Menyorot Timnas Naturalisasi Dibantai era Erick Thohir

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Raditya M Khadaffi
Raditya M Khadaffi

i

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Memalukan! Timnas Indonesia kalah segalanya dari Timnas Jepang. Tim berjulukan Garuda itu hancur lebur dalam partai terakhir Grup C putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia.

Timnas Indonesia dihabisi Jepang dengan enam gol tanpa balas di Suita City Football Stadium, Suita, pada Selasa (10/6/2025) malam WIB.

Timnas Indonesia dibuat tak berkutik sama sekali oleh tim lapis kedua Jepang. Selama 90 menit, Skuad Garuda sama sekali tak bisa mencatatkan tembakan.

Padahal mayoritas pemain naturalisasi profesional . Mereka direkrut agar dapat menjadi solusi untuk meningkatkan kualitas timnas Garuda.

Ada beberapa pemain-pemain naturalisasi Timnas Indonesia yang memiliki nilai pasar fantastis yaitu

Maarten Paes: 1,8 juta euro (Rp 3,063 miliar) Thom Haye: 1,5 juta euro (Rp 25 miliar) Sandy Walsh: 1 juta euro (Rp 17 miliar) Jordi Amat: 750.000 euro (Rp 12,7 miliar)

Apakah Erick Thohir, ikut Malu!  Belum tentu. Menteri BUMN ini terbiasa berbisnis klub sepak bola!.

Erick Thohir, saya kira tahu pemanggilan para pemain berkualitas ini membuat Timnas Indonesia masuk deretan skuad termahal di Asia. Mengutip dari Transfermarkt, harga pasaran Timnas Indonesia menembus 30,95 juta euro atau sekira Rp547 miliar.

ada Mees Hilgers. Pemain FC Twente ini punya nilai pasaran termahal di skuad Timnas Indonesia. Nilainya menembus 9 juta euro atau sekira Rp161,235 miliar. Masya Allah.

 

***

 

Saya tonton dari sebuah stasiun TV swasta, samurai biru terlalu dominan di atas Garuda yang akhirnya kalah setengah lusin gol. Samurai Biru menghabisi skuad Garuda dengan skor telak 6-0.

Tuan rumah yang amat dominan sudah memimpin 3-0 pada babak pertama. Daichi Kamada bikin dua gol, plus gol lain dari Takefusa Kubo.

Tiga gol lain dibikin Samurai Biru pada babak kedua. Gol itu dicetak oleh Ryoya Morishita, Shuto Mashino, dan Mao Hosoya.

Hasil ini, meski tak mengubah apapun untuk kedua tim, kekalahan pertandingan internasional hingga setengah lusin teringat saat saya merumput tingkat kampung.

Jepang finis di posisi teratas dengan 23 poin sementara Indonesia finis keempat dengan 12 poin.

Hingga Rabu (11/6/2025) hiruk pikuk medsos tercurah sepenuhnya untuk laga Timnas Indonesia vs Jepang. Di puncak trending topic X ada #TimnasDay dengan 37.700 tweet. Lalu ada #GarudaMendunia dengan 10.300 tweet, Jepun (2.531 tweet) dan topik-topik lain terkait laga ini.

Sempat dikira Jepang akan bermain santai karena sudah pasti lolos, mereka rupanya tetap gaspol. Timnas Garuda naturalisasi sangat kesulitan mengembangkan permainan dan akhirnya kalah.

Hasil akhir memang tidak mengubah kondisi, Jepang sudah pasti lolos Piala Dunia 2026. Indonesia pun sudah pasti lolos ronde 4 Kualifikasi Piala Dunia 2026.

Padahal, jelang menantang Jepang, timnas Indonesia memiliki bekal motivasi tinggi setelah memastikan diri lolos ke putaran keempat kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.

Hasil ini adalah rekor terbaik bagi Indonesia dibanding negara-negara lain di kawasan Asia Tenggara. Dengan capaian ini, maka Indonesia membuka peluang untuk tampil pada putaran final Piala Dunia 2026 dengan syarat mampu bersaing dengan tim-tim Timur Tengah dalam putaran keempat Oktober 2025 mendatang.

