SURABAYAPAGI.COM, Surabaya – Momen Hari Bhayangkara ke-79 tahun ini menjadi istimewa dengan adanya pernyataan mengejutkan dari seorang mantan narapidana terorisme (napiter). Nawi Ahmad, eks anggota jaringan Jamaah Islamiyah (JI) asal Surabaya, secara terbuka mengucapkan selamat ulang tahun ke-79 untuk Polri dan menyatakan kembali kesetiaannya kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Nawi yang pernah menjalani hukuman pidana terorisme di Lapas Cipinang, Jakarta Timur, menyampaikan pesannya melalui sebuah video. Dalam video itu, ia menyampaikan apresiasi atas peran Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban negara.
"Assalamualaikum warahmatulloh hiwabarokatuh, saya Nawi Ahmad asal Surabaya, mantan Napiter Jemaah Islamiah dengan ini mengucapkan Dirgahayu Polri ke-79, yang telah banyak menunaikan tugas dan kewajiban untuk Negeri ini," ungkap Nawi Ahmad melalui video tersebut, Sabtu malam (28/06/2025).
Lepas dari masa tahanan pada 2024, Nawi menyatakan penyesalannya atas keterlibatannya dalam aksi-aksi yang bertentangan dengan ideologi negara. Ia menegaskan komitmennya untuk mendukung Polri dan menjaga keutuhan bangsa.
"Saya lepas dari Lapas Cipinang tahun 2024, dan saya menyadari perbuatan saya yang tidak sesuai dengan UUD 1945 dan Pancasila. Dengan ini saya mendukung kinerja Polri agar kedepannya Negeri ini menjadi aman sentosa untuk kepentingan masyarakat dan kita semua," tegasnya.
Lebih dari sekadar dukungan, Nawi juga menyerukan ajakan kepada seluruh masyarakat dan khususnya kepada mantan narapidana terorisme agar kembali setia kepada NKRI. Ia menekankan pentingnya menjaga persatuan demi terciptanya kondisi yang aman dan damai di Indonesia.
"Kepada seluruh masyarakat Indonesia, mari kita bersama sama mendukung kinerja Polri semoga Negeri ini selalu aman selalu. dan saya menghimbau agar seluruh mantan Napiter agar kembali pada NKRI," pungkasnya.
Pernyataan ini menjadi sinyal positif dalam upaya deradikalisasi, sekaligus menjadi contoh nyata bahwa perubahan dan kesadaran untuk kembali ke pangkuan Ibu Pertiwi adalah hal yang mungkin dilakukan, bahkan oleh mereka yang pernah terjerumus ke dalam jaringan terorisme.(Sp/ad)
Editor : Redaksi