Setahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, PDIP Sebut Hanya Revisi Program Jokowo yang Inefesiensi

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Ketua DPP PDIP Andreas Hugo Pareira memberikan sejumlah catatan untuk satu tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wapres Gibran Rakabuming Raka.

Andreas juga menyoroti arah peruntukan Ibu Kota Nusantara (IKN). Mengenai IKN ini, Prabowo mengeluarkan Perpres Nomor 79 Tahun 2025 tentang Pemutakhiran Rencana Kerja Pemerintah Tahun 2025, di dalamnya tertuang IKN menjadi Ibu Kota Politik pada 2028.

"IKN perlu direvisi dan belum jelas arah peruntukannya, pengelolaan aset strategis negara beralih dari BUMN ke Danantara akibat salah urus di BUMN, PSN menuai protes, KA-Cepat Whoosh meninggalkan utang pembayaran yang menjadi beban APBN," kata dia.

Andreas melihat, Prabowo selama satu tahun pemerintahannya, fokus pada program prioritas sambil merevisi program pendahulunya Presiden ke-7 RI Jokowi yang tidak efisien. Dia juga menyinggung pembantu 'titipan' Jokowi di pemerintahan.

"Sementara Prabowo sendiri perlu memfokuskan program-program prioritasnya; MBG, Danantara, Koperasi Merah Putih sambil merevisi program-program Jokowi yang inefisien. Belum lagi sebagian pembantu-pembantu 'titipan' Jokowi di pemerintahan Prabowo yang masih berloyalitas ganda," jelasnya.

Andreas menyinggung soal Asta Cita hingga pembantu Prabowo di kabinet.

 

Revisi Program-program Jokowi

"Setahun pemerintahan Prabowo, masa evaluasi yang berat. Prabowo mulai memasuki masa kampanye Pilpres 2024 dengan janji melanjutkan pemerintahan Jokowi. Dalam perjalanan selama setahun pemerintahan; ternyata memadukan janji kampanye dengan ide dasar Asta Cita yang merupakan program prioritasnya ternyata tidak mudah," kata Andreas kepada wartawan, Minggu (19/10/2025).

"Sementara Prabowo sendiri perlu memfokuskan program-program prioritasnya; MBG, Danantara, Koperasi Merah Putih sambil merevisi program-program Jokowi yang inefisien. Belum lagi sebagian pembantu-pembantu 'titipan' Jokowi di pemerintahan Prabowo yang masih berloyalitas ganda," jelasnya.

"Situasi setahun ini merupakan masa evaluasi yang tidak mudah untuk beralih memfokuskan program pemerintahan Prabowo agar segera bisa mengakselerasi program-program prioritas andalannya," ucap dia.

Mengenai program MBG, kata Andreas, pemerintah harus terus bekerja keras. Dia berharap MBG bisa berguna bagi anak-anak untuk pemenuhan gizi.

"Saya kira tersebut sudah dan ke depan tetap harus secara berkesinambungan dievaluasi, baik yang menyangkut proses implementasi program maupun output dari program, sehingga berhasil guna bagi anak-anak penerima manfaat MBG ini," tutur dia.

Lebih lanjut, Andreas juga menyinggung soal hukum dan pemberantasan korupsi. Dia menilai ketegasan Prabowo dalam pemberantasan korupsi dan penegakan hukum akan menjadi perhatian publik.

"Ketegasan dan konsistensi Prabowo dalam menjalankan ide-ide besarnya termasuk pemberantasan korupsi, reformasi kepolisian akan menjadi catatan perhatian publik pada masa yang akan datang menuju 2029," tutur Andreas.

 

Gunakan Akal Sehat

Terpisah Presiden Prabowo Subianto  terkait setahun masa kepemimpinannya sejak dilantik pada 20 Oktober 2024. Prabowo percaya diri akan menghasilkan apa yang menjadi janjinya kepada rakyat.

