SURABAYAPAGI.COM, Mojokerto - TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-121 di Desa Bandung, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto resmi dimulai. Hal ini ditandai dengan adanya upacara pembukaan yang berlangsung di Lapangan Desa Bandung, Rabu (24/7/2024) pagi.
Pada momen itu, bertindak sebagai inspektur upacara, Bupati Mojokerto, Ikfina Fahmawati. Selain itu, turut pula hadir segenap jajaran Forkopimda mulai dari Kapolres Mojokerto dan Kapolres Mojokerto Kota, Ketua Pengadilan Negeri, Kajari, Dandim 0815 Mojokerto, tampak mengikuti upacara ini.
Dengan tema ‘Dharma Bakti TMMD Mewujudkan Percepatan Pembangunan di Wilayah", pada TMMD kali ini terdapat enam sasaran pembangunan baik fisik maupun non-fisik.
Adapun pembangunan fisik yang akan dilaksanakan dalam TMMD ini adalah : Pembangunan rabat beton jalan lingkungan Dsn. Bandung Wetan RT 04 dan Dsn Ngudi Lor RT 01 RW 07 S/D RT 02 RW 07 sepanjang 1.300 Kilometer, dengan alokasi anggaran sebesar Rp1.1 miliar.
Rehab Musholla Al Barokah Dsn. Bandung Kulon RT 02 RW 06, dengan anggaran sebesar Rp. 200 juta, penerangan Jalan Dsn Bandung Wetan RW 03 sebanyak 20 tiang, dengan alokasi anggaran sebesar Rp 36 juta, rehab ruang perpustakaan SDN Bandung II, dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 220 juta.
Lalu, pembangunan jamban Desa Bandung sebanyak 16 jamban, dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 194 juta, rehabilitasi rumah tidak layak huni sebanyak 3 rumah, dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 45 juta dari Baznas Kabupaten Mojokerto.
Guna optimalisasi pelaksanaan kegiatan TMMD tersebut, maka ada beberapa kegiatan yang sudah dilaksanakan mendahului dari jadwal pembukaan atau biasa disebut Pra-TMMD.
Sasaran fisik tersebut diprioritaskan guna menyentuh kepentingan masyarakat, sehingga diharapkan mampu meningkatkan roda perekonomian masyarakat khususnya masyarakat di Desa Bandung Kecamatan Gedeg.
Bupati Mojokerto, Ikfina Fahmawati mengapresiasi peran aktif TNI dalam membantu pembangunan di wilayah Mojokerto.
"Kami sangat berterima kasih atas dukungan TNI, khususnya dalam program TMMD ini, yang sangat membantu mempercepat pembangunan infrastruktur dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat," kata Bupati.
Ikfina menyebut, program TMMD ini bertujuan untuk pemerataan pembangunan serta memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat.
"Tujuan utama program TMMD adalah pemerataan pembangunan nasional untuk lebih sejahtera, adil dan gotong royong, serta memperkuat kemanunggalan TNI dengan masyarakat," jelasnya.
Lebih lanjut dijelaskan oleh Bupati Ikfina, proses perencanaan TMMD tahun 2024 ini, direncanakan dengan sistem perencanaan 'bottom up'. Yang mana, perencanaan pembangunan tersebut merupakan aspirasi dari masyarakat.
"Sasaran kegiatan ditetapkan dan diakomodir ke dalam rencana kerja Pemerintah Kabupaten Mojokerto tahun 2024, dengan total anggaran sebesar Rp 1,7 miliar," terangnya.
Sekadar diketahui, selain pembangunan fisik, dalam pelaksanaan TMMD Ke-121 kali ini juga dilakukan kegiatan non fisik. Hal ini diarahkan untuk mendorong kesadaran masyarakat akan isu-isu aktual dan tantangan yang berkembang, baik dibidang sosial budaya, pemerintahan, ekonomi, wawasan kebangsaan dan juga ketahanan negara.
Adapun kegiatan non fisik berupa penyuluhan atau sosialisasi yang akan dilaksanakan di Desa Bandung Kecamatan Gedeg adalah : Sosialisasi wawasan kebangsaan, dari Kodim 0815 Mojokerto, sosialisasi keamanan dan ketertiban masyarakat, termasuk judi online dan pinjaman online (Pinjol), dari Polres Mojokerto Kota, sosialisasi pencegahan penggunaan narkoba, dari Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Mojokerto.
Berikutnya, sosialisasi penyuluhan kesehatan lingkungan, dari Dinas Kesehatan, sosialisasi penyuluhan kesehatan remaja, dari Dinas Kesehatan dan Dinas P2KBP2, penyuluhan pencegahan penyakit tidak menular, dari Dinas Kesehatan, sosialisasi penanggulangan bencana, dari BPBD, sosialisasi peran Satlinmas dalam keamanan dan ketertiban masyarakat, dari Satpol PP, pembinaan kearsipan pemerintahan desa, dari DPMD Bidang Pemerintahan Desa.
Penyuluhan perpustakaan digital, dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan.
- Sosialisasi Pemberdayaan Masyarakat melalui Bumdes, dari DPMD bidang PUED
Peranan kader pembangunan manusia (KPM) dalam antisipasi meningkatnya angka stunting di masyarakat, dari DPMD bidang penataan dan kerjasama desa.
- Sosialisasi pemberdayaan lembaga masyarakat desa, dari DPMD Bidang Kelembagaan, pemberdayaan Pokjanal Posyandu, dari DPMD Bidang Kelembagaan
Sedangkan kegiatan non fisik yang berupa pelatihan atau pemberian bantuan adalah sebagai berikut : Workshop/pelatihan batik ecoprint, dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, pelayanan Administrasi Kependudukan Keliling (E-KTP, KIA, Akta Kelahiran, Akta Kematian, KK), dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, pelayanan Mobil Perpustakaan Keliling, dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, pemberian bantuan desinfektan dan hand sprayer, dari Dinas Pertanian dan Peternakan, pelayanan kesehatan hewan, dari Dinas Pertanian dan Peternakan, pemberian bantuan bibit tanaman untuk penghijauan, dari Dinas Lingkungan Hidup
Ditambah kegiatan, pameran produk unggulan dari UMKM 14 Desa Se Kecamatan Gedeg, pelayanan kesehatan masal dan gratis dan pasar murah sembako.
Acara ini dimeriahkan oleh pertunjukan Reog Ponorogo dan Bantengan. Bupati Ikfina juga menyempatkan diri melihat hasil pembangunan disejumlah titik dengan menggunakan kereta kelinci. Dwi
Editor : Moch Ilham