Lebaran 2026, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun mencatat adanya enam kejadian gangguan…

Kurang Waspada! Motor dan Truk Adu Banteng, Pengendara Motor Tewas di TKP

Kurang Waspada! Motor dan Truk Adu Banteng, Pengendara Motor Tewas di TKP

Minggu, 05 Apr 2026 14:55 WIB

Minggu, 05 Apr 2026 14:55 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Kecelakaan antara pengendara motor dan Truk Isuzu dengan adu banteng yang terjadi pada Minggu (5 April 2026) dini hari mengejutkan…

Kebijakan Pembatasan Belanja Pegawai 30 Persen dari APBD Akan Resmi Berlaku Tahun 2027

Kebijakan Pembatasan Belanja Pegawai 30 Persen dari APBD Akan Resmi Berlaku Tahun 2027

Minggu, 05 Apr 2026 14:23 WIB

Minggu, 05 Apr 2026 14:23 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Terkait kebijakan pembatasan belanja pegawai maksimal 30 persen dari APBD akan resmi diberlakukan tahun 2027. Dimana, postur APBD…

Usai Santap Nasi Berkat Tahlilan, Puluhan Korban Diduga Alami Keracunan Muntah-Diare

Usai Santap Nasi Berkat Tahlilan, Puluhan Korban Diduga Alami Keracunan Muntah-Diare

Minggu, 05 Apr 2026 14:14 WIB

Minggu, 05 Apr 2026 14:14 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Baru-baru ini viral, seusai menyantap nasi berkat tahlilan di Jalan Sido Kapasan Gang 10, Simokerto, Surabaya, sebanyak puluhan…

Warga Napis Bojonegoro Akhirnya Miliki Jembatan, Pasca Penantian Puluhan Tahun

Warga Napis Bojonegoro Akhirnya Miliki Jembatan, Pasca Penantian Puluhan Tahun

Minggu, 05 Apr 2026 14:06 WIB

Minggu, 05 Apr 2026 14:06 WIB

SURABAYAPAGI.com, Bojonegoro - Setelah menanti selama puluhan tahun, akhirnya kini warga di perbatasan Bojonegoro dan Ngawi bisa bernapas lega lantaran…