Lebih Banyak Bahayanya, China Larang Tren Gagang Pintu Tersembunyi

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Ilustrasi gagang pintu tersembunyi. SP/ JKT
Ilustrasi gagang pintu tersembunyi. SP/ JKT

i

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Otoritas China dikabarkan hampir merampungkan standar wajib baru yang secara langsung akan melarang penggunaan gagang pintu yang bisa ditarik sepenuhnya. Meski desain gagang pintu rata dengan bodi alias flush door handle menjadi tren di banyak mobil listrik modern, Senin (08/09/2025).

Padahal tren tersebut justru banyak memiliki bahaya nya dibandingkan manfaatnya. Sehingga keluar aturan larangan di otoritas China diperkirakan terbit bulan ini, dengan masa transisi satu tahun, sebelum resmi berlaku pada Juli 2027. 

Setelah aturan ditegakkan, mobil baru yang dijual di China tidak lagi boleh menggunakan desain gagang pintu tersembunyi. Meski begitu, regulator masih memperbolehkan penggunaan gagang semi-tertarik maupun model konvensional, asalkan dilengkapi sistem cadangan mekanis yang tetap bisa berfungsi saat listrik kendaraan mati.

Pabrikan mobil selama ini beralasan bahwa desain gagang tersembunyi dapat meningkatkan efisiensi aerodinamika dengan menurunkan koefisien hambatan sekitar 0,03 Cd. Namun, penelitian independen justru menunjukkan hasil yang jauh lebih kecil, hanya 0,005 Cd—setara penghematan energi 0,6 kWh per 100 km, angka yang nyaris tak terasa bagi pengemudi harian.

Sebaliknya, gagang pintu modern ini membawa banyak konsekuensi negatif. Mekanisme motor penggeraknya bisa menambah bobot mobil hingga 8 kg, terkenal rentan rusak, dan biaya produksinya mencapai tiga kali lipat dibanding gagang konvensional. Lebih parah lagi, tingkat kegagalannya delapan kali lebih tinggi.

Data lokal menunjukkan, pada salah satu merek EV populer, kerusakan gagang pintu menyumbang 12 persen dari seluruh kasus perbaikan kendaraan.

Yang paling mengkhawatirkan adalah soal keselamatan. Dalam uji benturan samping yang dilakukan China Insurance Automotive Safety Index (C-IASI), hanya 67 persen pintu dengan gagang elektronik yang bisa terbuka. Angka itu jauh tertinggal dibanding gagang mekanis tradisional yang sukses 98 persen.

Dengan sederet masalah mulai dari biaya tinggi, kerentanan rusak, hingga ancaman keselamatan, tak heran jika regulator China kini bersiap melarangnya. Inovasi yang awalnya dimaksudkan untuk memperindah desain dan sedikit meningkatkan efisiensi energi, justru berubah menjadi bumerang yang membahayakan penggunanya. jk-03/dsy

Berita Terbaru

Peringati Mayday, Bupati Lamongan Perkuat Komitmen Kesejahteraan Pekerja

Peringati Mayday, Bupati Lamongan Perkuat Komitmen Kesejahteraan Pekerja

Sabtu, 02 Mei 2026 09:56 WIB

Sabtu, 02 Mei 2026 09:56 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Selalu perkuat komitmen kesejahteraan bagi para pekerja, menjadi upaya skala prioritas Pemerintah Daerah Kabupaten Lamongan, dalam…

Dorong Tata Kelola Pengadaan yang Transparan dan Berintegritas, PLN UIT JBM Perkuat Kolaborasi Mitra Kerja

Dorong Tata Kelola Pengadaan yang Transparan dan Berintegritas, PLN UIT JBM Perkuat Kolaborasi Mitra Kerja

Jumat, 01 Mei 2026 20:40 WIB

Jumat, 01 Mei 2026 20:40 WIB

SurabayaPagi, Surabaya - Dalam upaya memperkuat sinergi dan meningkatkan kualitas tata kelola pengadaan, PLN Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali…

Khofifah Perkuat Komitmen di May Day 2026, Hadirkan Kebijakan Nyata untuk Kesejahteraan Buruh

Khofifah Perkuat Komitmen di May Day 2026, Hadirkan Kebijakan Nyata untuk Kesejahteraan Buruh

Jumat, 01 Mei 2026 20:34 WIB

Jumat, 01 Mei 2026 20:34 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Pemerintah Provinsi Jawa Timur memperingati Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 dengan menggelar syukuran bersama ribuan pekerja d…

Diduga Terjatuh dari Balkon, Bocah 7 Tahun Tak Tertolong Meski Dirawat di ICU

Diduga Terjatuh dari Balkon, Bocah 7 Tahun Tak Tertolong Meski Dirawat di ICU

Jumat, 01 Mei 2026 19:46 WIB

Jumat, 01 Mei 2026 19:46 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Peristiwa tragis terjadi di Rumah Sakit Hermina Madiun. Seorang bocah laki-laki berusia tujuh tahun meninggal dunia diduga setelah t…

SPSI Jatim Desak Revisi UU Ketenagakerjaan dan Tolak Syarat Buruh Miskin

SPSI Jatim Desak Revisi UU Ketenagakerjaan dan Tolak Syarat Buruh Miskin

Jumat, 01 Mei 2026 14:49 WIB

Jumat, 01 Mei 2026 14:49 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Ketua Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Jawa Timur, Ahmad Fauzi, menyampaikan sejumlah tuntutan buruh dalam peringatan Hari B…

Viral! Plafon Kelas Poltek Madiun Ambrol, Mahasiswa Berhamburan 

Viral! Plafon Kelas Poltek Madiun Ambrol, Mahasiswa Berhamburan 

Jumat, 01 Mei 2026 13:44 WIB

Jumat, 01 Mei 2026 13:44 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun- Insiden ambruknya plafon terjadi di Kampus 2 Politeknik Negeri Madiun, Kamis (30/4/2026) sore, viral di media sosial. Dalam video y…