Anggapan Bali "Dijajah Turis", Risaukan Menparekraf

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno dan Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali, Tjok Bagus Pemayun, ikut risau mendengar isu yang mencuat di media sosial. Isu itu menyebut warga negara asing (WNA) merampas sumber ekonomi para warga lokal.

Bersamaan muncul 'New Moscow' di peta. Lokasinya, di wilayah Canggu, Bali. Kemunculan nama 'New Moscow' pada peta Google Maps di daerah Canggu. Warlok (Warga Lokal) Bali mengungkap keresahan dan ketidaksetujuannya.

Di Google Maps, tertera nama dalam bahasa Rusia, "New Москва", yang merujuk ke wilayah Kuta Utara atau Canggu.

 

Canggu 'New Moscow'

Tampaknya, ada yang mengganti nama daerah ini menjadi 'New Moscow', membuat banyak orang bertanya-tanya dan terkejut. Jika ditelusuri ulang, hasil pencarian di peta digital, wilayah tersebut masih terdaftar dengan nama Desa Canggu. Banyak dugaan, kemunculan 'New Moscow' di Desa Canggu adalah keisengan semata.

Canggu menjadi magnet bagi para wisatawan asal Rusia. Sejak beberapa tahun terakhir, Billy, salah satu warga lokal Canggu mengakui mulai banyak wisman Rusia yang datang ke Canggu. Bahkan dengan sangat mudah untuk menemukan wisatawan Rusia di daerah ini.

"Bener sih, beberapa tahun terakhir mulai banyak bule Rusia yang datang ke Canggu, sampai akhirnya sekarang kalo lagi di jalan atau lagi belanja di minimarket pasti ketemu sama wisman Rusia ataupun Ukraina," ungkapnya.

 

Populasi Warga Rusia di Canggu

Banyak dari mereka yang memutuskan untuk tinggal lebih lama, membeli properti, atau membuka usaha di daerah ini. Hal ini membuat populasi warga Rusia di Canggu meningkat pesat.

Jika dilihat, tentu keberadaan wisman Rusia membawa dampak positif dan cuan bagi pariwisata warlok. Villa dan penginapan yang tak pernah sepi, lapangan usaha pariwisata yang kian meningkat, dan usaha restoran yang menjanjikan.

Wanda Ponika, seorang desainer perhiasan, melalui media sosialnya, menyebut banyak WNA yang membuka usaha dan bekerja menggunakan visa turis. Dia megatakan aksi bule-bule itu sebagai 'penjajahan ekonomi

 

Warga Bali Sangat Jaga

Tjok Bagus Pemayun, menyebut warga Bali sangat menjaga tanahnya itu sehingga tak ada istilah penjajahan di Bali.

"Bali memiliki kebudayaan yang dalam tanda kutip kita tunjukkan pada wisatawan sehingga kami nih masyarakat Bali betul-betul menjaga Bali ini. Tidak seperti yang dikatakan menjajah tapi istilah-istilah itu sering kali muncul. Yang jelas (turis asing) harus mengikuti regulasi di Indonesia maupun Bali khususnya, tidak meresahkan masyarakat lokal," kata Bagus, Selasa (28/5/2024).

 

Sandiaga, tak Setuju

Menteri Sandiaga, tak setuju dengan narasi 'dijajah' tersebut. Sandi juga merespons munculnya New Moscow di peta Bali sebagai peluang karena menandai wisatawan asing senang untuk beraktivitas dan berinvestasi di Pulau Bali.

Tetapi, Sandi menegaskan seharusnya WNA mematuhi regulasi yang telah ditetapkan dalam peraturan perundang-undangan dan tidak boleh mengambil hak warga lokal.

"Sebetulnya kan semuanya harus mengikuti, mengacu kepada regulasi yang kita miliki bahwa usaha-usaha tersebut harus sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Nah mereka juga tidak boleh mengambil porsi yang memang tidak boleh diambil oleh warga negara asing tapi harus diberikan kesempatan kerjanya kepada warga lokal," kata Sandi dalam konferensi pers di Kantor Kemenparekraf, Senin (27/5/2024).

 

Sandiaga Tegakan Aturan

Untuk memberikan kondisi nyaman bagi warga lokal di Bali dalam menyambung perekonomian mereka, perlu adanya langkah pasti untuk mempertegas aturan usaha bagi WNA. Tindak lanjut dan penanganan yang tepat jadi kunci untuk kejadian seperti ini.

