Shin Tae-yong, Berlimpah Harta

author surabayapagi.com

- Pewarta

Rabu, 15 Mei 2024 20:22 WIB

Shin Tae-yong, Berlimpah Harta

Dihadiahi Mobil Mewah Eks KTT G20 Senilai Rp 3 M dan Gaji Rp 2 M Bulan

 

Baca Juga: Saatnya Fokus untuk Tiket Olimpiade Paris, Garuda Muda!

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Pelatih Tim Nasional Indonesia Shin Tae-yong kini punya mobil baru yang sama dengan Ketua PSSI Erick Thohir dan Mendagri Tito.

Ini menjadi mobil listrik pertama yang dipakai STY di Indonesia.

PT Hyundai Motors Indonesia (HMID) resmi menyerahkan mobil listrik mewah Genesis Electrified G80 Long-Wheelbase kepada pelatih kepala Timnas Indonesia, Shin Tae-yong, Selasa (14/5). Mobil listrik Genesis G80 yang didatangkan oleh PT Hyundai Motor Indonesia (HMID) ini usai dipakai di KTT G20. Sekarang, mobil ini diketahui sudah mulai dijual. Namun, penjualannya bukan melalui HMID, melainkan diler mobil bekas, yakni PT Boss Mobil Indonesia. Melalui akun Instagram @bobil.id, Genesis G80 ditawarkan dengan jumlah yang sangat terbatas.

 

Harga LWB Rp 4,990 M

Kabarnya, untuk Genesis G80 Electric ex G20 ada SWB dan LWB, SWB Rp 2,990 M dan LWB Rp 4,990 M. Harga sudah on the road.

Fransiscus Soerjopranoto, Chief Operating Officer PT Hyundai Motors Indonesia (HMID) mengatakan, sudah tidak ada lagi stok unit G80 Electrified bekas KTT.

"Stok sudah mulai tipis dan boleh dibilang sudah enggak ada lagi," kata pria yang akrab disapa Frans kepada media di Jakarta, Selasa (14/5/2024).

Selama KTT G20, Hyundai Indonesia menyediakan 44 unit G80 Electrified Long Wheelbase yang dipakai oleh Kepala Negara. Tersedia juga 87 unit G80 Electrified yang standard wheelbase, jadi totalnya ada 131 unit. "Harganya, Rp 1,8 miliar untuk short wheelbase. Yang long wheelbase hampir Rp 2 miliar," kata Frans.

Sebelumnya terlihat masih ada beberapa Genesis G80 yang masih dijual di berbagai diler Hyundai. Selain itu juga mulai terlihat G80 lainnya yang sudah digunakan di jalan, salah satunya memakai pelat nomor RI 20 atau Menteri Dalam Negeri. Soal spesifikasi, Genesis Electrified G80 dibekali dengan baterai lithium-ion berkapasitas 87.2 kWh, tenaga maksimal sebesar 272 kW (370 PS) yang terdiri dari motor penggerak depan dan belakang. Kendaraan listrik mewah ini dapat mencapai kecepatan maksimal 225 Kpj dengan jarak tempuh hingga 500 Km dalam sekali pengisian. Adapun Genesis Electrified G80 Special Edition Long-Wheelbase memiliki panjang keseluruhan 5.222 mm dengan jarak antar sumbu roda atau wheelbase sepanjang 3.227 mm, dan lebar keseluruhan 1.925 mm

 

Hyundai Staria dan Palisade

Sejak melatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong sudah menggunakan mobil Hyundai seperti Staria dan Palisade. Kini pria yang membawa Timnas U-23 ke Semi Final Piala Asia itu pakai mobil listrik perdana, Genesis G80 Long Wheel Base.

Genesis Electrified G80 dibekali baterai lithium-ion kapasitas 87,2 kWh, mobil ini memiliki 2 motor listrik yang diletakkan di bagian depan dan belakang. Artinya, mobil ini memiliki sistem penggerak semua roda alias e-AWD.

Genesis Electrified G80 memiliki tenaga 272 kW atau setara 364,7 dk yang dihasilkan dari 2 motor listrik. Masing-masing motor listrik tersebut bisa menghasilkan torsi 350 Nm. Alhasil, mobil ini memiliki total torsi 700 Nm. Lewat bekal performa tersebut, Genesis Electrified G80 bisa berakselerasi dari 0 ke 100 km/jam dalam 4,9 detik.

"Saya mengucapkan terima kasih kepada Hyundai atas dukungannya selama ini. Di Indonesia, saya sudah menggunakan dua mobil Hyundai, yaitu Staria dan Palisade untuk membantu mobilitas sehari-hari. Saya harap, Hyundai dapat menjalin kerjasama yang lebih baik dalam mendukung industri sepak bola Indonesia," kata Shin.

 

Digaji Rp2 Milar Bulan

Pihak PSSI enggan menjelaskan nilai kontrak untuk Shin Tae-yong. Meski demikian, nilai kontrak Tae-yong ditaksir kurang lebih berada di kisaran US$1 juta. Hal itu berdasarkan pendapatan yang dia peroleh kala menangani Timnas Korea Selatan pada Piala Dunia 2018 lalu. Shin Tae-yong juga digaji Rp2 milar per bulan oleh PSSI.

