Ruang Mencari Ikan Semakin Sempit, Nelayan Kroman Beralih Menjadi Penambang ABK

author M. Aidid Koresponden Gresik

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

SURABAYAPAGI.COM, Gresik - Demi mencukupi kebutuhan sehari-hari, nelayan di Gresik yang dulunya masih bisa bekerja sebagai pencari ikan yang hasilnya sangat menjanjikan. Kini, harus beralih pekerjaan menjadi penambang atau penjemput Anak Buah Kapal (ABK) di dekat garis pantai pesisir Gresik. 

Kenyataan ini harus diterima oleh banyak nelayan di pesisir Gresik akibat tempat mencari ikan yang semakin menyempit akibat banyak dermaga baru milik perusahaan besar di pesisir Gresik. Bahkan, kalaupun nelayan ini tetap mencari ikan, harus mencari dengan jarak yang lebih jauh. Sehingga mereka, sebagian besar beralih menjadi penambang ABK dari kapal-kapal barang di sekitar dermaga. 

Hal ini diungkapkan oleh Fukron, warga Kelurahan Kroman yang dulunya merupakan nelayan aktif. Ia mengaku beralih pekerjaan sejak lima tahun terakhir, seiring berdirinya dermaga-dermaga besar yang menghalangi ruang jelajah nelayan. 

“Di sini sudah tidak ada tempat untuk menjaring, orang jaring sudah gak ada tempat. Karena ini perusahaan berjejer-jejer sampai di daerah Mengare sana,” ujarnya. 

Menurut Fukron, hasil melaut kini tak lagi mencukupi kebutuhan hidup sehingga mengharuskan Fukron untuk beralih pekerjaan menjadi penambang. Pendapatan dari penambang antar jemput ini tidak menentu. 

Ia menjelaskan, biasanya mendapat 10 penumpang dalam sehari, dengan tarif Rp25.000 per orang. Para penumpang umumnya adalah ABK yang turun ke darat untuk membeli kebutuhan logistik. 

“Dulu waktu jadi nelayan, sehari bisa dapat sekitar ratusan kilo, namun sekarang hasilnya cuma bisa buat dimasak sendiri. Kadang sepi, kadang ramai. Nggak pasti,” tuturnya.

Di salah satu balai nelayan tersebut, kini hanya tersisa tiga hingga empat orang yang masih bertahan melaut. Sebagian besar memilih menggantung jaring dan mengandalkan orderan dari kapal barang melalui telepon seluler. Namun, Fukron menjelaskan bahwa di balai lain masih banyak para nelayan. 

“Kalau di balai sana, masih banyak nelayannya. Kalau di sini cuma dua sampai empat orang saja,” tuturnya.

Hal serupa juga dirasakan Syahid, nelayan sepuh yang tetap bersemangat meski usia tak lagi muda. Ia menjalani hidup dari berbagai pekerjaan, menjaring ikan, mengantar ABK, hingga berjualan sayur dan buah ke kapal-kapal. 

Ia mengaku mulai merasakan penurunan hasil tangkapan sejak delapan tahun lalu, dan akhirnya menjadi penambang sejak empat tahun terakhir.

“Apapun yang ada rezekinya, saya kerjakan. Tangkapan ikan sangat sepi, sedari banyaknya pabrik disini. Ya Allah. Jadi kerjanya saya seadanya, kadang nambang, kadang jualan, kadang nelayan,” ucapnya. 

Ketika nelayan masih jadi pekerjaan yang menjanjikan, pantai Kroman ramai oleh aktivitas penangkapan ikan. Kini, pantai itu didominasi pemandangan kapal barang yang sedang menurunkan dan menaikkan muatan dari perusahaan. Namun, mereka tetap bersiaga. Sebuah panggilan dari kapal bisa berarti rezeki hari itu. 

“Kalau enak-enaknya ya enak nelayan sebenarnya, tapi kan tangkapannya sangat sepi. Jadinya kami banyak yang beralih menjadi penambang. Biasanya kami mengantar lewat telepon dari kapal barang. Kalau sudah langganan, kami ditelpon untuk kami jemput,” pungkasnya.

Berita Terbaru

Tekan Siswa SD-SMP Rentan Putus Sekolah, Disdikbud Situbondo Lakukan Pendataan Ulang hingga Siapkan Beasiswa Tunai

Tekan Siswa SD-SMP Rentan Putus Sekolah, Disdikbud Situbondo Lakukan Pendataan Ulang hingga Siapkan Beasiswa Tunai

Minggu, 12 Apr 2026 11:46 WIB

Minggu, 12 Apr 2026 11:46 WIB

SURABAYAPAGI.com, Situbondo - Dalam rangka menekan angka siswa SD dan SMP siswa yang rentan putus sekolah, kini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Situbondo melalui…

Pedagang di Sidoarjo Meringis, Mayoritas Lapak di Kawasan Popoh Diisi luar Daerah

Pedagang di Sidoarjo Meringis, Mayoritas Lapak di Kawasan Popoh Diisi luar Daerah

Minggu, 12 Apr 2026 11:19 WIB

Minggu, 12 Apr 2026 11:19 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Baru-baru ini, para pedagang di di kawasan Desa Popoh, Kecamatan Wonoayu, tepatnya di area Jalan Perumahan TAS 3 meringis dan tak…

Dukung Efisiensi, Pemkab Magetan Terapkan Kebijakan WFH bagi ASN Tiap Jumat

Dukung Efisiensi, Pemkab Magetan Terapkan Kebijakan WFH bagi ASN Tiap Jumat

Minggu, 12 Apr 2026 10:58 WIB

Minggu, 12 Apr 2026 10:58 WIB

SURABAYAPAGI.com, Magetan - Menindaklanjuti sekaligus mendukung kebijakan efisiensi yang digagas Presiden Prabowo Subianto, Pemerintah Kabupaten (Pemkab)…

Gelar Recovery Air Bushing 500 kV di GISTET Paiton, PLN Perkuat Keandalan untuk Stakeholder Strategis

Gelar Recovery Air Bushing 500 kV di GISTET Paiton, PLN Perkuat Keandalan untuk Stakeholder Strategis

Sabtu, 11 Apr 2026 21:00 WIB

Sabtu, 11 Apr 2026 21:00 WIB

SurabayaPagi, Probolinggo - PLN kembali menunjukkan respons cepat, sigap, dan terukur dalam menjaga keandalan sistem kelistrikan di Jawa Timur, khususnya pada…

IBT GISTET 500 kV Waru Tiba di Pelabuhan Tanjung Perak, PLN Sokong Kelistrikan Jawa Timur

IBT GISTET 500 kV Waru Tiba di Pelabuhan Tanjung Perak, PLN Sokong Kelistrikan Jawa Timur

Sabtu, 11 Apr 2026 17:29 WIB

Sabtu, 11 Apr 2026 17:29 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – PT PLN (Persero) melalui Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Timur dan Bali (UIP JBTB) kembali mencatat kemajuan signifikan dalam p…

Halal Bihalal SAPMA Jatim Jadi Ajang Konsolidasi dan Penjaringan Kader

Halal Bihalal SAPMA Jatim Jadi Ajang Konsolidasi dan Penjaringan Kader

Sabtu, 11 Apr 2026 08:00 WIB

Sabtu, 11 Apr 2026 08:00 WIB

‎‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun- – Kegiatan halal bihalal yang digelar PC SAPMA Kota Madiun tak sekadar menjadi ajang silaturahmi, namun juga dimanfaatkan sebagai mo…