SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menemukan minimarket menyewakan lahan parkirnya sebagai tempat berjualan ke UMKM. Eri menilai tindakan minimarket itu bisa masuk kategori penggelapan.
Lahan parkirnya disewakan untuk UMKM, untuk tenant, 1 bulannya Rp 8.900.000.
'Padahal izinnya parkir, lah kok disewa-sewakno? Iki nyalahi aturan!" Kata Eri Cahyadi dalam kesempatan sidak di Jalan Kartini, Jumat (13/6/2025).
"Ada yang saya tutup kemarin (minimarket) di Dharmahusada.
Selain menyewakan lahan parkir kepada UMKM itu menyalahi aturan, perusahaan minimarket itu menarik sewa kepada UMKM yang berjualan. Hal ini, menurutnya, masuk dalam pasal penggelapan.
"Sing keloro, bayar pisan, Pak. Iki tak laporno iki, karena iki iso penggelapan loh iki. Pajek-e mbayar nang sopo (Yang kedua, disuruh bayar. Ini saya laporkan karena ini bisa penggelapan. Pajaknya bayar ke siapa)?" kata Eri.
"Mangkane wong lek nggak ngerti, loh kok yang ditutup tempat usahanya? Ya karena ini kebacut-e. Wong digawe gratis kok malah dikongkon mbayar tenant-e, wong Suroboyo maneh (Makanya orang yang tidak mengerti tanya kok yang ditutup tempat usahanya? Ya, karena ini keterlaluannya, sudah dibuat gratis kok malah diminta bayar tenant-nya, orang Surabaya lagi)," lanjutnya.
Biarkan Jukir Liar
Eri mengacu pada peraturan yang sudah ada di Surabaya, yakni Peraturan Wali Kota (Perwali) Nomor 116/2023 tentang Peraturan Pelaksanaan Peraturan Daerah Kota Surabaya Nomor 1 Tahun 2023 tentang Perdagangan dan Perindustrian di Bidang Perdagangan.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyegel lahan parkir 2 minimarket yang terdapat juru parkir (jukir) liar. Eri menyegel area itu saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) terkait keberadaan jukir liar di area minimarket.
Kedua minimarket itu ketahuan sudah bertulisan 'bebas parkir', tapi belum menyediakan juru parkir (jukir) resmi dengan rompi berlogo minimarket tempat dia mengatur kendaraan konsumen. Salah satunya masih membiarkan jukir liar menarik biaya parkir.
"Jadi, saya sudah sampaikan ke semua tempat usaha yang sudah ada tulisannya bebas parkir. Saya minta sediakan tukang parkir, terserah mau dari mana, tapi ada tukang parkir yang pakai rompi dari tempat usahanya," tambah Eri. n sb2/do/rmc
Editor : Moch Ilham