Jelang Ramadhan 1446 H, Permintaan Tenun Ikat Parengan Naik 40-60 Persen

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Produsen tenun ikat Parengan, yang sedang dikerjakan di Desa Parengan, Kecamatan Maduran, Jawa Timur. SP/ LMG
Produsen tenun ikat Parengan, yang sedang dikerjakan di Desa Parengan, Kecamatan Maduran, Jawa Timur. SP/ LMG

i

SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Menjelang bulan suci Ramadhan 1446 H, permintaan produk khas Lamongan, yakni tenun ikat Parengan yang berada di Desa Parengan, Kecamatan Maduran, Jawa Timur mengalami peningkatan sebesar 40-60 persen.

Diketahui, permintaan tenun ikat di pasar lokal Jatim dan Jateng mengalami kenaikan 40-60 persen, dari total produksi biasanya 1.200 potong per bulan, kini menjadi 1.700 potong menjelang Ramadhan

Menurut, salah satu produsen tenun ikat Parengan, Silvi Zulfiyani ada beberapa jenis produk yang dihasilkan dari proses tenun ikat yang masih menggunakan Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM) tersebut yakni, sarung, kain tenun ikat, kain tenun dobby, songket dan batik songket ikat (basokat).

"Dari beberapa produk itu, kain tenun jenis dobby yang paling laku di kalangan menengah ke atas," katanya, Jumat (24/02/2025).

Sementara itu, untuk kapasitas produksi usaha yang dikelolanya saat ini telah mengalami kemajuan yang pesat, dimana saat awal berdiri pada 1989 hanya mampu memproduksi kain tenun ikat 120 potong per tahun.

Sementara untuk saat ini, lanjutnya, per tahun mampu memproduksi 9.600 potong kain tenun ikat dengan komposisi pemasaran 75 persen untuk pasar ekspor dan pasar dalam negeri sebesar 25 persen. "Untuk pemasaran ekspor dilakukan melalui eksportir di Surabaya," jelasnya.

Ia menambahkan, tenun ikat khas Lamongan hasil produksinya tersebut dijual mulai dari harga Rp 225 ribu hingga Rp 2,5 juta, tergantung dari jenis dan motif yang disesuaikan dengan tingkat kesulitan saat pembuatan.

Perlu diketahui, Tenun ikat Parengan sendiri telah ada sejak masa kolonial. Sedangkan mulai diproduksi dan dikenalkan ke masyarakat sejak 1965. Saat ini, ada 200 orang yang bekerja di rumah produksi miliknya. Para pekerja itu kini tengah disibukkan dengan banyaknya permintaan kain tenun. 

Oleh karenanya, Gubernur Jawa Timur periode 2019-2024 Khofifah Indar Parawansa menetapkan Desa Parengan menjadi salah satu Desa Devisa di Jawa Timur pada 2022 melalui sebuah program yang diinisiasi oleh Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI).

Sedangkan terkait status sebagai Desa Devisa membuktikan bahwa produk tenun ikat Parengan tidak hanya memiliki nilai seni dan budaya yang tinggi, tetapi juga berdaya saing di pasar global. lm-01/dsy

Berita Terbaru

Dear Warga Tulungagung! Yuk Manfaatkan Program Bebas Denda Pajak

Dear Warga Tulungagung! Yuk Manfaatkan Program Bebas Denda Pajak

Kamis, 20 Agu 2026 13:05 WIB

Kamis, 20 Agu 2026 13:05 WIB

SURABAYAPAGI.com, Tulungagung - Kabar gembira bagi masyarakat Kabupaten Tulungagung yang masih memiliki tunggakan pajak. Pemerintah menghadirkan program…

Rumah Terapi ABAKU Kini Ada di Tulungagung, Layanan Gratis Bagi Anak dengan Hambatan Perkembangan

Rumah Terapi ABAKU Kini Ada di Tulungagung, Layanan Gratis Bagi Anak dengan Hambatan Perkembangan

Kamis, 20 Agu 2026 13:02 WIB

Kamis, 20 Agu 2026 13:02 WIB

SURABAYAPAGI.com, Tulungagung - Rumah terapi Anak, Budaya, Kreatif dan Unggul (ABAKU) Dinas Sosial Kabupaten Tulungagung kini telah beroperasi di Kota Marmer…

Parkir Sembarangan di Pucang Sewu Surabaya Bisa Didenda Rp500 Ribu

Parkir Sembarangan di Pucang Sewu Surabaya Bisa Didenda Rp500 Ribu

Kamis, 20 Agu 2026 12:22 WIB

Kamis, 20 Agu 2026 12:22 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Baru-baru ini, warga RW 1 Kelurahan Pucang Sewu, Kecamatan Gubeng, Surabaya, punya cara tersendiri untuk mengatasi parkir liar di…

Cegah Deepfake dan Hoax, Polres Blitar Beri Edukasi Pemanfaatan AI pada Siswa/Siswi SMA

Cegah Deepfake dan Hoax, Polres Blitar Beri Edukasi Pemanfaatan AI pada Siswa/Siswi SMA

Kamis, 20 Agu 2026 11:57 WIB

Kamis, 20 Agu 2026 11:57 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) menjadi perhatian Polres Blitar Polda Jatim dalam upaya…

Bupati Sumenep: Syukuran HUT RI KE-81 Jadikan Wujud Syukur Atas kemerdekaan Berkat Perjuangan Para Pahlawan

Bupati Sumenep: Syukuran HUT RI KE-81 Jadikan Wujud Syukur Atas kemerdekaan Berkat Perjuangan Para Pahlawan

Kamis, 20 Agu 2026 11:56 WIB

Kamis, 20 Agu 2026 11:56 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sumenep - Pemerintah Kabupaten Sumenep menggelar acara syukuran dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di…

Pane Melimpah Tapi Harga Tomat Anjlok, Petani di Magetan Hanya Dapat Rp1.500 per Kilogram

Pane Melimpah Tapi Harga Tomat Anjlok, Petani di Magetan Hanya Dapat Rp1.500 per Kilogram

Kamis, 20 Agu 2026 11:48 WIB

Kamis, 20 Agu 2026 11:48 WIB

SURABAYAPAGI.com, Magetan - Memasuki Agustus 2026, harga tomat di Magetan justru merosot tajam, bahkan di tingkat petani hanya tersisa sekitar Rp1.500 per…