Kepastian lolos ke putaran keempat diperoleh setelah tim Garuda mengamankan tiga poin saat menjamu China di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Kamis (5/6/2025).

Sebelum dibantai 6-0, Timnas Indonesia mengalami kekalahan dari Jepang dengan skor 0-4 dalam laga lanjutan Grup C Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia, di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Jumat (15/11/2024).

Ini menjadi kekalahan terbesar Indonesia selama Kualifikasi Piala Dunia 2026.

Usai kalah, Kluivert ngaku tidak menutup mata dan telinga bahwa ini hasil yang mengecewakan, tetapi berharap ada pelajaran yang dipetik.

"Tim (Jepang) yang hebat. Ya, apa lagi yang bisa saya katakan? Tentu saja saya sangat kecewa dengan hasilnya. Juga untuk negara, Indonesia tentu saja. Tapi kami perlu belajar dari situasi ini," kata  Kluivert dalam konferensi pers selepas laga yang dibagikan oleh PSSI Pers.

 

***

 

Data Litbang saya, sejak head to head Jepang vs timnas Indonesia, 1 Mei 1954,

Indonesia telah bertanding melawan Jepang sebanyak 17 kali pertandingan. Total Tim Garuda mampu menang lima kali dan kalah 10 kali pertandingan serta dua kali imbang.

Jika melihat rekor pertemuan, kedua tim pernah menjadi lawan yang sengit di era 1950-1980-an. Tercatat Indonesia mampu menang 5 kali dan Jepang menang 8 kali dan dua kali imbang dalam 15 pertemuan pada 1954 hingga 1989.

Bahkan Sang Garuda pernah membantai Samurai Biru dengan skors 7-0 pada 11 Agustus 1968 dalam Turnamen Merdeka di Stadion Perak, Ipoh.

Sutjipto Suntoro menjadi bintang pada pertandingan saat itu dengan mencatatkan hattrick atau mencetak tiga gol ke gawang Jepang B.

Pencetak gol lainnya adalah Jacob Sihasale yang menyarangkan bola ke gawang Jepang sebanyak dua kali dan satu gol oleh Abdul Kadir dan Surya Lesmana.

Era 1950-1980-an kekuatan sepak bola Indonesia menonjol diantara tim-tim di Asia. Skuad Garuda diisi nama-nama mentereng seperti Ronny Pasla, Aji Santoso, Ronny Pattinasarani, hingga Rully Nere.

Namun, perkembangan tim sepak bola Jepang yang pesat pada akhirnya jauh meninggalkan timnas Indonesia. Timnas Jepang pun jadi tim Asia yang langganan berlaga di Piala Dunia dan saat ini menempati peringkat satu ranking FIFA zona Asia.

 

***

 

Kekalahan telak 4-0 dan 6-0 terjadi ketika PSSI dipimpin Erick Thohir. Pemilik harta Rp2,31 triliun ini memiliki saham di Oxford United di Inggris.

Erick adalah pemilik klub Oxford United yang juga menjabat Ketua Umum PSSI.

Melansir situs resmi oufc.co.uk, Oxford United dimiliki oleh dua pengusaha terkenal asal Indonesia, yaitu Anindya Bakrie dan Erick Thohir. Anindya dan Erick menguasai 51 persen saham, sekaligus menjadikan mereka sebagai pemegang saham mayoritas Oxford United.

51 persen saham Oxford United resmi dikuasai dua pengusaha asal Indonesia itu.  Tercatat Anindya Bakrie dan Erick Thohir, bersaham di Oxford United  sejak tanggal 19 September 2022, sekaligus mengakhiri era kepemilikan Sumrith "Tiger" Thanakarnjanasuth yang selama empat setengah tahun pernah berstatus sebagai pemilik dan presiden klub di League One.

Selain Erick Thohir dan Anindya Bakrie, saham minoritas Oxford United juga dimiliki pengusaha asal Thailand, Sumrith 'Tiger',  Thanakarnjanasuth dan pengusaha Vietnam, Horst Geicke.

Omzet terakhir Oxford United Football Club Limited pada Juni 2024 adalah £8,4 juta dan perusahaan memiliki aset bersih sebesar - £42 juta .

