SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Siswa Siswi SMPN 1 Jabon Kabupaten Sidoarjo kelas 9 berangkat ke Yogjakarta untuk mengikuti kegiatan ODL (Outdoor Learning) pada Selasa 3 Pebruari 2026, namun bagi para Siswa SMPN 1 Jabon Sidoarjo kelas 9 yang tidak mengikuti program ODL (Outdoor Learning) atau pembelajaran luar Sekolah, maka diharuskan melaksanakan kegiatan ODL secara mandiri di wilayah Kabupaten Sidoarjo dengan kawalan Orang tua.
Salah satu Siswa dari 30 Siswa yang melaksanakan Outdoor Learning Mandiri tersebut adalah Aura Najmi Firdausi kelas 9C SMPN 1 Jabon Sidoarjo, dimana kegiatan ODL Mandiri mengambil obyek kegiatan sesuai petunjuk dari guru wali kelasnya yaitu pertama di tempat pembuatan "Tempe Rumahan" milik bu Luka di desa Sepande Kecamatan Candi Kabupaten Sidoarjo pada Selasa (03/02/2026) pagi.
Diantara hasil pembelajaran diluar Sekolah tersebut Siswa dapat mengetahui proses pembuatan tempe bu Luka Sepande, dimana proses pembuatan tempe dari awal adalah meliputi sortasi, pencucian, perebusan, perendaman (untuk menurunkan pH), pengupasan kulit ari, pencucian ulang, perebusan atau pengukusan kedua, pendinginan atau pengeringan, peragian, pengemasan, dan fermentasi selama 1-2 hari pada suhu ruang kisaran 30-35 derajat celsius, hingga jadilah tempe yang biasa kita konsumsi.
Sementara itu, kebersihan alat dan bahan sangat krusial untuk mencegah kegagalan dalam pembuatan tempe ungkap bu Luka, bu Luka membawakan sampel tempe yang sudah dicampuri ragi (belum jadi) kepada Siswa, sesampai dirumah disuruh bungkus dengan plastik, besok pagi sudah bisa digoreng dan dinikmati lanjut bu Luka.
Selanjutnya pada hari kedua 39 Siswa berkunjung secara bersama ke griya batik "Amri jaya" Milik bu Facthur yang beralamat di Pasar Jetis No.15B, Lemah Putro Kecamatan Sidoarjo, Kabupaten Sidoarjo, pada Rabu (04/02/2026) pagi. Seluruh Siswa Siswi didampingi Orang tua masing masing.
Para Siswa bisa melihat dan mempraktekan secara langsung dimulai dari proses pembuatan Batik sampai menjadi kain Batik. Para Siswa dengan senang dan fokus memperhatikan apa yang disampaikan oleh pegawai Amri Jaya sambil mempraktekan secara langsung dalam proses pembuatan batik.
Diketahui, Griya Batik Amri Jaya Sidoarjo selain menjual batik juga spesialis membantu para Siswa yang PSG terutama Siswa SMK jurusan Griya batik. Adapun proses pembuatan Batik adalah Mencanting (menulis pakai malam). Kemudian Pewarnaan pertama (Nyolet/Ngelir), Penjemuran, Pelorodan (Ngelorot), Pencucian dan penjemuran akhir.
Dimana kain dicuci bersih untuk menghilangkan sisa malam dan pewarna, lalu dijemur hingga kering sempurna. Yang terakhir adalah proses Finishing, Kain disetrika dan diperiksa. Kalau sudah rapi dan warnanya matang, batik siap digunakan atau dijahit menjadi pakaian batik.
Setelah selesai melakukan aktivitas kunjungan edukatif, para Siswa dikasih kain batik hasil membatik sendiri kepada Siswa ukuran 50 cm x 50 untuk dibawa pulang sebagai tanda mata dari bu Fatur pemilik Griya batik Amri Jaya.
Griya Batik Amri Jaya milik bu Facthur berdiri sejak tahun 1980 an, selanjutnya tahun 1991dipegang Bu Facthur sebagai generasi kedua hingga sekarang. Dari dua tempat yang dikunjungi para Siswa yang melaksanakan ODL Mandiri, Siswa mendapatkan tambahan ilmu baru mengenai proses pembuatan Tempe dan proses pembuatan kain Batik.
Merujuk pada kegiatan Outdoor Learning Mandiri (pembelajaran luar kelas) Mandiri, di mana peserta didik yaitu siswa sekolah SMPN 1 Jabon Sidoarjo, melakukan aktivitas belajar, studi lapangan, atau kunjungan edukatif secara mandiri didampingi orang tua/wali. Ini bertujuan untuk meningkatkan kemandirian, tanggung jawab, serta kesehatan fisik dan mental anak di luar lingkungan kelas.
Tujuan utama Outdoor Learning Mandiri adalah Membangun karakter mandiri, rasa percaya diri, dan tanggung jawab siswa. Adapun manfaat yang diperoleh adalah Mengurangi kejenuhan belajar di kelas dan meningkatkan kesehatan fisik serta mental.
Kepala SMPN 1 Jabon Sidoarjo Yayuk Dian Mandasari S.Pd, M.Pd yang selalu memberi perhatian khusus terhadap segala kegiatan proses belajar mengajar siswanya, terutana selalu merespon semua yang ditanyakan oleh media.
Kepada Wartawan harian Surabaya Pagi mengatakan ODL (Outdoor Learning) adalah program sekolah yang sudah di setujui oleh wali murid ketika sekolah mengadakan sosialisasi program sekolah di awal tahun ajaran baru yang kegiatan tersebut juga dihadiri oleh komite sekolah.
Karena wali murid setuju, kami kemudian melakukan komunikasi lanjutan dengan Komite Sekolah, baru setelah itu kami menyusun Tujuan Pembelajaran dari Capaian Pembelajaran yang ada, dan di tuangkan dalam Lembar Kerja (LK) .
Bagi wali murid yang mengijinkan putra putrinya ke Yogyakarta maka di dampingi oleh Bapak/Ibu guru. Sedangkan bagi siswa yang tidak ikut ke Yogyakarta kami meminta tolong agar orang tua menemani putra-putrinya untuk ODL mandiri, agar seluruh siswa mendapatkan pengalaman belajar bermakna, pungkas kepala SMPN 1 Jabon yang sukses membawa putra pertamanya menjadi anggota TNI.
Alasan sebagian kecil Siswa mengapa tidak ikut program ODL ke Jogja tahun 2026, karena pengalaman pada saat ketika kelas 8 tahun 2025, Saat SMPN 1 Jabon Sidoarjo melaksanakan program ODL ke Jogya, pada umumnya Siswa mengalami masalah mabuk kendaraan jika perjalanan jauh.
Sehingga ada sedikit rasa trauma mabuk perjalanan, sehingga enggan ikut ODL ke Yogyakarta, untuk itu mereka harus ikut ODL secara Mandiri di Wilayah Kabupaten Sidoarjo, Kabupaten Sidoarjo sendiri banyak produk UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) unggulan yang tidak kalah bagus dengan daerah yang lain. Hik
Editor : Redaksi