SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Lamborghini kini dilaporkan tengah mencanangkan produksi kendaraan listrik (EV) pertamanya dengan mantab memperkenalkan Lanzador sebagai konsep serba listrik dua tahun lalu.
Namun CEO Lamborghini, Stephan Winkelmann, mengisyaratkan bahwa model produksi akhir, yang awalnya dijadwalkan meluncur pada tahun 2028 dan kemudian ditunda hingga 2029, mungkin saja hadir sebagai plug-in hybrid (PHEV), bukan EV murni.
Keputusan ini mencerminkan kehati-hatian Lamborghini dalam menanggapi tren pasar sambil tetap mempertahankan daya tarik emosional dan performa khas merek tersebut, Senin (28/07/2025).
Winkelmann menjelaskan bahwa penjualan mobil listrik kelas atas secara global tengah melandai dan masalah ini menjadi lebih besar pada jenis mobil yang diproduksi Lamborghini. Pernyataan ini menunjukkan adanya penyesuaian strategi di tengah dinamika pasar EV kelas atas yang berubah.
Sementara, konsep Lanzador, yang diungkap pada 2023, menampilkan tampilan sebagai grand tourer 2+2 dengan ground clearance tinggi, digambarkan sebagai mobil yang lebih cocok untuk penggunaan sehari-hari ketimbang super-sports car. Jika Lamborghini memilih jalur PHEV, Lanzador dapat bersaing dengan model-model PHEV performa tinggi yang sudah ada di pasar, seperti BMW M5 dan Porsche Panamera Turbo S E-Hybrid.
Namun, keputusan ini bukan tanpa risiko. Pasar EV masih bisa berubah dengan cepat, dan keputusan PHEV bisa saja terlihat kurang tepat jika minat pembeli beralih kembali ke EV kelas atas pada saat peluncuran di tahun 2029. Pesaing seperti Porsche Taycan Turbo GT dan EV Ferrari yang akan datang akhir tahun ini menjadi patokan di segmen EV performa tinggi. Kini, Lamborghini memiliki waktu yang semakin sempit untuk menentukan pilihan akhir, namun yang pasti, produk Lanzador versi produksi tidak akan terlihat dalam beberapa tahun ke depan. jk-02/dsy
Editor : Desy Ayu