"Jadi kuncinya adalah penegakan aturan dan enforcement atau menindaklanjuti temuan jika seandainya ada penyimpangan. Jadi saya tidak sepakat sama sekali (narasi dijajah)," Menteri menegaskan.

"Langkah konkretnya adalah penegakan hukum secara tegas untuk para pelanggar hukum, tidak ada toleransi apalagi yang berkaitan dengan kesempatan kerja, berkaitan dengan penyalahgunaan izin tinggal, dan lain sebagainya," dia menambahkan.

Sandiaga juga menuturkan jika para WNA yang berusaha di Bali itu melanggar aturan dan telah melakukannya beberapa kali, pemerintah tak segan untuk memberikan hukum berupa deportasi.

"Jika dia melanggar dan sudah ada beberapa kali pelanggaran, pihak imigrasi sudah berkoordinasi dengan kita. Maka kita tidak akan ragu-ragu untuk mendeportasi," tegas Sandiaga. n bl/erc/rmc

Berita Terbaru

Dewan Komisaris Tinjau GIS Undaan, PLN Perkuat Keandalan Listrik dan Kawal Proyek Strategis

Dewan Komisaris Tinjau GIS Undaan, PLN Perkuat Keandalan Listrik dan Kawal Proyek Strategis

Jumat, 03 Apr 2026 16:23 WIB

Jumat, 03 Apr 2026 16:23 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – PT PLN (Persero) menegaskan komitmennya dalam menjaga keandalan sistem kelistrikan nasional melalui kunjungan kerja Dewan Komisaris ke …

Jelang Muscab PKB Sidoarjo Bidik Ketua Baru Yang Loyal, Jujur dan Berintegritas

Jelang Muscab PKB Sidoarjo Bidik Ketua Baru Yang Loyal, Jujur dan Berintegritas

Jumat, 03 Apr 2026 15:15 WIB

Jumat, 03 Apr 2026 15:15 WIB

Surabayapagi.com-Sidoarjo : Persiapan Musyawarah Cabang (Muscab) Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PKB 2026 di Sidoarjo sudah matang hampir mencapai 99%. Fokus …

Diawali Doa, WCP Pasopati U-10 Siap Ukir Prestasi di Turnamen Internasional Bali7s

Diawali Doa, WCP Pasopati U-10 Siap Ukir Prestasi di Turnamen Internasional Bali7s

Jumat, 03 Apr 2026 09:56 WIB

Jumat, 03 Apr 2026 09:56 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik – Suasana haru dan penuh harapan mengiringi langkah skuad muda WCP Pasopati Academy U-10 saat bersiap menapaki panggung internasional. …

Takmir Masjid di Bayubang Lamongan Ajukan Pemindahan Gardu Trafo, PLN Patok Rp 80 Juta Menjadi Viral

Takmir Masjid di Bayubang Lamongan Ajukan Pemindahan Gardu Trafo, PLN Patok Rp 80 Juta Menjadi Viral

Kamis, 02 Apr 2026 20:15 WIB

Kamis, 02 Apr 2026 20:15 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Takmir Masjid At-Taqwa di Desa Bayubang Kecamatan Solokuro Lamongan Jawa Timur, dibuat murka oleh pelayanan PLN, lantaran…

Dampak Efesiensi, Pemkab Lamongan Pangkas Perjalanan Dinas Sampai 50 Persen

Dampak Efesiensi, Pemkab Lamongan Pangkas Perjalanan Dinas Sampai 50 Persen

Kamis, 02 Apr 2026 20:08 WIB

Kamis, 02 Apr 2026 20:08 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Sebagai langkah kongkrit dalam komitmen menjalankan instruksi Pemerintah Pusat untuk efesiensi energi, Pemkab Lamongan telah…

Tekankan Transparansi dan Akuntabilitas Pembangunan Infrastruktur, KSPI PT PLN Kunjungi GITET Surabaya Selatan

Tekankan Transparansi dan Akuntabilitas Pembangunan Infrastruktur, KSPI PT PLN Kunjungi GITET Surabaya Selatan

Kamis, 02 Apr 2026 18:47 WIB

Kamis, 02 Apr 2026 18:47 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – PT PLN (Persero) terus memperkuat komitmennya dalam menjalankan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan yang bersih dan t…