Tertimbun Tanah Longsor, 2 Tewas, 1 Selamat dan 1 masih dalam Pencarian

author Lestariyono Blitar

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Hingga Senin pagi, 1 korban tertimbun longsor belum ditemukan. SP/Lestariono
Hingga Senin pagi, 1 korban tertimbun longsor belum ditemukan. SP/Lestariono

i

SURABAYAPAGI.COM, Blitar - Tanah longsor di Desa Bumirejo Kec Kesamben Kabupaten Blitar yang terjadi pada Minggu (30/6) kemarin menyisakan kepedihan bagi warga desa setempat, karena 3 warganya meninggal dunia sementara 1 orang selamat.

Peristiwa itu terjadi di kandang ayam yang terletak di bawah tebing milik Gunawan (43) warga setempat, seperti yang disampaikan Kapolsek Kesamben AKP Suhartono melalui Kasi Humas Polres Blitar Iptu Heri Setiawan saat Gunawan duduk istirahat bersama Supiono (40) di rumah Dita Supiono (40) tetangganya, usai menjenguk kandang ayamnya, sambil menambal ban motornya yang bocor.

"Saat menunggu terdengar suara gemuruh tanah longsor yang ditempati kandang ayam milik Gunawan, melihat dan mendengar suara gemuruhnya tanah longsor, spontan Gunawan dan Supiono datangi TKP, karena kondisi kandang ayam hancur, Supiono minta tolong," terang Iptu Heri.

Untuk diketahui secara fisik kondisi jarak antara kandang ayam (TKP) dan tebing sekitar 15 meter, sedang ketinggian tebing 50 mete. Menurut BPBD Kabupaten Blitar tebing tingginya sekitar 10 meter dengan luas kandang ayam petelur jenis antara 10 X 36 meter yang berlantai semen cor serta dilapisi potongan potongan bambu.

Ketika tebing longsor ketika tiga pekerja kandang yakni Anto, Jarianto (50), Mugiono (50) sedang memunguti telur telur ayam, sementara korban Gunawan (pemilik kandang) bersama Supiono sedang menambal ban motornya, mendengar reruntuhan gemuruhnya tanah di TKP, Gunawan dan Supiono berusaha menolong Anto, Mugiono dan Jarianto, rupanya, gerakan tanah longsor terjadi lagi.

"Longsoran tanah terjadi lagi saat Gunawan dan Supiono menolong ketiganya, Supiono lari sambil minta tolong, spontan warga sekitar TKP menolong Gunawan, Anto, Jarianto dan Mugiono, Anto bisa terselamatkan untuk 3 orang tertimbun reruntuhan tanah tebing warga berusaha mencari keberadaan mereka," tambah Iptu Heri.

Dalam pencarian ketiga korban Gunawan, Jarianto dan Mugiono, yang dibantu dengan peralatan eskavator, sejak terjadinya longsor, sampai jauh malam, dan sekitar pukul 01.00 pada Senin (1/7) dini hari berhasil mengevakuasi Jarianto dan Mugiono dalam keadaan meninggal dunia, sementara korban Gunawan belum ditemukan, dan mendatangkan Basarnas Pos SAR Trenggalek, untuk pencarian bersama masyarakat desa Bumirejo dan Polres Blitar dan KODIM 0808 Blitar. Les

Berita Terbaru

Awali Pertandingan dengan Hasil  Sempurna, Persela Bungkam Persis Solo 2-0

Awali Pertandingan dengan Hasil Sempurna, Persela Bungkam Persis Solo 2-0

Minggu, 13 Sep 2026 19:41 WIB

Minggu, 13 Sep 2026 19:41 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Persela Lamongan mengawali kompetisi Pegadaian Championship 2026/2027 dengan hasil sempurna. Menjamu Persis Solo di Stadion…

Pemkot Mojokerto Buka Layanan Validasi Data bagi Warga Terdampak Perubahan Desil

Pemkot Mojokerto Buka Layanan Validasi Data bagi Warga Terdampak Perubahan Desil

Minggu, 13 Sep 2026 15:50 WIB

Minggu, 13 Sep 2026 15:50 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto – Perubahan desil ekonomi menjadi keresahan banyak warga yang disampaikan kepada Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan P…

Perkuat Konsolidasi hingga Tingkat Kelurahan, Golkar Surabaya Targetkan 10 Kursi di Pemilu Mendatang

Perkuat Konsolidasi hingga Tingkat Kelurahan, Golkar Surabaya Targetkan 10 Kursi di Pemilu Mendatang

Minggu, 13 Sep 2026 15:41 WIB

Minggu, 13 Sep 2026 15:41 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Kota Surabaya menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) sekaligus pengukuhan pengurus…

Angin Kencang, Operasional Paralayang Gunung Banyak Dihentikan Sementara

Angin Kencang, Operasional Paralayang Gunung Banyak Dihentikan Sementara

Minggu, 13 Sep 2026 15:33 WIB

Minggu, 13 Sep 2026 15:33 WIB

SURABAYAPAGI.com, Batu - Menindaklanjuti fenomena angin kencang yang meningkat secara signifikan di sekitar area lepas landas (take-off) memaksa para pengelola…

Tradisi Unik Bersih Desa, Warga di Ngawi Gelar Saling Lempar ‘Perang Nasi’

Tradisi Unik Bersih Desa, Warga di Ngawi Gelar Saling Lempar ‘Perang Nasi’

Minggu, 13 Sep 2026 15:32 WIB

Minggu, 13 Sep 2026 15:32 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ngawi - Tradisi unik di Desa Pelang Lor, Kecamatan Kedunggalar, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, saat rangkaian bersih desa atau sedekah bumi…

Tekan Angka Pengangguran, Pemkab Bangkalan Targetkan Pekerja Lokal Terserap Industrialisasi

Tekan Angka Pengangguran, Pemkab Bangkalan Targetkan Pekerja Lokal Terserap Industrialisasi

Minggu, 13 Sep 2026 14:33 WIB

Minggu, 13 Sep 2026 14:33 WIB

SURABAYAPAGI.com, Bangakalan - Sebagai upaya memberikan peluang kerja dan menekan angka pengangguran, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan menargetkan,…