MBG Ingin Hemat, Gunakan Sumber Pangan Lokal

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Program Makan Bergizi Gratis saat digelar di SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo, kemarin. Sedangkan, mulai Senin (13/1/2025), program MBG di Surabaya siap digelar di sejumlah sekolah di Surabaya, yang dikhususkan di Kecamatan Wonocolo Surabaya. SP/Arlana
Program Makan Bergizi Gratis saat digelar di SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo, kemarin. Sedangkan, mulai Senin (13/1/2025), program MBG di Surabaya siap digelar di sejumlah sekolah di Surabaya, yang dikhususkan di Kecamatan Wonocolo Surabaya. SP/Arlana

i

Saran Chief Economist HSBC untuk India dan Indonesia, Pranjul Bhandari 

 

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Chief Economist HSBC untuk India dan Indonesia, Pranjul Bhandari, mengatakan program makan bergizi gratis (MBG) yang baru dilaksanakan pemerintah  bisa menciptakan dampak baik terhadap perekonomian Indonesia jangka panjang. Khususnya dari sektor tenaga kerja Indonesia ke depan.

Ia mencontohkan ada beberapa negara yang berhasil meningkatkan kualitas tenaga kerjanya melalui program ini, di antaranya adalah India dan beberapa negara Amerika latin.

"Karena tenaga kerja menjadi lebih produktif tentu berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi. Saya pikir ini juga yang menjadi tujuan utama pemerintah dari skema ini," kata Pranjul dalam acara 'Media Briefing HSBC: Indonesia & Asia (Investment & Economic) Outlook 2025, Kamis (8/1/2025).

Untuk mengatasi permasalahan ini, Prajul mengatakan pemerintah Indonesia bisa belajar dari skema pelaksanaan program MBG yang sudah dilakukan India terlebih dahulu. Caranya melalui pendekatan sumber pangan lokal.

"Saya pikir hal ini dapat dicapai, dan India adalah contoh yang baik. Di sana, biaya skema ini tidak pernah terlalu besar karena pendekatannya yang sangat lokal," ucapnya.

"Setiap siswa menerima makanan yang berasal dari bahan lokal yang tersedia secara musiman, yang mampu menekan biaya secara signifikan, tetapi tetap meningkatkan kehadiran siswa di sekolah dan berbagai pencapaian pendidikan," jelas Pranjul lagi.

Menurutnya jika skema pelaksanaan program makan gratis ini bisa diterapkan dengan baik di Indonesia, pemerintah dapat menghemat biaya sekaligus mencapai pemenuhan gizi anak sesuai tujuan awal program tersebut.

"Jadi, jika dilakukan dengan cara yang bijaksana, skema ini dapat memberikan dampak positif dalam jangka menengah terhadap pertumbuhan ekonomi," pungkasnya.

 

Pemkot Gandeng Pelaku UMKM

Pemerintah Kota (Pemkot)  Surabaya sudah menyiapkan 150 Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) jika program Makan Bergizi Gratis dilimpahkan ke daerah.

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menyebut, kesiapan pemkot menyambut MBG ini sudah lama, termasuk UMKM binaan. Namun, sementara ini UMKM itu belum bisa diberdayakan karena tidak ada petunjuk teknis (juknis) dari pemerintah pusat.

“Kita sudah siapkan UMKM-nya, tapi kan enggak bisa melakukan, menunggu juknisnya,” katanya, Jumat (10/1/2025).

Sedangkan MBG yang rencananya akan digelar di lima sekolah dengan perwakilan tiap jenjang 13 Januari 2025 di Surabaya, dimotori langsung Badan Gizi Nasional, sama seperti daerah lain sejak 6 Januari 2025 lalu.

“Sebanyak 150 UMKM (yang disiapkan). Tapi kan dari situ kita melihat juknisnya seperti apa, tapi kan ternyata yang dari makan gratis ini (UMKM harus) daftar dulu, tapi yang menentukan Badan Gizi Nasional. Jadi nanti kita hanya menyampaikan itu. Maka kita ini sebagai pemda masih menunggu, juknisnya seperti apa, gak ngerti,” bebernya.

Ia berharap setelah pelaksanaan itu ada evaluasi atau juknis yang diserahkan ke daerah.

“Hasil zoom (dengan Badan Gizi Nasional) kita disuruh menyiapkan sekolah saja. Nanti yang menentukan UMKM, yang ngirim sudah ditentukan, dikelola Badan Gizi sendiri. Mungkin setelah evaluasi itu ada juknis yang diserahkan ke pemda,” tandasnya. ec, cnn, rmc

Berita Terbaru

Ekonomi Jatim Melonjak, Rangkaian Pameran Internasional Bidik Transaksi Ratusan Miliar

Ekonomi Jatim Melonjak, Rangkaian Pameran Internasional Bidik Transaksi Ratusan Miliar

Senin, 15 Jun 2026 18:41 WIB

Senin, 15 Jun 2026 18:41 WIB

SurabayaPagi, Surabaya - Perekonomian Jawa Timur membuka tahun 2026 dengan kinerja impresif. Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi…

Sambut 1 Suro, 32 Seniman Lukis Pusaka Nusantara di Balai Pemuda Surabaya

Sambut 1 Suro, 32 Seniman Lukis Pusaka Nusantara di Balai Pemuda Surabaya

Senin, 15 Jun 2026 16:57 WIB

Senin, 15 Jun 2026 16:57 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Puluhan seniman dari berbagai daerah di Jawa Timur menggelar aksi melukis langsung (on the spot) bertema pusaka Nusantara dalam k…

Didukung Koni, Turnamen Domino Surabaya Perkuat Status Olahraga Resmi

Didukung Koni, Turnamen Domino Surabaya Perkuat Status Olahraga Resmi

Senin, 15 Jun 2026 16:52 WIB

Senin, 15 Jun 2026 16:52 WIB

SurabayaPagi, Surabaya - Turnamen Domino Piala Wali Kota Surabaya 2026 menjadi panggung kompetitif bagi olahraga pikiran yang tengah berkembang di Indonesia.…

Khofifah Ajak Warga Ramaikan Jalan Sehat 1448 H, Perkuat Ukhuwah dan Budaya Hidup Sehat

Khofifah Ajak Warga Ramaikan Jalan Sehat 1448 H, Perkuat Ukhuwah dan Budaya Hidup Sehat

Senin, 15 Jun 2026 14:27 WIB

Senin, 15 Jun 2026 14:27 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengajak masyarakat menyemarakkan peringatan Tahun Baru Islam 1448 Hijriah melalui k…

Semua Dikuasai PT JPC, Armaya Minta Pengelolaan Parkir Dievaluasi 

Semua Dikuasai PT JPC, Armaya Minta Pengelolaan Parkir Dievaluasi 

Senin, 15 Jun 2026 13:05 WIB

Senin, 15 Jun 2026 13:05 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun - Kasus sengketa lahan parkir PT Jatim Parkir Center (JPC) di Jalan dr. Soetomo membuka fakta lain terkait dominasi pengelolaan p…

Saat Efisiensi Anggaran Jadi Sorotan, DPRD Jatim Malah Usul Tambah Reses 6 Kali

Saat Efisiensi Anggaran Jadi Sorotan, DPRD Jatim Malah Usul Tambah Reses 6 Kali

Senin, 15 Jun 2026 12:48 WIB

Senin, 15 Jun 2026 12:48 WIB

Surabaya, nawacita – Anggota DPRD Jawa Timur mengusulkan tambahan jumlah kegiatan reses dari 3 kali menjadi 6 kali setahun. Rencana tersebut tertuang dalam d…