Gejolak PMK, Pedagang Sapi di Jombang Ngeluh Sepi Pesanan

author surabayapagi.com

- Pewarta

Kamis, 06 Jun 2024 10:13 WIB

Gejolak PMK, Pedagang Sapi di Jombang Ngeluh Sepi Pesanan

i

Peternak sedang memberi makan sapi. Berharap laku keras di momen jelang Hari Raya Idul Adha. SP/ JBG

SURABAYAPAGI.com, Jombang - Harga hewan kurban, terutama sapi menjelang Hari Raya Idul Adha melonjak tinggi, namun di sela harganya yang tinggi, justru pedagang sapi di Jombang, Jawa Timur, tidak bisa menikmati momen tersebut.

"Harganya kalau dulu Rp 30 juta rupiah, sekarang naik jadi Rp 35 juta, Rp 33 juta per ekornya, ya harganya naik Rp 3 jutaan rupiah dibandingkan harga tahun lalu," jelas pedagang hewan sapi kurban di Desa Tunggorono, Kecamatan Jombang, Riyanto (59).

Baca Juga: Jor-joran Sumbang Sapi

Pasalnya, Riyanto mengungkap jika pesanan yang datang mencapai 600 ekor sapi dibanding tahun 2023 lalu, akan tetapi tahun ini, sepi pesanan hewan kurban terutama sapi. Bahkan, tahun ini, daya beli masyarakat menurun hingga mencapai 50 persen.

"Agak menurun pembelinya, padahal harganya agak meningkat tinggi, agak melambung harganya. Jadi harga naik, pemesanannya kurang, ya menurunnya sampai 50 persen," kata Riyanto, Kamis (06/06/2024).

Baca Juga: Tingkatkan Keperdulian Sosial Dimomentun Idul Adha, Unipra Sembelih 2 Ekor Sapi Kurban

Momen Idul Adha yang biasanya konsumen berbondong-bondong membeli hewan kurban, justru tidak ada pesanan yang datang kepadanya. Ia pun menegaskan menurunnya pesanan sapi kurban dari luar daerah ini, dikarenakan maraknya penyakit sapi yang menghantui para pelanggan sapi kurban. 

"Sekarang pemesan tinggal 18, yang tahun kemarin 90. Lebih dari 100, kalau kemarin pesanan yang datang ke saya dari Boyolali dan Magetan itu, sampai 600 pesannya, ya 600 ekor saya kirim ke sana, Boyolali sama Magetan tapi tahun ini gak ada sama sekali pesanan. Ya karena banyak gejolak penyakit lagi ini, seperti PMK," katanya.

Baca Juga: Pj Gubernur Adhy: Ekonomi Membaik Seiring dengan Peningkatan Kesalehan Sosial Masyarakat

Diketahui, harga rata-rata sapi yang dijual Riyanto di pasaran dibanderol Rp 20 juta keatas, mulai Rp 21 juta sampai Rp 24 juta. Dengan bobot 4 kuintal, sampai 4,5 kuintal. Dari berbagai jenis, seperti simental, PO, Limosin.

Selain itu, juga terdapat sapi kurban jenis tertentu yang harganya termasuk mahal, seperti bramus yang dibanderol Rp 35 juta lebih, dengan bobot 5 kuintal sampai 5,5 kuintal. Dan yang paling murah, harganya Rp 18 juta bobot 3 kuintal, jenis sapi lokal. jbg-01/dsy

Editor : Desy Ayu

BERITA TERBARU