SURABAYAPAGI.COM, Banyuwangi - Akhirnya Kapal Motor Penumpang (KMP) Tunu Pratama Jaya yang mengangkut 53 penumpang, 12 kru, 22 kendaraan, ada yang selamat dan meninggal. Kapal ini tenggelam di perairan Selat Bali pada Rabu (2/7). Total 28 orang bisa dievakuasi di Pantai Pebuahan, Jembrana.
Sejauh ini, 31 orang selamat dan lima orang tewas.
KMP Tunu Pratama Jaya diketahui berlayar dari Pelabuhan Ketapang menuju Pelabuhan Gilimanuk. Berdasarkan laporan petugas di lapangan, kapal tenggelam pada pukul 23.35 WIB di koordinat 8° 9'32.35"S 114°25'6.38"E. Sebelumnya, KMP Tunu Pratama Jaya dilaporkan mengalami kondisi distress pada pukul 23.20 WIB.
Berdasarkan data manifest sementara, kapal mengangkut 53 orang penumpang, 12 orang awak kapal, serta 22 unit kendaraan dari berbagai golongan.
Sejak dini hari, operasi pencarian dan pertolongan telah dilakukan oleh tim gabungan dari unsur Basarnas, TNI/Polri, Syahbandar, KPLP, ASDP, serta unsur terkait lainnya di bawah koordinasi Kantor Pencarian dan Pertolongan. Hingga pukul 10.00 waktu setempat, 31 penumpang telah dievakuasi dalam kondisi selamat, sedangkan 4 penumpang dinyatakan meninggal.
Basarnas masih melakukan pencarian terhadap korban tenggelamnya Kapal Motor Penumpang (KMP) Tunu Pratama Jaya yang mengangkut 53 penumpang, 12 kru, dan 22 kendaraan di perairan Selat Bali pada Rabu (2/7). Basarnas akan mengerahkan helikopter menuju Banyuwangi untuk proses pencarian korban.
"Saya sampaikan saat ini Basarnas sedang menggerakkan pesawat helikopter Dauphin As365 Hr-3606 menuju Banyuwangi, untuk observasi udara, pencarian visual, evakuasi, serta koordinasi taktis dari udara," kata Kabasarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii kepada wartawan, Kamis (3/7/2025).
Selain itu, Basarnas memberangkatkan 13 personel Basarnas Special Group (BSG) dengan kualifikasi khusus underwater rescue untuk membantu pencarian korban.
Syafii menyebut, hingga pukul 11.00 WIB, ditemukan 31 orang dalam kondisi selamat, 4 orang meninggal dunia, serta 30 orang dalam proses pencarian. Saat ini identitas para korban masih dalam proses pendataan dan verifikasi oleh tim gabungan DVI Polri, syahbandar, dan instansi terkait.
Dan dari 28 orang yang bisa dievakuasi, 24 orang dinyatakan selamat. Sementara 4 lainnya meninggal dunia.
Saat ini korban selamat telah dievakuasi ke Polsek Kesatuan Pelaksanaan Pengamanan Pelabuhan (KPPP) Gilimanuk, sedangkan jenazah korban meninggal dibawa ke Rumah Sakit Umum (RSU) Negara. Empat orang yang meninggal dunia ditemukan terdampar di pesisir Pantai Pebuahan.
Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kemenhub, Muhammad Masyhud merinci kapal mengangkut 53 penumpang, 12 kru, dan 22 kendaraan saat berlayar.
Kapal mengalami kondisi distress atau bahaya pada pukul 23.20 WIB dan dipastikan tenggelam 15 menit kemudian.
Masyhud menyampaikan, hingga pukul 10.00 waktu setempat, total telah ada 31 orang penumpang yang dievakuasi dalam kondisi selamat dan telah ditangani di Pelabuhan Gilimanuk. Sedangkan lima orang dilaporkan meninggal dunia.
"Saat ini, operasi SAR masih berlangsung dengan dukungan armada laut dan tim penyelamat dari berbagai instansi terkait. Upaya pencarian terhadap penumpang lainnya masih terus dilakukan," kata Masyhud, Kamis (3/7/2025).
Lima jenazah yang diduga penumpang KMP Tunu Pratama Jaya ditemukan meninggal dunia setelah kapal tersebut tenggelam di Selat Bali. Jenazah ditemukan terdampar di pesisir Pantai Pebuahan, Desa Banyubiru, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana, Bali.
Keempat jenazah itu terdampar pada Kamis (3/7/2025). Pantauan di lokasi, petugas gabungan langsung melakukan identifikasi terhadap tiga jenazah yang ditemukan berdekatan di pesisir Pantai Pebuahan.
