Petani Blewah di Jombang Menjerit, Imbas Hujan Harga Anjlok Rp 1.500 per Kilogram

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Ilustrasi. Petani blewah yang sudah panen di Jombang, Jawa Timur. SP/ JBG
Ilustrasi. Petani blewah yang sudah panen di Jombang, Jawa Timur. SP/ JBG

i

SURABAYAPAGI.com, Jombang - Petani blewah di utara Sungai Brantas Jombang, Jawa Timur menjerit imbas tanaman buah blewah mereka membusuk akibat hujan yang terus menerus mengguyur dan datang terlalu cepat.

Imbas buah blewah yang membusuk tersebut, harga jualnya pun ikut turun drastis. Harganya dari Rp 3.500 per kilogram, turun jadi Rp 1.500. Seperti yang dirasakan Sutikno (65), petani asal Dusun Turi, Desa Purisemanding, Kecamatan Plandaan, Jombang yang juga ikut merugi.

“Langsung terasa dampaknya kemarin. Banyak tanaman buah seperti garbis yang tidak bisa kena hujan. Jadinya langsung rusak,” ungkap Sutikno, Senin (15/07/2024).

Hujan deras datang saat tanaman blewah miliknya sudah berusia hampir 50 hari dan mulai berbuah. Meski belum bisa dipanen maksimal. Banyak buah yang mengalami pembusukan. Hujan seringkali membawa jamur yang menyebabkan muncul belang.

“Kemarin itu blewah baru umur 48, belum siap panen, menunggu lima harian. Tiba-tiba hujan, ya akhirnya rusak. Begitu hama kresek muncul mengenai daun, pasti mati sama buahnya,” terangnya.

Sementara itu, kondisi paling parah terjadi di Dusun Turi sebelah utara. Banyak petani terpaksa membuang garbisnya karena tak lagi bisa dipanen. Hujan juga membuat tikus keluar dari sarangnya di dalam tanah. Kondisi itu membuat banyak tanaman petani rusak.

“Tidak bisa panen, karena garbisnya sudah bolong-bolong digerogoti tikus,” bebernya.

Berdasarkan dari data yang dimiliki Disperta Jombang, sebanyak 110 hektare sawah dengan tanaman garbis yang terdampak kerusakan akibat hujan di Kecamatan Plandaan.

“Lokasinya tersebar di Desa Gebangbunder, Kampungbaru, Purisemanding yang terbesar. Juga Desa Bangsri dan desa Plandaan,” beber Kepala Dinas Pertanian Jombang, M Rony.

Diketahui, seluruh tanaman mengalami kematian akibat hujan deras. Sayangnya, pemerintah tak bisa mengalokasikan bantuan untuk mereka karena status tanamannya.

“Nggak ada bantuan. Sementara hanya padi rusak yang dapat bantuan. Karena faktor anggaran terbatas. Selain padi juga bukan termasuk tanaman utama,” tuturnya. jb-01/dsy

Berita Terbaru

2 Korporasi Malaysia dan Singapura Tersangka Karhutla

2 Korporasi Malaysia dan Singapura Tersangka Karhutla

Jumat, 30 Okt 2026 03:20 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:20 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - 20 korporasi sebagai tersangka dalam kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Dari daftar tersebut, empat di antaranya merupakan…

Sepuluh Staf Terima Uang di Luar Gaji

Sepuluh Staf Terima Uang di Luar Gaji

Jumat, 30 Okt 2026 03:18 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:18 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya — Pengakuan sepuluh staf bidang pertambangan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jawa Timur yang menerima uang di luar gaji d…

ESDM JATIM DIDUGA TERIMA PUNGLI RP 687,5 JUTA

ESDM JATIM DIDUGA TERIMA PUNGLI RP 687,5 JUTA

Jumat, 30 Okt 2026 03:15 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:15 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur mendalami dugaan aliran dana pungutan liar (pungli) sebesar Rp 687,5 juta kepada mantan…

Jokowi Minggu Depan Siap Jadi Saksi Roy Suryo

Jokowi Minggu Depan Siap Jadi Saksi Roy Suryo

Jumat, 30 Okt 2026 03:13 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:13 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Saya sangat menghormati proses hukum yang sedang berjalan. Kalau memang diundang, ya saya Insya Allah akan hadir,” kata Jokowi k…

Hashim Ingatkan Risiko Pelemahan Rupiah Jika Isu MSCI Tak Diselesaikan

Hashim Ingatkan Risiko Pelemahan Rupiah Jika Isu MSCI Tak Diselesaikan

Jumat, 30 Okt 2026 03:11 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:11 WIB

SURABAYAPAGI.com - Ketua Dewan Penasihat Kadin Indonesia Hashim S. Djojohadikusumo mengingatkan potensi pelemahan nilai tukar rupiah akibat derasnya aliran…

Beras Oplos Berulang, Amran Wanti-Wanti Risiko Pidana

Beras Oplos Berulang, Amran Wanti-Wanti Risiko Pidana

Jumat, 30 Okt 2026 03:09 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:09 WIB

SURABAYAPAGI.com - Menteri Pertanian/Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Andi Amran Sulaiman akan menyebar surat edaran (SE) mengenai potensi sanksi pidana…