Jokowi Kirim Ucapan Selamat ke Keir Starmer, PM Inggris Baru, Lewat Akun X-nya

author surabayapagi.com

- Pewarta

Minggu, 07 Jul 2024 21:01 WIB

Jokowi Kirim Ucapan Selamat ke Keir Starmer, PM Inggris Baru, Lewat Akun X-nya

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengajak Keir Starmer, Perdana Menteri (PM) baru Kerajaan Inggris, terus meningkatkan hubungan diplomatik antara RI-Inggris. Sekaligus berkontribusi menciptakan perdamaian global. Ajakan itu disampaikan Jokowi saat memberikan ucapan selamat atas terpilihnya Keir Starmer, melalui akun X-nya.

"Saya ucapkan selamat atas penunjukan @Keir_Starmer sebagai Perdana Menteri Inggris," kata Jokowi lewat akun X-nya, dilihat Surabaya Pagi, pada Minggu (7/7/2024).

Baca Juga: Jokowi dan Puluhan Pimpinan Negara Kecam Penembakan Trump

Hingga Minggu (7/7/2024) malam, ucapan selamat Jokowi di akun X-nya sudah dilihat 62,511 kali dan telah dire-tweet sebanyak 78 kali. Hanya saja, dari pantauan Surabaya Pagi, PM Inggris yang baru, Keir Starmer, lewat akun X-nya, juga belum membalas ucapan selamat Presiden Jokowi.

 

Harapan Rakyat Inggris

Rakyat Inggris, berharap pergantian kepemimpinan dapat memulihkan perekonomian Inggris yang diterpa banyak masalah.

Praktis kegembiraan Partai Buruh mungkin akan berubah menjadi rasa takut, mengingat tantangan ekonomi yang ada di hadapan. Sejumlah tantangan membayangi pemerintahan Keir Starmer, mulai dari kebangkrutan pemerintah daerah, infrastruktur yang hancur, krisis perumahan, hingga meningkatnya jumlah tunawisma dan Layanan Kesehatan Nasional yang berada dalam kondisi krisis.

Di sisi lain, perekonomian Inggris hampir tidak tumbuh tahun lalu, begitu pun dengan pendapatan yang tidak optimal. Jika dibandingkan dengan inflasi, kenaikan upah hanya sedikit sejak tahun 2010, yang berarti masyarakat tidak menjadi lebih baik secara signifikan

Dikutip dari CNN, Sabtu (6/7/2024), Partai Buruh mengakhiri dominasi Partai Konservatif yang telah berkuasa selama 14 tahun. Pada pemerintahan yang lalu, sejumlah kebijakan mengejutkan diambil Partai Konservatif, mulai dari penghematan, Brexit, hingga pemangkasan pajak yang menghebohkan.

Baca Juga: Jokowi Naikkan Ketersediaan dan Anggaran Pupuk Subsidi Dua Kali Lipat

Pendapatan Inggris juga mengalami stagnasi, standar hidup masyarakat memburuk, serta aliran investasi yang kian menyusut. Kini, di bawah komando Keir Starmer sebagai Perdana Menteri rakyat mengharapkan perubahan.

 

Mantan kepala Kejaksaan

Starmer merupakan mantan kepala kejaksaan yang masuk parlemen pada 2015. Ia disahkan menjadi Perdana Menteri pada Jumat kemarin, menggantikan Rishi Sunak yang mengundurkan diri setelah kekalahan Partai Konservatif.

"Perubahan dimulai sekarang," kata Starmer dalam pidato kemenangannya.

Baca Juga: DPA Orde Baru Dimunculkan Transisi ke Prabowo

Dari populasi usia kerja (16 hingga 64 tahun) yang berjumlah sekitar 42,4 juta jiwa, lebih dari 2,8 juta jiwa menganggur karena penyakit kronis. Sekitar 6,7 juta orang mendapat Kredit Universal di Inggris, Skotlandia dan Wales, yang merupakan bantuan untuk biaya hidup.

 

Rakyat Inggris Butuhkan Perubahan

Tidak mengherankan jika masyarakat Inggris sangat membutuhkan perubahan. Namun kapasitas pemerintah baru untuk mengatasi permasalahan ini akan sangat dibatasi oleh beban utang yang jauh lebih besar dibandingkan ukuran perekonomian, yang berarti kenaikan pajak atau pemotongan belanja negara tidak bisa dihindari. n jk/erc/rmc

Editor : Moch Ilham

BERITA TERBARU