LBH Soroti Kredit Macet Miliaran di Bank Madiun, Minta Audit dan Penegakan Hukum

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Gema Justicia menyoroti kasus kredit macet di Bank Madiun (Perumda BPR Bank Daerah). SP/ MAN
Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Gema Justicia menyoroti kasus kredit macet di Bank Madiun (Perumda BPR Bank Daerah). SP/ MAN

i

SURABAYAPAGI.com, Madiun - Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Gema Justicia menyoroti kasus kredit macet di Bank Madiun (Perumda BPR Bank Daerah) yang ditaksir mencapai miliaran rupiah. Kondisi ini dinilai berpotensi menimbulkan kerugian negara sekaligus membuka peluang adanya dugaan tindak pidana korupsi.

Direktur LBH Gema Justicia, Didik Suwito, mengungkapkan kredit perorangan yang dikucurkan untuk usaha di Desa Panggung, Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun, kini terindikasi macet hingga Rp3 miliar. Ia menduga persoalan ini dipicu adanya pelanggaran Standar Operasional Prosedur (SOP) perbankan.

“Jaminan yang diberikan nasabah tidak mampu meng-cover jumlah kredit yang dicairkan. Hal ini bertentangan dengan UU Nomor 10 Tahun 1998 tentang Perbankan, khususnya Pasal 8 ayat (1) dan Pasal 29 ayat (2) terkait penilaian kecukupan agunan,” jelas Didik, Selasa (23/9/2025).

Didik menegaskan, pihaknya akan segera mendorong kejaksaan untuk mengusut tuntas dugaan penyimpangan tersebut. “Kasus ini berpotensi menimbulkan kerugian negara. Karena Bank Madiun adalah BUMD, maka kerugian ini menyangkut keuangan negara,” tegasnya.

Selain di Madiun, Didik juga menyoroti pola serupa dalam kerja sama antara Bank Madiun dengan sebuah pabrik gula di Kabupaten Ngawi. Kerja sama itu ditujukan untuk penyaluran kredit petani tebu, namun ia menilai perjanjian yang dibuat lemah secara hukum serta agunan nasabah tidak memadai.

“Ketika sebagian petani mengalami gagal bayar, potensi kredit macet pun besar, ditaksir mencapai Rp2 hingga Rp3 miliar,” ujarnya.

Didik memperingatkan, jika persoalan ini dibiarkan, dampaknya tidak hanya berupa kerugian finansial signifikan, tetapi juga merusak kepercayaan publik terhadap institusi perbankan daerah. LBH Gema Justicia pun mendesak otoritas terkait segera melakukan audit mendalam guna mencegah eskalasi kerugian.

Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, Direktur Bank Madiun, Velly Murdianto, belum memberikan keterangan meski sudah dihubungi. man

Berita Terbaru

Wakil Ketua DPRD Jatim Ungkap Tingginya Jumlah Kios Kosong di Pasar Tradisional

Wakil Ketua DPRD Jatim Ungkap Tingginya Jumlah Kios Kosong di Pasar Tradisional

Senin, 05 Okt 2026 20:26 WIB

Senin, 05 Okt 2026 20:26 WIB

SURABAYA - Wakil Ketua DPRD Jawa Timur dari Fraksi PDI Perjuangan, Deni Wicaksono mengungkap banyaknya jumlah kios kosong pasar-pasar tradisional di sejumlah…

KIP JAWARA Lamongan Dapat Jatah 387 Penerima

KIP JAWARA Lamongan Dapat Jatah 387 Penerima

Senin, 05 Okt 2026 17:51 WIB

Senin, 05 Okt 2026 17:51 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Program Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur berupa bantuan modal dan pemberdayaan usaha bagi masyarakat kurang mampu, KIP JAWARA…

Harga Gabah Kering Sentuh 9 Ribu, Bulog Sebut Petani Diuntungkan

Harga Gabah Kering Sentuh 9 Ribu, Bulog Sebut Petani Diuntungkan

Senin, 05 Okt 2026 17:44 WIB

Senin, 05 Okt 2026 17:44 WIB

SURABAYAPAGI com, Madiun - Harga beras premium di tingkat konsumen Kabupaten Madiun mencapai Rp15.000 per kilogram. Sementara itu, harga gabah kering di…

Layanan Uji KIR Drive True Dishub Sidoarjo Semakin Cepat Dan Praktis

Layanan Uji KIR Drive True Dishub Sidoarjo Semakin Cepat Dan Praktis

Senin, 05 Okt 2026 16:20 WIB

Senin, 05 Okt 2026 16:20 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Sidoarjo mempercepat dan mempermudah pelayanan kepada masyarakat. Salah satunya melalui…

Geliatkan Ekonomi Petani, Pemdes Kedungbocok Kebut Betonisasi JUT

Geliatkan Ekonomi Petani, Pemdes Kedungbocok Kebut Betonisasi JUT

Senin, 05 Okt 2026 16:04 WIB

Senin, 05 Okt 2026 16:04 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Pemerintah Desa (Pemdes) Kedungbocok, Kecamatan Tarik, Kabupaten Sidoarjo terus berkomitmen meningkatkan infrastruktur pertanian…

Digadang-gadang Jadi Penguat Ekonomi, Proyek Greenhouse Desa Singkalan Mangkrak dan Beralih Jadi Kandang Kambing

Digadang-gadang Jadi Penguat Ekonomi, Proyek Greenhouse Desa Singkalan Mangkrak dan Beralih Jadi Kandang Kambing

Senin, 05 Okt 2026 15:17 WIB

Senin, 05 Okt 2026 15:17 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Fasilitas pertanian modern berupa greenhouse budidaya melon di Desa Singkalan, Kecamatan Balongbendo, Kabupaten Sidoarjo, kini…