Dari Kekeringan Menuju Harapan: Cerita Warga Gempolkurung Alirkan Air Bersih dengan Tangan Sendiri

author M. Aidid Koresponden Gresik

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Jaringan PDAM Giri Tirta pun belum bisa masuk hingga ke pelosok desa. Dalam situasi serba terbatas, Pemerintah Desa Gempolkurung memilih jalan mandiri: membangun jaringan pipa tersier secara swadaya. SP/ MAIDID
Jaringan PDAM Giri Tirta pun belum bisa masuk hingga ke pelosok desa. Dalam situasi serba terbatas, Pemerintah Desa Gempolkurung memilih jalan mandiri: membangun jaringan pipa tersier secara swadaya. SP/ MAIDID

i

SURABAYAPAGI.com, Gresik - Di sebuah desa kecil bernama Gempolkurung, Kecamatan Menganti, Gresik, suara ketukan palu dan gesekan cangkul terdengar bersahutan. Di balik suara itu, bukan proyek pemerintah besar yang tengah berlangsung, melainkan sebuah gerakan rakyat, lahir dari kebutuhan mendasar: air bersih.

Bertahun-tahun, warga hidup dalam kekurangan. Sumur bor tak lagi bisa diandalkan, airnya keruh, berbau, kadang asin. Musim kemarau jadi masa sulit. Air tangki menjadi satu-satunya pilihan, mahal dan tak selalu datang tepat waktu.

“Kalau musim kering, sumur nyaris kosong. Kami harus beli air, padahal biaya hidup sudah berat,” kata Agus, warga yang kini tersenyum lega melihat kran air bersih mengalir di depan rumahnya, Senin (06/10/2025).

Tak lagi menunggu janji pembangunan yang tak kunjung datang, warga memutuskan: sudah waktunya bergerak sendiri.

Subsidi pemerintah untuk Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) tak menjangkau wilayah mereka. Jaringan PDAM Giri Tirta pun belum bisa masuk hingga ke pelosok desa. Dalam situasi serba terbatas, Pemerintah Desa Gempolkurung memilih jalan mandiri: membangun jaringan pipa tersier secara swadaya.

Langkah ini bukan hal mudah. Namun justru di situlah kekuatan warga terlihat. Lewat musyawarah, mereka menyepakati biaya Rp3.650.000 per rumah bisa dicicil selama 10 bulan. Tak ada paksaan. Semua atas dasar kesepakatan dan kebersamaan.

Hari Puji, pengawas lapangan sekaligus warga setempat, menjadi garda terdepan. Setiap hari ia turun ke lapangan, memastikan galian pipa dilakukan rapi, sambungan terpasang kuat. 

“Kalau menunggu pusat, bisa-bisa anak cucu kita belum juga menikmati air bersih. Jadi kami mulai sendiri, pakai cara kami: gotong royong,” ujarnya.

Tenaga diambil dari warga sendiri. Begitu pula bahan-bahan sebagian disumbangkan. Mereka tak hanya membangun pipa, tapi juga membangun semangat kolektif. Bahu-membahu, dari rumah ke rumah. Dari satu saluran kecil, harapan besar mulai mengalir.

Direktur Utama PDAM Giri Tirta, Kurnia Suryandi, menyambut baik inisiatif warga. Ia mengakui keterbatasan anggaran membuat daerah seperti Gempolkurung belum terjangkau layanan pipa tersier. 

“Kami sangat mengapresiasi semangat swadaya ini. Jika nanti jaringan utama sudah mendekat, kami siap bantu integrasikan,” ujarnya.

Hari ini, di Gempol Kurung, air bersih mengalir bukan hanya dari kran, tapi dari tekad dan kerja bersama. Ibu-ibu tak perlu lagi mengangkut ember dari sumur keruh. Anak-anak mandi tanpa rasa gatal. Di balik setiap tetes air, tersimpan kisah perjuangan.

Pemerintah desa berkomitmen melanjutkan pembangunan ini hingga tuntas. Mereka berharap dukungan dari pemerintah kabupaten dan PDAM bisa mempercepat proses integrasi dan pemeliharaan.

Air bersih, bagi warga Gempol Kurung, bukan sekadar fasilitas. Ia adalah simbol keberanian untuk mandiri, bukti bahwa perubahan tidak harus selalu datang dari atas. Terkadang, ia justru tumbuh dari akar rumput, dari tangan-tangan biasa yang percaya bahwa masa depan bisa dibentuk, bukan ditunggu. grs

Berita Terbaru

Bambang Haryo Soroti Ketepatan Sasaran Program Bedah Rumah: Jangan Salah Pilih Penerima

Bambang Haryo Soroti Ketepatan Sasaran Program Bedah Rumah: Jangan Salah Pilih Penerima

Sabtu, 12 Sep 2026 22:10 WIB

Sabtu, 12 Sep 2026 22:10 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Program bedah rumah pemerintah dinilai tidak cukup hanya berorientasi pada perbaikan kondisi fisik hunian. Ketepatan sasaran penerima …

Tangkap Keresahan Warga, Pemkot Mojokerto Buka Layanan Koreksi Data Desil

Tangkap Keresahan Warga, Pemkot Mojokerto Buka Layanan Koreksi Data Desil

Sabtu, 12 Sep 2026 16:53 WIB

Sabtu, 12 Sep 2026 16:53 WIB

SURABAYA PAGI.COM, Mojokerto – Perubahan desil ekonomi menjadi keresahan banyak warga yang disampaikan kepada Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan P…

Absen Berjamaah Fraksi Demokrat diduga Langgar Tatib, Begini Sikap BK DPRD Jatim

Absen Berjamaah Fraksi Demokrat diduga Langgar Tatib, Begini Sikap BK DPRD Jatim

Sabtu, 12 Sep 2026 15:54 WIB

Sabtu, 12 Sep 2026 15:54 WIB

SURABAYAPAGI.COM, SURABAYA — Ketidakhadiran Ketua Fraksi Partai Demokrat Agung Mulyono bersama seluruh anggotanya dalam Rapat Paripurna DPRD Jawa Timur pada 10 …

Berdayakan UMKM Lewat TJSL, PLN UIT JBM Dukung Pengembangan Batik Tin Gundih

Berdayakan UMKM Lewat TJSL, PLN UIT JBM Dukung Pengembangan Batik Tin Gundih

Jumat, 11 Sep 2026 21:29 WIB

Jumat, 11 Sep 2026 21:29 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Komitmen PT PLN (Persero) Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (UIT JBM) dalam menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat t…

Jumat Berkah, Polres Blitar Tingkatkan Kedekatan dan Pelayanan Masyarakat

Jumat Berkah, Polres Blitar Tingkatkan Kedekatan dan Pelayanan Masyarakat

Jumat, 11 Sep 2026 16:54 WIB

Jumat, 11 Sep 2026 16:54 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Guna meningkatkan kedekatan dan pelayanan untuk masarakat, Polres Blitar kali ini melalui kegiatan Jumat Berkah yang digelar di…

Kemarau Melanda, Satlantas Polres Gresik Salurkan Air Bersih ke Warga Pandanan

Kemarau Melanda, Satlantas Polres Gresik Salurkan Air Bersih ke Warga Pandanan

Jumat, 11 Sep 2026 16:25 WIB

Jumat, 11 Sep 2026 16:25 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Gresik – Musim kemarau mulai dirasakan warga di sejumlah wilayah Kabupaten Gresik. Kondisi tersebut mendorong Satuan Lalu Lintas (Satlantas) P…