Bupati Banyuwangi Beri Edukasi Tangkal Pinjol dan Judol pada Guru PPPK

author surabayapagi.com

- Pewarta

Jumat, 05 Jul 2024 18:58 WIB

Bupati Banyuwangi Beri Edukasi Tangkal Pinjol dan Judol pada Guru PPPK

SURABAYAPAGI.COM, Banyuwangi - Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) guru menjadi ujung tombak dalam memberikan pendidikan bagi anak dan keluarga. Lewat PPPK, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani memberikan edukasi literasi keuangan guna menangkal pengaruh pinjaman online (pinjol) dan judi online (judol) yang membahayakan masyarakat.

Edukasi ini juga diharapkan dapat mencegah risiko jerat pinjol dan Judol di kalangan aparatur sipil negara (ASN). Puluhan PPPK guru di wilayah Kecamatan Rogojampi salah satunya, berkumpul di Aula Korwilkersatdik Rogojampi.

Baca Juga: Pemkab Banyuwangi Fasilitasi HKI bagi Pelaku UMKM

Dalam kesempatan itu, Ipuk memberikan edukasj literasi keuangan di sela program Bupati Ngantor di Desa (Bunga Desa) di Desa Lemahbangdewo, Kecamatan Rogojampi, Kamis (4/7). Dengan menggandeng salah satu perbankan, Pemkab berharap masyarakat bisa belajar pengelolaan keuangan dengan baik.

"Dengan edukasi literasi keuangan ini, kami berharap para P3K dapat mengelola keuangannya secara lebih baik, sehingga bisa berfokus untuk bekerja mengajar para anak didik di sekolah masing-masing," kata Ipuk.

Ipuk juga meminta para P3K agar bijak dalam menggunakan gaji mereka. Sehingga para P3K tak sampai terjebak dalam jerat pinjol yang bunganya mencekik.

Baca Juga: Pemkab Banyuwangi Kembali Gelar Jagoan Bisnis

"Karena apabila setiap hari harus dikejar-kejar dengan tagihan pinjol, guru-guru tidak akan bisa maksimal dalam bekerja. Jadi dengan edukasi ini, kami ingin mereka bisa menggunakan pendapatannya untuk hal-hal yang tepat dibutihkan, alih-alih hal-hal yang diinginkan," sambungnya.

Selain itu, Ipuk juga berpesan agar para PPPK tidak bergaya hidup secara hedonis. Terlebih hidup bermewah-mewahan secara berlebihan untuk dipamerkan di media sosial.

"Apakah guru yang ada di sini ada yang SK-nya sudah 'disekolahkan'? Sebenarnya tidak apa-apa 'disekolahkan', asal untuk hal-hal yang produktif. Jangan untuk hal-hal yang konsumtif," sambung Ipuk.

Baca Juga: Sukses Terapkan Pertanian Terpadu, Petani di Banyuwangi Patut Ditiru

Ipuk juga mengingatkan bahaya judi online (judol) kepada para P3K yang hadir. Jeratan judol, kata dia, telah berdampak buruk pada orang-orang yang terjerat. Tak sedikit pula, nasib korban judol berakhir dengan tragis. Judol juga bisa membuat pelakunya berurusan dengan hukum.

"Kami berharap kontrak PPPK bapak-ibu sekalian bisa diperpanjang nantinya berkat kinerja baiknya. Jangan sampai, kontrak ini terputus karena hal-hal yang sepele," lanjutnya. Bn-01/ham

Editor : Moch Ilham

BERITA TERBARU