SURABAYAPAGI.com, Sampang - Para peternak di Kabupaten Sampang, Madura kini tidak perlu khawatir lagi merugi untuk memelihara sapi. Pasalnya, harga sapi lokal mulai meroket drastis menjelang hari raya Idul Adha 1445 Hijriyah.
Bahkan diketahui, harga satu ekor sapi yang sebelumnya Rp 13 juta saat ini naik menjadi Rp 16 juta.
“Ada lagi perekor yang mencapai Rp 25 juta. Padahal sebelumnya hanya Rp 20 juta,” ungkap Junaidah, peternak sapi asal Kecamatan Robatal, Kabupaten Sampang, Senin (03/06/2024).
Lebih lanjut, adanya kenaikan harga sapi ini juga menjadi berkah tersendiri bagi peternak sapi Madura, khususnya di Kabupaten Sampang, menjelang hari raya.
“Sapi Madura ini merupakan primadona bagi warga luar Sampang untuk dijadikan hewan qurban,” imbuhnya.
Hal senada juga dikatakan oleh Tolib peternak sapi lainya yang mengaku senang karena sapi ternaknya terjual dengan harga yang wajar. “Alhamdulillah berkah Idul Adha sapi kami terjual dengan harga yang tinggi,” tambahnya.
Ia juga berharap supaya pemilik hewan ternak lainya juga bernasib sama dengan dirinya. Sebab, memelihara sapi ternak ini membutuhkan keahlian dan kesabaran khusus.
“Semoga peternak sapi lainya juga ketiban berkah Idul Adha, supaya sapi ternaknya bisa terjual dengan harga yang tinggi,” tandasnya.
Sementara itu, diketahui Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang, Madura melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Disperta KP) setempat mewanti-wanti para pedagang untuk memperhatikan kesehatan sapi saat dijual menjelang lebaran kurban.
Bahkan, para pedagang saat menjual dagangannya, sapi kurban diharuskan memiliki Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) asal daerahnya untuk lebih meyakinkan para pembeli. Apalagi para pedagang yang menjual sapinya ke luar daerah, harus mengantongi surat keterangan sehat. Artinya sapi terhindar dari virus atau penyakit apapun. smp-01/dsy
Editor : Desy Ayu