Hubungan Kandas, Vadel Badjideh Pamer Pacar Baru, Lolly Angkat Bicara

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Laura Meizani atau yang kerap disapa Lolly dan Vadel Badjideh. SP/ JKT
Laura Meizani atau yang kerap disapa Lolly dan Vadel Badjideh. SP/ JKT

i

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Baru-baru ini hubungan antara Vadel Badjideh dan Laura Meizani atau yang kerap disapa Lolly anak Nikita Mirzani dikabarkan kandas. Usai sang kekasih Vadel kepergok jalan bersama wanita lain.

Terkait kabar kandasnya hubungan keduanya, juga sempat diumumkan Vadel lewat pernyataannya di Instagram Stories. Tanpa mengungkapkan alasannya putus, Vadel menyebut dirinya dan Lolly sudah tidak lagi berpacaran.

Sementara kabar jika Vadel ketahuan jalan bersama wanita lain. Netizen pun menduga Vadel sudah move on dan memiliki kekasih baru.

Melihat kejadian itu, Lolly pun kini memberikan klarifikasinya di Instagram Stories. Ia menjelaskan wanita yang diduga pacar baru Vadel itu adalah kakak iparnya.

Lolly bahkan mengenal wanita tersebut dan sering pergi bersama. Lolly juga mengungkapkan perasaannya setelah putus. Ia juga membagikan swafoto bersama kakak ipar Vadel itu agar netizen percaya dengan wanita yang bersama Vadel itu bukanlah pacar barunya.

"'Lolly nangis di pojokan'. Ngapain nangis? Sering jalan bareng sama ceweknya kok," kata Lolly, Senin (15/07/2024).

Ia juga meminta publik untuk tidak memotong-motong video dan menyebarkan fitnah, sebab hingga saat ini diketahui jika hubungan Lolly dan kakak ipar Vadel tersebut dikatakan sangat baik dan dekat.

"Yang ini bukan ceweknya? Wkwkwk. Itu kakak iparnya Vadel, keluarga! Deket banget sama aku. Bikin berita yang bener. Jangan dipotong-potong videonya. Malah menyebarkan fitnah," sambungnya.

Tak tanggung-tanggung, ditengah kabar kandasnya hubungannya dengan Vadel, diakhir klasifikasinya, Lolly juga memamerkan dirinya baru saja mendapatkan kiriman makanan dari kakak ipar Vadel Badjideh.

"Gimana nangis di pojokan? Ini aja baru dikirimin masakan dari kakak ipar. Tuh buktinya, nanti dibilang halu lagi kalau enggak pakai bukti gosend," kata Lolly. jk-05/dsy

Berita Terbaru

2 Korporasi Malaysia dan Singapura Tersangka Karhutla

2 Korporasi Malaysia dan Singapura Tersangka Karhutla

Jumat, 30 Okt 2026 03:20 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:20 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - 20 korporasi sebagai tersangka dalam kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Dari daftar tersebut, empat di antaranya merupakan…

Sepuluh Staf Terima Uang di Luar Gaji

Sepuluh Staf Terima Uang di Luar Gaji

Jumat, 30 Okt 2026 03:18 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:18 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya — Pengakuan sepuluh staf bidang pertambangan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jawa Timur yang menerima uang di luar gaji d…

ESDM JATIM DIDUGA TERIMA PUNGLI RP 687,5 JUTA

ESDM JATIM DIDUGA TERIMA PUNGLI RP 687,5 JUTA

Jumat, 30 Okt 2026 03:15 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:15 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur mendalami dugaan aliran dana pungutan liar (pungli) sebesar Rp 687,5 juta kepada mantan…

Jokowi Minggu Depan Siap Jadi Saksi Roy Suryo

Jokowi Minggu Depan Siap Jadi Saksi Roy Suryo

Jumat, 30 Okt 2026 03:13 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:13 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Saya sangat menghormati proses hukum yang sedang berjalan. Kalau memang diundang, ya saya Insya Allah akan hadir,” kata Jokowi k…

Hashim Ingatkan Risiko Pelemahan Rupiah Jika Isu MSCI Tak Diselesaikan

Hashim Ingatkan Risiko Pelemahan Rupiah Jika Isu MSCI Tak Diselesaikan

Jumat, 30 Okt 2026 03:11 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:11 WIB

SURABAYAPAGI.com - Ketua Dewan Penasihat Kadin Indonesia Hashim S. Djojohadikusumo mengingatkan potensi pelemahan nilai tukar rupiah akibat derasnya aliran…

Beras Oplos Berulang, Amran Wanti-Wanti Risiko Pidana

Beras Oplos Berulang, Amran Wanti-Wanti Risiko Pidana

Jumat, 30 Okt 2026 03:09 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:09 WIB

SURABAYAPAGI.com - Menteri Pertanian/Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Andi Amran Sulaiman akan menyebar surat edaran (SE) mengenai potensi sanksi pidana…