SURABAYA PAGI.COM, Mojokerto -Asosiasi Petani Kakao Jawa Timur menyatakan kesiapannya untuk memfasilitasi Pramuka Se-Jatim, dalam wirausaha disektor pertanian.
Nantinya, Pramuka di Jawa Timur akan dicetak menjadi entrepreneur muda atau pebisnis cokelat yang memiliki basis usaha di setiap daerah.
Ketua Asosiasi Petani Kakao Jawa Timur, Mulyono mengatakan, dirinya mendukung penuh dalam membentuk entrepreneur muda yang lahir dari para anggota Pramuka di Jatim.
Anggota Pramuka tidak hanya fokus dalam sosial masyarakat saja, meraka kini dituntut dapat meningkatkan skill entrepreneurship yang mampu menopang kemandiriannya.
"Intinya, kita siap mendukung dan memfasilitasi adik-adik Pramuka di Jawa Timur, agar mereka dapat mengembangkan kemampuannya
menjadi seorang entrepreneur. Kita akan support itu," kata Mulyono dalam acara Temu Abdimas Se-Jawa Timur di Wisata Desa BMJ Mojopahit, Desa Randugenengan, Dlanggu, Mojokerto, Minggu (3/8/2025)
Ia mengungkapkan support yang diberikan salah satunya adalah, pendampingan dan pembinaan kepada anggota Pramuka melalui mitra dengan pabrik Cokelat Mojopahit.
Bahkan dirinya siap 'Tanam modal' memfasilitasi pembangunan cafe maupun stan berisi produk cokelat, yang dioperasikan penuh oleh Pramuka di berbagai daerah Jawa Timur. Syaratnya, lokasinya strategis di pusat kota/ keramaian yang dapat mempermudah usaha Pramuka.
Pemanfaatan lahan untuk kebun kakao juga dapat dipertimbangkan sebagai usaha Pramuka, dengan dukungan bibit hingga cara penanaman dan perawatan hingga penyerapan hasil panen.
"Tadi ada Pramuka perwakilan dari Malang dan Bondowoso yang kelihatannya mereka sudah siap (Tempat), karena lokasinya di kota. Kita siap membangun infrastruktur yang dibutuhkan untuk mensupport mereka (Usaha cokelat)," ucap Mulyono sekaligus Direktur Cokelat Mojopahit tersebut.
Mulyono sekaligus Pengurus Saka Taruna Bumi Jawa Timur ini, menyebut pihaknya telah berkoordinasi dengan Kwarda Pramuka Jatim untuk segera meneken MoU (Memorandum of Understanding) terkait program yang mendukung pemerintah dalam peningkatan ekonomi.
Dirinya juga berharap, para Pramuka di Jawa Timur dapat meningkatkan kemampuannya dalam segala aspek.
"Harapannya, Pramuka terus meningkatkan kemampuan, berpikir inovasi dan selalu berjiwa mandiri yang manfaatnya untuk banyak orang," pungkas Mulyono.
Ketua Panitia sekaligus Brigade Penolong Kwarda Jatim, Amin Fauzi menambahkan, dirinya menyambut baik atas kolaborasi dari Asosiasi Petani Kakao Jawa Timur yang memberikan kesempatan bagi anggota Pramuka untuk berwirausaha.
"Ada program Pramuka Jawa Timur mesti produktif, ini adalah salah satunya untuk mendukung program ini. Paling tidak, satu Pramuka 1 usaha sehingga kita terus berkolaborasi untuk menciptakan peluang, khususnya di Jawa Timur Pramuka harus produktif," ungkap Fauzi.
Dirinya menyebut, pembekalan wirausaha ini merupakan rangkaian kegiatan Abdimas, yang diikuti perwakilan Kwarcab di Jawa Timur, yang selenggarakan selama dua hari 3-4 Agustus 2025 di Mojokerto.
Adapun peserta dari total 38 Kwarcab, yang hadir sebanyak 91 orang yang dalam 23 Kwarcab, kegiatan awal bakti sosial dengan turun memperbaiki irigasi, mengunjungi pabrik cokelat Mojopahit, materi entrepreneur dan lainnya.
"Yang ingin kita capai dari 38 Kwarcab di Jawa Timur ini dapat belajar menjadi berwirausaha. Mereka bisa menanam kakao yang sudah pasti ada yang menampung hasil panen. Adik-adik Pramuka di daerah bisa join untuk usaha cokelat yang ada di sini," tandasnya. dwi
Editor : Redaksi