"Besaran gaji pelatih Timnas Indonesia Shin Tae-yong diungkap ke publik oleh Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan dalam kanal Youtube Deddy Corbuzier pada 2022 lalu. “(Gaji Shin Tae-yong) Dua miliar per bulan. Itu di luar kendaraan, apartemen, dan sebagaisebagainya,” kata Iriawan kepada Deddy, dikutip pada Minggu (21/5/2023).

 

Baca Juga: Pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae Yong Diusulkan Dapat Gelar Warga Negara Kehormatan

Media Vietnam Mengulas

Seperti dikuti dari media Vietnam mengulas bahwa Shin Tae Yong jika memperpanjang kontrak di Timnas Indonesia hingga 2027 gajinya akan mencapai USD1,5 juta atau setara Rp23,6 miliar pertahun.

Jumlah ini dua kali lipat dari gaji yang ia terima ketika menandatangani kontrak dengan Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan pada 2019 lalu dengan nilai Rp15,3 miliar per tahun.

Kendati demikian, gaji sebesar itu rupanya tak hanya untuk Shin Tae-yong seorang. Pasalnya, nilai tersebut harus dibagi kepada tim dan pelatih lainnya.

Sehingga kurang lebih mantan pelatih Timnas Korea Selatan ini mendapatkan gaji bersih Rp1,1 miliar. Menariknya, setelah dikurangi pun gajinya tersebut masih lebih besar dibanding ketika Shin Tae-yong memegang Timnas Korea Selatan pada 2017-2018 dalam ajang Piala Dunia 2018.

Menurut Roll the Ball, Shin Tae-yong kala itu saat menjadi pelatih Timnas Korea Selatan digaji sebesar 425 ribu euro yang setara Rp7 miliar per tahun atau Rp583 juta per bulannya. Nampaknya, gaji Shin Tae Yong di Korea Selatan sangat jauh di bawah dibandingkan dengn gajinya saat melatih Timnas Indonesia.

 

PSSI Janji tak Nunggak

Menukil data Statista yang dikutip Detik.com, mantan pelatih klub Seoungnam Ilhwa itu mendapat gaji sebesar 450.000 Euro atau sekitar Rp7 miliar pada 2018.

Shin Tae-yong menjadi pelatih timnas peserta Piala Dunia 2018 ke-26 dengan gaji terbesar.

Mengacu angka tersebut, nilai kontrak Shin Tae-Yong bersama PSSI diperkirakan berada pada kisaran US$50.000-US$1 juta atau sekitar Rp7 miliar-Rp14 miliar per tahunnya. Namun, bisa saja besaran gaji tersebut meningkat tergantung kebutuhan yang disiapkan Tae-Yong untuk Timnas Indonesia. PSSI juga berjanji tidak akan menunggak membayarkan gaji Shin Tae-yong.

Baca Juga: Shin Tae-yong ke Media Korsel Rahasiakan Strategi Timnas Garuda Muda

 

Akan di RI Sampai 2027

Shin Tae-yong, berjanji akan belajar Bahasa Indonesia. Rencana perpanjangan kontrak menjadi alasan terbesarnya. Shin Tae-yong sudah empat tahun lebih menangani Garuda sejak ditunjuk PSSI pada Desember 2019. Sampai saat ini, Pelatih asal Korea Selatan itu hanya bisa mengucapkan kalimat-kalimat sambutan sederhana.

Terkini, PSSI akan memperpanjang kontrak Shin Tae-yong sampai tiga tahun ke depan. Perpanjangan kontrak jangka panjang membuat sang pelatih merasa harus segera belajar bahasa lokal.

"Saya mohon maaf tidak bisa bahasa Indonesia, tetapi ke depannya saya akan belajar bahasa Indonesia karena akan berada di sini hingga 2027," kata Shin Tae-yong kepada wartawan, kemarin.

 

STY Pantang Satu kemenangan

Saat ini, Timnas Indonesia akan menjamu Irak dan Filipina pada Kualifikasi Piala Dunia 2026. Shin Tae-yong pantang cuma mengincar satu kemenangan dalam laga-laga itu.

Laga melawan Irak akan digelar pada 6 Juni, sementara partai melawan Filipina pada 11 Juni 2024. Kedua laga ini akan digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta.

Garuda butuh tiga poin tambahan untuk mengamankan posisi runner-up dari kejaran Vietnam. Raihan poin maksimal Vietnam adalah 9 poin jika bisa menyapu bersih dua laga sisa melawan Filipina (kandang) dan Irak (tandang).

Secara realistis, Timnas Indonesia seharusnya bisa mengamankan tiga poin dengan mengalahkan Filipina. Sementara saat melawan Irak, harus diupayakan tidak kalah atau minimal meraih hasil imbang untuk menjaga peluang. n jk/erc/cr5/rmc

Editor : Moch Ilham

BERITA TERBARU