SURABAYAPAGI.com, Sampang - Harga garam yang sempat anjlok beberapa waktu lalu tak membuat para petani garam di Kabupaten Sampang, Madura frustasi. Mereka justru mulai melakukan pembenahan lahan garam untuk persiapan produksi tahun 2024.
Sukron, pemilik lahan garam di Desa Disanah, Kecamatan Sreseh, Kabupaten Sampang mengungkap, pihaknya kini mulai memproduksi garam dengan memperbaiki saluran irigasi, tanggul, dan alat pendukung lainya.
“Kita mulai melakukan persiapan produksi garam, karena intensitas hujan sudah mulai turun dan cuaca cukup panas,” kata Sukron, Minggu (12/05/2024).
Lebih lanjut, sebagian petani sudah mulai proses pemanasan air ke dalam lahan garam. Jika cuaca normal, produksi bisa dimulai bulan depan.
“Meskipun produksi garam lebih awal, harapan para petani tidak mempengaruhi harga garam rakyat, sebab biasanya jika garam melimpah harga menjadi anjlok,” imbuhnya.
Hal senada dikatakan oleh Taufik petani garam lainnya yang juga melakukan perbaikan lahan menjelang produksi garam.
“Kalau kita bisa produksi lebih awal, maka keuntungan hasil produksi akan melimpah, dan semoga harganya pun juga stabil,” harapnya.
Sementara itu, menurut data Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menerangkan, untuk wilayah Sampang dan sekitarnya musim kemarau terjadi sejak dasarian 1 Mei. Awal musim kemarau tersebut relatif mundur dari tahun lalu yang biasanya mulai pada bulan April. smp-01/dsy
Editor : Desy Ayu