SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Kepala SMPN 1 Jabon Kabupaten Sidoarjo Yayuk Dian Mandasari S.Pd, M.Pd bersama seluruh guru SMPN 1 Jabon Sidoarjo melaksanakan kegiatan Workshop Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) dalam upaya peningkatan disiplin positif dan iklim sekolah aman melalui pembinaan kinerja dan kebijakan Pemerintah terkait budaya toleransi pada tahun 2025.
Hadir pada agenda workshop tersebut orang nomor satu di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sidoarjo Dr.Tirto Adi M. Pd bersama Pengawas Pembina Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sidoarjo Imron syah M. Pd, didampingi Kepala SMPN 1 Jabon Sidoarjo Yayuk Dian Mandasari S.Pd, M.Pd.
Sebagai Nara sumber dalam agenda Pelatihan Peningkatan Keprofesian Berkelanjutan bagi guru adalah Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sidoarjo Dr. Tirto Adi M. Pd. Acara Worshop diikuti oleh seluruh guru SMPN 1 Jabon yang berjumlah lima puluhan orang pada Selasa (08/07/2025) pagi.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sidoarjo Dr Tirto Adi M. Pd memaparkan bahwa Pelatihan Peningkatan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) merupakan pengembangan yang berkelanjutan, tentunya supervisor development adalah meningkatkan penguatan kompetensi utamanya guru, termasuk Kepala sekolah, pasalnya rekomendasi guru harus selalu di-upgrade karena tuntutan perkembangan ilmu pengetahuan yang luar biasa, perkembangan teknologi informasi dan komunikasi juga luar biasa dan itu berdampak pada perubahan sikap dan perilaku anak-anak, karena itu kompetensi guru harus selalu ditingkatkan, salah satu modalnya adalah melalui PKB yaitu dari oleh dan untuk guru.
Secara mandiri dilakukan terutama untuk guru-guru yang sudah lulus sertifikasi, yang sudah menerima tunjangan profesi pendidik. Apa yang dibutuhkan satu atau lebih dari empat kompetensi guru itu yaitu rekomendasi kepribadian, Kompetensi sosial, Kompetensi pidato dan kompetensi profesional. Semua itu lebih menekankan pada peningkatan komunikasi pada guru dan profesional.
Asumsinya kalau kombinasi kepribadian dan sosial itu rata-rata sudah selesai maka semua akan jadi bagus. Bagaimana bisa membelajarkan anak tentang cara menyenangkan, bagaimana mempelajari dengan anak yang mengesankan, bagaimana membelajarkan anak yang mampu menumbuh suburkan dan kesadaran tentang belajar itu penting. Bagian dari kemampuan komunikasi profesional penguasaan guru terhadap mata pelajaran yang jadi kurikulum tentang menguasai bidang study nya seperti IPA, IPS, Matematika dan lainnya.
"Harapannya kalau gurunya berbudaya pasti bisa mempercayakan kepada anak-anak, kalau gurunya luar biasa maka harus bisa menciptakan anak-anak yang luar biasa, kaidahnya kan hampir tidak mungkin kita mengharapkan hasil yang luar biasa kalau tindakannya biasa-biasa saja, kalau ingin hasil yang luar biasa maka tindakannya juga harus luar biasa," ungkap Dr. Tirto Adi.
Hampir tidak mungkin kita mengharapkan hasil yang luar biasa kalau tindakannya biasa-biasa saja, kalau ingin hasil yang luar biasa maka tindakannya juga harus luar biasa salah satunya adalah lewat peningkatan kombinasi melalui PKB, pesan penting adalah hindarkan dari bullying atau perundungan, Bullying atau perundungan adalah tindakan agresif dan berulang yang bertujuan untuk menyakiti, mengintimidasi, atau mendominasi orang lain, terutama yang dianggap lebih lemah, kemudian
Narkoba, merokok hindari untuk Siswa SMPN 1 Jabon pungkas Dr. Tirto Adi. Sementara Kepala SMPN 1 Jabon Yayuk Dian Mandasari S.Pd, M.Pd melanjutkan, sebagai bentuk tindak lanjut dari refleksi yang disampaikan Dr.Tirto Adi M. Pd, kami berhadap raport pendidikan akan menjadi lebih baik lagi, setiap tahun kita selalu menerima rapot pendidikan, dimana hal yang perlu ditingkatkan terus menerus, kita evaluasi, harus kita tindaklanjuti, salah satu bentuknya dengan penyelenggaraan workshop.
"Alhamdulillah semua raportnya sudah hijau atau baik, tapi memang ada beberapa hal yang perlu ditingkatkan lagi terutama kompetensi kita.," ujarnya.
Acara workshop berjalan dengan "Sersan" Serius dan Santai yang diakhiri dengan penyampaian tanya jawab atau unek unek langsung dari para guru kepada Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaa Kabupaten Sidoarjo. Hik
Editor : Desy Ayu