Bangun Ekosistem Maritim di Indonesia, PT Lestari Abadi Sakti dan Adiluhung Luncurkan Kapal LCT VIVA 57

author Arlana Chandra Wijaya

- Pewarta

Selasa, 14 Mei 2024 19:38 WIB

Bangun Ekosistem Maritim di Indonesia, PT Lestari Abadi Sakti dan Adiluhung Luncurkan Kapal LCT VIVA 57

SURABAYAPAGI.com, Madura - PT. Lestari Abadi Sakti kembali meluncurkan kapal LCT. VIVA 57 di galangan PT. Adiluhung Saranan Segara Indonesia di Bangkalan, Madura pada Selasa (14/5/2024).

Kapal LCT ini sendiri merupakan armada kapal yang ke empat hasil hasil kerjasama dengan Kerjasama antara PT. Lestari Abadi Sakti dengan PT. Adiluhung Sarana Segara Indonesia.

Komisaris PT. Pelayaran Lestari Abadi Sakti, Evi Susan Nur dalam sambutannya memberikan apresiasi kepada berbagai pihak yang terlibat atas pembangunan kapal dengan sangat baik dan waktu launching lebih cepat.

"Tujuan dari pembuatan kapal LCT karena di negara kepulauan ini, industri kapal sangat berguna untuk masa depan industri perkapalan yang cerah," ujarnya. 

Peluncuran Kapal LCT VIVA 57 di Galangan Adiluhung, Bangkalan, Madura Peluncuran Kapal LCT VIVA 57 di Galangan Adiluhung, Bangkalan, Madura

Evi mengungkapkan bahwa Kapal LCT sendiri merupakan kapal yang multi purpose, dan kapal multi cargo yang dapat mengangkut semua jenis barang kecuali barang curah seperti seperti baru bara.

Selain itu, kapal LCT ini juga dapat bermanuver hingga ke area pedalaman seperti area pertambangan atau sungai sungai.

"Jadi kapal LCT, VIVA 57 ini memiliki potensi yang sangat besar, karena kapal ini juga melayani rute hingga ke Asia Tenggara," ungkapnya. 

Sementara itu, Direktur Utama PT Adiluhung Saranan Segara Indonesia, Anita Puji Utami menjelaskan bahwa peluncuran kapal LCT VIVA 57 ini merupakan rangkaian dari pengelolaan kapal, dimana ini adalah momen pertama kali kapal tersebut berada disini 

"Kapal LCT ini akan memperkuat armada dari PT. Lestari Abadi Sakti, kami berharap untuk kedepannya akan ada kerjasama yang berkelanjutan baik dengan PT. Lestari Abadi Sakti atau dengan perusahaan yang lainnya," ujarnya. 

Anita mengungkapkan bahwa kapal ini dibuat dalam jangka waktu 11 bulan, yang serah terimanya akan dilakukan pada bulan Juni mendatang.

Disinggung tentang tak adanya dukungan dari pemerintah, Anita berharap pemerintah dapat lebih memperhatikan industri galangan kapal, terutama yang ada didalam negeri. 

"Jadi kami sangat mengapresiasi dan menghargai untuk industri pelayaran yang membangun kapal di dalam negeri. Itu membantu berkembangnya dan berkelanjutan nya industri perkapalan," ujarnya.

Anita menyebut, dengan membangun kapal didalam negeri, ekosistem maritim di Indonesia ini akan tumbuh. 

"Beberapa lulusan-lulusan perkapalan akan terpakai semuanya, dan juga sistem pada pekerja di bidang pengelasan juga akan terpakai, serta dapat mengurangi tingkat pengangguran," katanya.

Dengan adanya hal tersebut, Anita berharap pemerintah dapat memberikan insentif serta apresiasi bagi pelayanan yang membangun kapal di dalam negeri. 

Dengan demikian, ini merupakan suatu stimulus yang bisa diterima oleh pelayaran, sehingga Indonesia tak lagi impor kapal di negara China.

"Kita tidak mungkin bisa bersaing dengan negara lain yang sudah memberikan insentif seperti China, lalu Indonesia kapan bisa memberi insentif pada pelayaran yang membangun kapal di dalam negeri sebagai bentuk keberpihakan kepada industri galangan di Indonesia, pungkasnya. Byb

Editor : Redaksi

BERITA TERBARU