SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Surabaya gagal melaksanakan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) serentak di Satuan Pendidikan Penyedia Gizi (SPPG) di seluruh Indonesia hari ini, Senin (6/1) lantaran masih menunggu petunjuk teknis (juknis) dari pemerintah pusat.
Untuk pelaksanaan MBG di Kota Pahlawan sendiri akan dijadwalkan pada (13/1) mendatang. Wakil Ketua DPRD Surabaya, Bahtiyar Rifai mengatakan Untuk Surabaya, masih belum turun. "Ini sama pemkot masih dikoordinasikan secara intens," kata Bahtiyar.
Selain juknis, Bahtiyar menegaskan bahwa pembahasan anggaran untuk mendukung pelaksanaan program ini juga belum dilakukan. Anggaran yang semula direncanakan sebesar Rp15 ribu per anak per hari dikabarkan akan turun menjadi Rp10 ribu. Namun, alokasi APBD Surabaya untuk mengakomodasi perubahan tersebut masih dalam tahap penantian.
"Belum ada pembahasan terkait APBD Surabaya untuk MBG. Kami masih menunggu juknis agar bisa melanjutkan proses berikutnya," tambahnya.
Program MBG diharapkan menjadi solusi untuk meningkatkan asupan gizi anak-anak, terutama di wilayah perkotaan seperti Surabaya. Sayangnya, hingga saat ini juknis perihal program tersebut juga masih belum terbit. Hal ini menjadi kendala tersendiri mengenai penerapannya di daerah.
"Kami siap mendukung program ini, tetapi juknis harus jelas terlebih dahulu sebagai dasar pelaksanaan," pungkas Bahtiyar.
Sebelumnya, senada dengan Bahtiyar, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengungkapkan kalau pihaknya hingga saat ini masih menunggu juknis dari program tersebut. Rencananya, akan ada pelibatan UMKM juga agar dapat membantu perputaran ekonomi pelaku usaha di Kota Pahlawan. Alq
Editor : Moch Ilham