Hal itu disampaikan Prabowo saat menyampaikan orasi ilmiah di sidang senat terbuka Universitas Kebangsaan Republik Indonesia (UKRI), The Trans Luxury Hotel, Jawa Barat, Sabtu (18/10/2025). Prabowo awalnya bicara kunci kepemimpinan yang baik, yakni bisa mengatasi kesulitan masyarakat.

"Saudara-saudara sekalian, kunci daripada kepemimpinan yang baik (adalah) yang bisa mengatasi kesulitan-kesulitan masyarakat," kata Prabowo.

Prabowo menilai mengatasi kesulitan tidak terlalu susah. Hal itu akan mudah, menurutnya, jika bertindak atas dasar perhitungan yang teliti dan dilakukan atas dasar kebenaran.

"Sebenarnya tidak terlalu susah sebenarnya, yang saya lihat dan saya alami, yang utama adalah menggunakan akal sehat. Itu pertama. Kedua, bertindak atas perhitungan yang teliti. Ketiga perhitungan yang teliti harus didasarkan atas kebenaran. Kalau ini ditaati, tinggal yang terakhir adalah kepribadian akhlak pemimpin tadi, pemimpin dengan akal sehat melakukan perhitungan yang cermat dan teliti. Ketiga perhitungan di atas dasar kebenaran dan ketiga kepribadian yang jujur kepribadian yang tidak korupsi," ujarnya.

Dengan prinsip itu, Prabowo yakin akan menjalankan tugas dan mandat rakyat dengan baik. Prabowo percaya diri akan menghasilkan apa yang menjadi janjinya kepada rakyat. n erc/ag/jk/rmc

Berita Terbaru

2 Korporasi Malaysia dan Singapura Tersangka Karhutla

2 Korporasi Malaysia dan Singapura Tersangka Karhutla

Jumat, 30 Okt 2026 03:20 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:20 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - 20 korporasi sebagai tersangka dalam kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Dari daftar tersebut, empat di antaranya merupakan…

Sepuluh Staf Terima Uang di Luar Gaji

Sepuluh Staf Terima Uang di Luar Gaji

Jumat, 30 Okt 2026 03:18 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:18 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya — Pengakuan sepuluh staf bidang pertambangan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jawa Timur yang menerima uang di luar gaji d…

ESDM JATIM DIDUGA TERIMA PUNGLI RP 687,5 JUTA

ESDM JATIM DIDUGA TERIMA PUNGLI RP 687,5 JUTA

Jumat, 30 Okt 2026 03:15 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:15 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur mendalami dugaan aliran dana pungutan liar (pungli) sebesar Rp 687,5 juta kepada mantan…

Jokowi Minggu Depan Siap Jadi Saksi Roy Suryo

Jokowi Minggu Depan Siap Jadi Saksi Roy Suryo

Jumat, 30 Okt 2026 03:13 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:13 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Saya sangat menghormati proses hukum yang sedang berjalan. Kalau memang diundang, ya saya Insya Allah akan hadir,” kata Jokowi k…

Hashim Ingatkan Risiko Pelemahan Rupiah Jika Isu MSCI Tak Diselesaikan

Hashim Ingatkan Risiko Pelemahan Rupiah Jika Isu MSCI Tak Diselesaikan

Jumat, 30 Okt 2026 03:11 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:11 WIB

SURABAYAPAGI.com - Ketua Dewan Penasihat Kadin Indonesia Hashim S. Djojohadikusumo mengingatkan potensi pelemahan nilai tukar rupiah akibat derasnya aliran…

Beras Oplos Berulang, Amran Wanti-Wanti Risiko Pidana

Beras Oplos Berulang, Amran Wanti-Wanti Risiko Pidana

Jumat, 30 Okt 2026 03:09 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:09 WIB

SURABAYAPAGI.com - Menteri Pertanian/Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Andi Amran Sulaiman akan menyebar surat edaran (SE) mengenai potensi sanksi pidana…