Menurut laporan keuangan terbaru mereka, Oxford United Football Club Limited memiliki 254 karyawan dan memiliki cadangan kas sebesar £470,6 ribu sebagaimana dilaporkan dalam neraca.

Erick membeli saham Inter pada 2013. Menurut data dari Forbes, mantan petinggi Persib Bandung itu menggelontorkan dana mencapai 480 juta dolar AS demi bisa memiliki 70 persen saham I Nerazzurri yang sebelumnya dimiliki Massimo Moratti.

Berstatus sebagai pemilik saham mayoritas, Ketua PSSI itu dipercaya menjabat sebagai presiden Inter Milan. Selama dipimpin Erick Thohir, pencapaian Il Biscione tak terlalu membanggakan.

Prestasi terbaik Inter bersama Thohir hanya finis di peringkat empat klasemen akhir Serie A musim 2015/2016 dan 2017/2018.

Pada 2016, Erick Thohir melepas 39 persen sahamnya ke Suning Group, perusahaan multinasional asal China. Sampai akhirnya, pemilik Mahaka Media itu menjual seluruh sahamnya yang tersisa 31 persen di Inter Milan kepada perusahaan asal Hong Kong, Lion Rock pada Januari 2019.

Alhasil, Erick Thohir sudah tak lagi memiliki pengaruh di Inter Milan. Dia juga sudah menyerahkan jabatan presiden Inter Milan kepada Steven Zhang pada 2018. Ayo Bang raih record hingga babak final Piala Dunia 2026. ([email protected])

Berita Terbaru

Baru 49,25 Persen dari 116 Juta Wajib Pajak Kendaraan yang Patuh

Baru 49,25 Persen dari 116 Juta Wajib Pajak Kendaraan yang Patuh

Kamis, 29 Okt 2026 01:07 WIB

Kamis, 29 Okt 2026 01:07 WIB

SURABAYAPAGI.com - PT Jasa Raharja mencatat tingkat kepatuhan wajib pajak kendaraan bermotor, baru mencapai 49,25 persen hingga September 2026, dari total 116…

Rupiah Melemah ke Rp 18.184 per Dollar AS

Rupiah Melemah ke Rp 18.184 per Dollar AS

Kamis, 29 Okt 2026 01:05 WIB

Kamis, 29 Okt 2026 01:05 WIB

SURABAYAPAGI.com - Bank Indonesia (BI) mengungkapkan pelemahan nilai tukar rupiah dipengaruhi kombinasi faktor eksternal dan domestik. Tekanan tersebut antara…

IHSG Ditutup Menguat Ikuti Bursa Saham Kawasan Asia

IHSG Ditutup Menguat Ikuti Bursa Saham Kawasan Asia

Kamis, 29 Okt 2026 01:02 WIB

Kamis, 29 Okt 2026 01:02 WIB

SURABAYAPAGI.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu sore ditutup naik mengikuti penguatan bursa saham kawasan Asia. IHSG…

Bahlil Peringatkan KKKS Segera Eksekusi Proyek Migas Mangkrak

Bahlil Peringatkan KKKS Segera Eksekusi Proyek Migas Mangkrak

Kamis, 29 Okt 2026 00:59 WIB

Kamis, 29 Okt 2026 00:59 WIB

SURABAYAPAGI.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia memberi peringatan keras kepada para Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS)…

Istri Tersangka Pembunuhan Ibu dan Anak di Madiun, Menangis Histeris

Istri Tersangka Pembunuhan Ibu dan Anak di Madiun, Menangis Histeris

Kamis, 29 Okt 2026 00:56 WIB

Kamis, 29 Okt 2026 00:56 WIB

SURABAYAPAGI.com, Madiun - Prarekonstruksi kasus dugaan pembunuhan Dini Hardiyanti (30) dan anaknya, AGF (4), di Kota Madiun, diwarnai momen emosional saat…

Jokowi Dipastikan Hadiri Sidang Ijazah Palsu 5 November 2026

Jokowi Dipastikan Hadiri Sidang Ijazah Palsu 5 November 2026

Kamis, 29 Okt 2026 00:53 WIB

Kamis, 29 Okt 2026 00:53 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) dipastikan bakal hadir di sidang perkara fitnah dan pencemaran nama baik terkait tudingan ijazah…