Sementara itu, satu jenazah lainnya sudah terlebih dahulu dikirim ke RSU Negara. Hingga pukul 09.30 Wita, warga setempat terus berdatangan ke lokasi penemuan jenazah untuk menyaksikan proses evakuasi.
Selamatkan Diri Gunakan Sekoci
Dari tiga jenazah yang diidentifikasi di lokasi, salah satunya merupakan perempuan dengan ciri-ciri mengenakan celana hitam panjang dan baju putih. Kemudian, terdapat korban berikutnya berjenis kelamin laki-laki menggunakan sarung dan berpakaian hitam. Satu korban lainnya sudah terbungkus karpet berwarna biru.
"Ada empat jenazah yang dibawa ke RSU Negara dan dititipkan sementara di ruang jenazah RSU untuk dilakukan identifikasi oleh petugas kepolisian," ungkap Direktur RSU Negara, Ni Putu Eka Indrawati, Kamis (3/7).
Selain jenazah, RSU Negara juga merawat dua korban selamat dari KMP Tunu Pratama Jaya yang mengalami keluhan kesehatan. "Dua orang selamat mendapat perawatan karena ada keluhan. Masih dalam penanganan. Untuk identitas belum kami terima karena fokus pertolongan dulu," jelas Indrawati.
KMP Tunu Pratama Jaya tenggelam di Selat Bali pada Rabu (2/7) malam. Mereka yang menyelamatkan diri menggunakan sekoci KMP Tunu Pratama Jaya.
"Saat ini empat penumpang selamat tersebut berada di kantor BPTD Gilimanuk untuk dimintai keterangan" kata Kepala Kantor SAR Surabaya, Nanang Sigit, selaku SAR Mission Coordinator dalam operasi SAR .
Data korban yang selamat adalah Saroji (47) asal Blimbingsari Banyuwangi, Mansur (40) asal Blimbingsari Banyuwangi, Romi Alga Hidayat asal Blimbingsari Banyuwangi, dan Sandi (44) Genteng Banyuwangi.
Oleng Tiga Kali
Salah satu penumpang bernama Imran mengatakan KMP Tunu Pratama Jaya dengan cepat tenggelam. Kapal itu oleng sebanyak tiga kali.
"Sekitar tiga kali kapal itu miring. Yang ketiga air laut sudah masuk ke ruang penumpang," kata Imran, dikutip Antara, Kamis (3/7/2025).
Warga Kabupaten Banyuwangi ini selamat setelah didorong air ke atas dan keluar lewat celah di ruang penumpang. Di laut dia menemukan jaket pelampung yang dia pakai hingga diselamatkan nelayan asal Dusun Pabuahan, Desa Banyubiru.
Cerita serupa dialami penumpang bernama Saiful Munir. Dia juga tak sengaja menemukan pelampung usai melompat ke laut.
"Saya menemukan jaket pelampung tidak tahu dari mana. Langsung saya pakai," kata penumpang yang diselamatkan di perairan Desa Candikusuma, Kecamatan Melaya ini.
Penumpang lainnya bernama Bejo Santoso menuturkan dia terombang-ambing sekitar pukul 00.00 WIB hingga 06.00 Wita. Dia diselamatkan perahu nelayan bersama penumpang lainnya.
Bejo selamat usai berhasil menjangkau pelampung saat kapal sedang miring ekstrem. Selama mengapung di laut, dia juga membawa jenazah penumpang lain dengan cara diikat pada ban pelampung yang kebetulan dia temukan.
"Kalau penumpang yang berada di dalam ruang saya pesimis mereka bisa keluar. Karena kapal itu terbalik dalam hitungan menit," katanya.
Tim SAR Gabungan masih dalam upaya pencarian untuk korban KMP Tunu Pratama Jaya lain yang tenggelam saat berangkat menuju Gilimanuk Bali dari Kepatang Banyuwangi.
Ada beberapa unsur yang berkoordinasi dalam pencarian ini antara lain Basarnas Kantor SAR Surabaya, Pos SAR Banyuwangi, Pos SAR Jembrana, Syahbandar Banyuwangi dan Gilimanuk, Polairud Banyuwangi, Polair Polres Jembrana, Polairud Polda Bali, Satbrimob Batalion C Gilimanuk, Lanal Banyuwangi, KPLP Gilimanuk, KP3 Banyuwangi, BPTD Gilimanuk, BPBD Banyuwangi, BMKG Banyuwangi, BKK Banyuwangi, dan Tagana Banyuwangi, dan potensi SAR lainnya. n Jm/wy/rmc
Editor : Moch Ilham